Sabtu, 27 Desember 2008

Sleep Paralysis, Merasa di Tindih Hantu

Menurut medis, keadaan ketika orang akan tidur atau bangun tidur merasa sesak napas seperti dicekik, dada sesak, badan sulit bergerak dan sulit berteriak disebut sleep paralysis alias tidur lumpuh (karena tubuh tak bisa bergerak dan serasa lumpuh). Hampir setiap orang pernah mengalaminya. Setidaknya sekali atau dua kali dalam hidupnya.

Sleep paralysis bisa terjadi pada siapa saja, lelaki atau perempuan. Dan usia rata-rata orang pertama kali mengalami gangguan tidur ini adalah 14-17 tahun. Sleep paralysis alias tindihan ini memang bisa berlangsung dalam hitungan detik hingga menit. Yang menarik, saat tindihan terjadi kita sering mengalami halusinasi, seperti melihat sosok atau bayangan hitam di sekitar tempat tidur. Tak heran, fenomena ini pun sering dikaitkan dengan hal mistis.

Di dunia Barat, fenomena tindihan sering disebut mimpi buruk inkubus atau old hag berdasarkan bentuk bayangan yang muncul. Ada juga yang merasa melihat agen rahasia asing atau alien. Sementara di beberapa lukisan abad pertengahan, tindihan digambarkan dengan sosok roh jahat menduduki dada seorang perempuan hingga ia ketakutan dan sulit bernapas.

Kurang Tidur
Menurut Al Cheyne, peneliti dari Universitas Waterloo, Kanada, sleep paralysis, adalah sejenis halusinasi karena adanya malfungsi tidur di tahap rapid eye movement (REM).

Sebagai pengetahuan, berdasarkan gelombang otak, tidur terbagi dalam 4 tahapan. Tahapan itu adalah tahap tidur paling ringan (kita masih setengah sadar), tahap tidur yang lebih dalam, tidur paling dalam dan tahap REM. Pada tahap inilah mimpi terjadi.

Saat kondisi tubuh terlalu lelah atau kurang tidur, gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya. Jadi, dari keadaan sadar (saat hendak tidur) ke tahap tidur paling ringan, lalu langsung melompat ke mimpi (REM).

Ketika otak mendadak terbangun dari tahap REM tapi tubuh belum, di sinilah sleep paralysis terjadi. Kita merasa sangat sadar, tapi tubuh tak bisa bergerak. Ditambah lagi adanya halusinasi muncul sosok lain yang sebenarnya ini merupakan ciri khas dari mimpi.

Selain itu, sleep paralysis juga bisa disebabkan sesuatu yang tidak dapat dikontrol. Akibatnya, muncul stres dan terbawa ke dalam mimpi. Lingkungan kerja pun ikut berpengaruh. Misalnya, Anda bekerja dalam shift sehingga kekurangan tidur atau memiliki pola tidur yang tidak teratur.

Sumber : perempuan.com

Yuk lanjut bacanya...

Jumat, 26 Desember 2008

Mimmie & Meggie : Under cover

Just act like a cat!

Other sides of us.....

Yuk lanjut bacanya...

Kamis, 25 Desember 2008

Zalan-Zalan...

Psst!! Psst!
Ni bukan launching "Ada Apa dengan Cinta" versi ke-2 lho! Hihihih..

Tapi ni merupakan aksi dari Tim Radio Mujahidin untuk mengadakan kunjungan pendengar pada 22 Desember 2008 lalu...


Ada 7 orang..
Kesian yang ngambil poto mukanya gak masuk..Tapi tar dia nongol koq di gambar berikutnya...

Intinya saat itu bahagia ban
get bisa rame-rame berangkat ke Peniraman, tempat pendengar setia kami, bernama Laila Safira..seru banget deh...


Tapi pas lagi asyik-asyiknya menikmati perjalanan sembari di guyur ujan lebat. ..Ternyata ban mobil bo..bocor..huhuhuhu. Jadinya kurang lebih 30 menitan kita-kita nangkring deh di warung kopi untuk...........................Numpang duduk doank..hehehe. Sambil reportase.

Dan sambil foto-foto tentunya....karena kita bekel 2 buah kamera digital..

Udah masuk waktu Asar, en kita belum lagi nyampe ke Peniraman. heulueh deuduh..tar pulang ke Pontianaknya bakalan malem dong..Huhuhu





Gambar Program Director MFM, akh ibnu shomad lagi ngangkutin Banner Radio Mujahidin dan Banner majalah Qalam. Kesian...coale rupanya 6 orang yang laen gak ada satupun inget to ngebawa tu banner..Jadinya ketinggalan di mobil yang di parkir di tepi jalan..hehehe..Padahal tu senjata kita to kunjungan loo...
Gak boleh dilupain gitu aja..













Nah..ni gambar Abu fazli lagi maen brantem-branteman ma Ibnu shomad...wuhuuu..hantamannya telak mengenai ulu hati Ibnu shomad. Tapi jangan khawatir..after that Ibnu shomad di kasi buah-buahan...Jadi ngga ada yang di rugi in disini. Lagian tinjunya Abu fazli juga bo'ongan kok. yang beneran adalah, ada saringgan di matanya Abu Fazli..cuma ngga keliatan...hi9x








Puas "menghabisi" Ibnu shomad, Abu fazli alias bang Muis kembali normal. Jiwa kedamaiannya kembali hadir tatkala ia melihat hijaunya dedaunan dan pepohonan dan dinginnya air kolam..












"Haaai......."



(Di cuek-in)








"Ndak noleh ke saye!??

Awas!! Ndak saye supirkan kitak2 sampay ke pontianak!!"






(Hehehehehe akhirnya ketauan juga perannye Abu Fazli..selain tukang poto die supir kite....whihihi..)

Yuk lanjut bacanya...

Minggu, 21 Desember 2008

Catatan pernikahan Helvy Tiana Rosa

Critanya, kemaren malem after ngadirin resepsi Kak Ica sepupupuku (selamet ya k Ica), aku jalan-jalan ke Gramedia to hunting buku yang udah aku dan Meggie incer sejak dua minggu yang lalu. Sayang, budgetnya lagi kosong pada saat itu. Jadi, mumpung saat ini budgetnya ada, ya kukebut aja, gitu lho..hehehe.

Buku apa siy?? mpe segitunya??

Ni bukan sembarang buku. Dua nama yang begitu aku suka yakni duo kakak beradik Helvy Tiana Rosa dan Asma Nadia. Nah...buku terbaru Mbak Helvy yang kali ini jadi inceran kita.

Judulnya : CATATAN PERNIKAHAN (Aku tahu, aku hanya ingin menikahi jiwamu selalu) by Helvy Tiana Rosa.

Seperti biasa, bahasa yang begitu mengalir dan enerjik dipaparkan oleh Mbak Helvy ketika ia membuka lembar demi lembar kisah bahtera rumah tangganya. Judul-judul seperti "Januari Cinta", "Menolak bidadari", "selamat tidur, juara", "Pekerjaan bunda: memeluk!" dan masih banyak lagi bener-bener ngaduk-ngaduk prasaan kita slaku pembaca. Ada yang lucu, romantis, sedih, gemesin..dll dsb.

Namun bagian yang paling aku suka adalah, mbak Helvy menghiasi buku terbarunya ini dengan taburan puisi. Wow!! Ni dia yang bikin betah. Di awal-awal aja ada sebuah rangkaian kata yang begitu indah yang ia lukiskan buat sang suami, Tomi Satryatomo.

Kaya begini nih....

Ketika bahasa
tak lagi percaya pada kata
apakah yang masih bisa kita ucap?

:cinta

Ketika wajahmu
tak lagi menampakkan kening, mata,
hidung dan mulut
apakah yang masih bisa kukecup?
: do'a


Masih ada lagi!!

Simak, ya....ini puisi yang Mba Helvy tlis pada Januari 2006 yang lalu. Judulnya KANGEN

KANGEN
: suamiku
telah kutuliskan puisi-puisi itu
sejak usiamu 26 tahun

ketika pertama kali kita bertukar senyum

pada jarak pandang yang begitu dekat


Kau ingat,
saat kubisikkan mungkin aku tak perlu matahari
bulan, atau bintang lagi
cukup kau, cahaya yang Dia kirimkan untukku
Ah, apa kau masih menyimpan puisi-puisi itu?


Dua belas tahun kemudian
aku masih menikmati
mengirimmu puisi
hingga hari ini

aku pun menjelma hujan

yang enggan berhenti di berandamu

bersama angin yang selalu kasmaran


Kau tahu, aku masih saja menatapmu
dengan mataku yang dulu

lelaki sederhana berhati samudera

yang selalu membawaku berlabuh pada-Nya


Pada berkali masa, kau pernah berkata, :
"Aku tahu, Aku hanya ingin menikahi jiwamu selalu"

Subhanallah...TOP banget buat Mbak helvy. masih banyak puisi-puisi yang lain termasuk puisi dari Faiz, puteranya yang kini sudah berusia 12 tahun! Judulnya "Dari seorang anak, yang ayah dan ibunya akan bercerai"..huhuhuhu.....Faiz bisaa aja..

Pengen baca lebih jauhh?? beli aja. Kalo mo minjem tar ya karena saya blom selese bacanya..hehehehe


Yuk lanjut bacanya...

Senin, 24 November 2008

Untukmu Mujahidin Bosnia


















KISAH SUBUH
DI CAMP VORGIJ FUKA


Aku lelaki dengan senjata M-16 di tangan
Mengoyak malam dan menggapai subuh
Dengan satu tujuan

Melangkah pasti
Menyusuri Camp
Merangkak diantara kawat berduri
Dengan gemuruh Bismillah di dalam dada!

Aku, lelaki dengan senjata M-16 di tangan
Kupancangkan “Torpedo Bongalore”
Dan kupersiapkan sebongkah keberanian

Merayap di tanah-tanah yang terbelah
Bersiap!
Menghadap moncong-moncong senapan Yahudi yang kehausan
Ataupun anjing-anjing lapar yang siap memakan
Mayat-mayat Muslim Bosnia

Aku! Lelaki dengan senjata M-16 di tangan
Telah hilang nyawa anak-anakku
Telah lenyap kehormatan istriku!
Telah nyata proyek Islamic Cleansing itu….

Perang ini..adalah sebuah keniscayaan
Atas pembantaian setan-setan Serbia
Yang menggerayangi tanah dan rumah-rumah kami

Janji Allah,
Pasti datang jua

Melalui tangan ini,
Kuperjuangkan pasti
Sebuah kemerdekaan
Sebuah kehormatan
Setitik kemuliaan

Inilah, sebuah kisah

Kisah subuh
Di Kamp Vorgij Fuka

Yuk lanjut bacanya...

6 words : M-E-G-G-I-E

Sudah memasuki tahun ke-6 persahabatan kami. Entah mengapa malam ini saya begitu merindukan sahabat saya.

Ya Allah, ikatkan selalu hati-hati ini untuk saling mencintai karena-Mu saja. Jadikan aku mencintai-Nya, dimana cinta ini akan membawaku kepada pertemuan dengan-Mu di Syurga bersama Rasul-Mu dan kaum Muslimin yang Engkau cintai.



Konon, semakin banyak persamaan seseorang dengan orang lain maka mereka akan semakin dekat dan nyambung. Pernah seorang ulama melihat sepasang burung yang selalu bersama. Ketika diteliti ternyata persamaan mereka adalah mereka sama-sama pincang.

Iseng-iseng ku-list hal-hal apa aja yang membuat kita be-2 nyolmet ( jadi soulmate gitu). Kira-kira inilah yang bisa kutuliskan disini.

Mimi-megi>>>>

1. Sama-sama penggila kucing.
Ibaratnya kalo ada Dude herlino ama grombolan Kucing kampung lewat di depan idung kita-kita, niscaya yang ditereakin tuh Grombolan kucingnya, bukan Dude-nya! (*_*)

2. Sama-sama penggila Bakso.
Bedanya, Meggie isi mangkoknya berwarna merah, alias Cuma dikecrekin pake cabe aja. Kalo saya, warnanya item, karena dikecrekin ma cabe en kecap. Dia anti make kecap. Katanya terlalu manis kayak dia.. Huhuhu

3. Sama-sama suka baca buku islami en ngediskusiinnya sambil tuker-tuker otak. Kalo ada yang beda dari kita palingan berantem abis tu dia ngalah..nyehehehe

4. Tinggi en berat badannya sama..
Hihihi...Pernah ketuker ama dosen. Dia bingung ngebedain, yang mana Mimi yang mana Mega. Akhirnya kita kompakan bikin kesepakatan. Kalo yang manis tuh Mimi, yang cantik Mega...hihihihihi...**maap narxis..**

5. Both of us has experienced “Broken Home” memory.
Jadi kalo ada apa-apa paling tau harus konek kemana. . Alhamdulillah that was our past and it will never be happened anymore. We hope so…! (*_*)

6. Sama-sama jarang mandi kalo liburan..hihihihi

7. Sama-sama ngga suka minum susu

8. Sama-sama ngga suka diremehin ma orang dan cepet ilfil ma orang sombong

9. Anti ma co keren yang banyak gaya (*_*)

10. Sama-sama gak suka sinetron

11. Cepet ilfil ma jilbaber/akhwat yang gak suka negor, gak suka senyum en ngga ramah

12. Cepet meledak tangisnya kalo nonton film Palestina dan sejenisnya

13. Sama-sama lahir bulan mei taun 1985

14. Sama-sama punya no cantik yang pake 00-00

15. Tempat nongkrong kesukaan Cuma di Gramed. Gak suka di tempat laen


Yang ngebedain kita :


Apa, ya. Mungkin ini.
1. Dia sukanya masak-masak kue, saya doyannya mengkhayal dan nulis-nulis
2. Dia katanya gak pedean, kalo saya (kata dia) pd-an
3. Dia suka warna item en putih, kalo saya suka warna merah en putih
4. Saya suka banget denger 105,8 Mujahidin FM, dia ngga suka alias gak suka denger radio..huhu
5. Dia paling anti nonton pilem horor, saya suka banget nonton pilem horror
6. Bacaan juga dia ngga suka yang serem-serem, sadis-sadis en horror. Kebalikan di saya.
8. Dan lain-lain

Malam ini, doa itu kembali saya panjatkan,

Ya Allah, ikatkan selalu hati-hati ini untuk saling mencintai karena-Mu saja. Jadikan aku mencintai-Nya, dimana cinta ini akan membawaku kepada pertemuan dengan-Mu di Syurga bersama Rasul-Mu dan kaum Muslimin yang kau cintai.

Yuk lanjut bacanya...

Minggu, 23 November 2008

Mendadak pantun~~~Mendadak teka-teki


Entah mengapa sejak kembali membaca Lupus hasil garapannya mas Boim dan Hilman, akhir2 ini saya jadi seneng banget bermain tebak-tebakan..



Lain lagi dengan rekan saya Black Ustadz. Dia ngga jauh-jauh dari yang namanya pantun. Penyakit gila no. 5 ( **Andrea hirata mode on ). Yah sama juga, naga-naganya ya karena dia melalap Lupus pinjeman saya ( Dia emang gak jauh-jauh dari minjem. Prasaan buku “Menembus yang Niskala” ama buku “Mengungkap Rahasia Ikhwan Nyebelin” saya blom dibalikin deh...). Tak can lah.




Ni beberapa pantun asal yang Black Ustadz gunain,



............
............
Ikan gabus makan lalat..
Tellat.....


.........
........
Es lemon campur empedu
Si Momon paittt...
ix ix ix


..........
..........
Buah Pepaya daun jerumi
Hapuslah Mii..


Macem-macem deh. Tapi pada ngasal.



Nah...kalo crita yang tebak-tebakan tuh ya karena emang di Lupus itu penuh dengan tebak-tebalan para pelakonny Ngga Lupus, Lulu, Mami, Pepno, Iko-Iko, Uwie, Happy...Semuanya seneng berpantun walo sama kayak Black ustadz, suka ngasal.


Jadinya yang ngebaca juga ikutan latah suka berteki-teki ria...


Di tengah malam, misalnya. Nia Bintang tiba-tiba meng-sms karena mati lampu dan dia ngga bisa bobi. Ku-reply aja sms-nya dengan memberikan tabak-tebakan yang kuadopsi dari Lupus. Tapi dengansedikit renovasi.


Aku : “Mengapa pesulap itu bilangnya “Simsalabim Abrakadabra, hayooh??”
Bintang : “Iii..ade2 jak. Hem, ape yeh? Kan mantranya, biar keyen gitu! Tol tak!”

Aku : “Salah! Karena kalo dia tereaknya “YO WESS” tar dikirain Indy barends ma
Indra Bekti lagi bawain Ceriwis...hihihi”


Trus pernah juga di radio siang-siang, panas. Eh ada Abu Azka, Ibnu shomad dan Mahmud disitu. The show begins...Kita maen tbak-tebakan..


Aku : “Apa beda kucing dengan kucring??”
Ibnu shomad : “Kalo kucing bunyinya Meeong..kalo Kucring Mreooong..”

Aku : “Salah..”


Abu Azka : Garuk-garuk idung, nyander di kursi, pake koko ijo..bener2 abi abi deh..
Mahmud : Gak ngaruh dengan keadaan sekitar tapi kayae kupingnya stand by mendengarkan..


Aku : “Ampir bener, Ibni shomad! Tapi jawaban yang bener : kalo kucing kakinya
empat, kalo kucring, emprat!!”

Semuanya : Nyehehehehe ehehehehe.....



Abu Azka denga tampang datarnya juga punya tebak-tebakan,


Abu Azka : “Ngape lalat gendut, tapi nyamuk kok kurus??”

Semua : Ngga ada yang bisa jawab

Abu Azka : “Karena lalat dia nyari makannya pagi, siang, sore, malam. Kalo nyamuk
khan hanya malem aja. Jadi dia terpaksa begadang, jadinya kurus”


Semua : Whahahahahahaha


Trus tebak-tebakan terakhir,


Aku : “Mengapa nyamuk nunyinya nguing nguing nguing...??”
Abu Azka : “Hehehe...prasaan suara nyamuk gak gitu deh..”


Ngga ada yang bisa menjawab.


Aku : “Karena makannya darah. Coba kalo makannya bensin, bunyinya pasti
BRRM..BRRRRM..BRRRM....”


Semua : hehehehe lalu mesem-mesem...

Yuk lanjut bacanya...

Kamis, 20 November 2008

Listen to your heart

The pray has mentioned
The word has begun

And it wishes to be done


The chamber has opened

The curtain was already swing away


And wish the God (Allah SWT)

spells the sentences

in a holy place
called 'Arsy

Let the pray become real

to the pure heart of servants
who is talking to the God

and hoping it becomes come true


(Ni puisi mi spesialkan buat Teh Ina Ijo yang bentar lagi...)

Yuk lanjut bacanya...

Rabu, 19 November 2008

Maju tak gentar Part 3

Senin pagi. 5 menit lagi upacara di mulai. tergopoh-gopoh aku melompat dari motor dan langsung merangsek ke kerumunan anak-anak paduan suara.


Aku : "Bagimana, bagimana? Yakin ngga nich, udah pada apal?"


Anak2 : "Apal dunk.."


Aku : "Beneran apal? Kalo ngga apal yawd qta ganti Garuda Pancasila aja.."

Anak2 : "Apal bu, tar nyanyinya nyaring-nyaring..."


Upacarapun dimulai. Lancar-lancar aja walo pemimpin upacaranya sempet norak dikit..hehehe. Ada kesalahan kecil yang ngga perlu saya critain disini.


Tibalah masanya. Dirigen bertugas memimpin lagu wajib nasional.....


MAJULAH, MAJULAH MENANG.....



Sesaat sekolahan hening. Paduan suara yang ku harap-harapkan akan menyanyikan lagu itu dengan penuh semangat, pada kenyataannya mereka tidak menepati janji. Terdengar suara mencicit mereka.


Wajahku memerah. Barisan kelas 2 dan 3 cekikian. Guru-guru juga sepertinya pada ngga apal lagu itu. Mulutku komat-kamit menyanyikan Maju Tak Gentar dengan penuh mimik. Sampai ni mulut mencang mencong, tau ngga, sodara-sodara.


Dihadapanku...... kulihat seorang anak kelas dua berjilbab putih menatapku dengan tatapan kosong. Seolah-olah wajahnya berbicara "Ibu ini ngga banget." Huh.


Tapi aku gak peduli. Aku terus memandu dari kejauhan dan tanganku ku jadikan sebagai sinyal ke kelompok paduan suara. Kulambai-lambaikan agar mereka lebih semangat. Hah..ternyata anak-anak itu malah bengong dan mulut mreka hanya komat-kamit tanpa swara.

Dan yang lebih membuatku senewen adalah...

Tiba-tiba.................

Entah disadari atau tidak... ..................

Dari arah mik sang pembina upacara alias sang wali kelas,


Terdengar bisikan..


"Wah, maju tak gentar saye tak apal..."


Huu hu hu...kejamnya!! Lengkap sudah kesenewenanku!

Satu baris para guru yang berdiri berjejer bersamaku gak terdengar suaranya. Pada ngga apal!
Cuma guru disebelahku saja yang tampak bernyanyi..Ya jelas.. dy mantan vokalis. Jadi dy mungkin hapal Maju tak gentar (*_*)


Aku kecewa. Mrasa gagal...( halah ).


Upacara selesai.

Dan kisah ini ditutup dengan sedihnya.

Waka berkata padaku, "Napa milihnya lagu itu? semua pada ngga hapal...."
Aku menghela napas.

Yeah...hanya Garuda Pancasila dan Halo-Halo Bandung yang pasti apal...


Lain lagi dengan anak-anak. Begitu selesai, semuanya pada bersahut-sahutan..


"Si ini bu tadi salah nyanyinya, si anu bu tadi bgini nyanyinya....si itu bu tadi ngga bener nyanyiinya.."



**menghela napas**
>^^< ( Chatz )

Yuk lanjut bacanya...

Selasa, 18 November 2008

Maju tak gentar_PART 2


Esok pagi, di ahad pagi yang grimis dikit namun cukup cerah. After jogging n maen bulu tangkis. Tepat jam 07.50 kudapati sebagian anak sudah pada berkumpul di tempat latian.

Ternyata pemimpin upacaranya blom nongol-nongol juga. Di telpon2 gak diangkat, dan di esemesin gak dibalas. Jadi kami mengambil 1 kesimpulan : Masih molor! Akhirnya dicadanginlah anak lain bernama Bima untuk menggantikan si Mei yang tak kunjung datang.


Yang ingin kucritain disini adalah bagian maju tak gentarnya. Critanya, karena barisan penyanyi-nya atau paduan suaranya yang datang Cuma seiprit, ( gak salah Cuma 4-5 orangan gitu) tu pun bawaan tu anak-anak maunya maeen trus. Agak susah deh ngaturnya. Cape berdirilah, auslah, panaslah, mau nelponlah..hih…


Aku : “Lagu wajib nasionalnya bawain lagu apa?”

Anak2 : “ Garuda pancasila deh bu..”
Aku : “Halah, dari kmaren Garuda Pancasila trus. Apalnya Cuma itu. Yang laenlah...”


Anak2 : “trus lagu apa dong bu? Minggu lalu Halo-Halo Bandung khan udah!!”

Aku : ( **Menghela napas**. Ni skolahan kenalnya kayae Cuma Garuda Pancasila ma Halo-Halo Bandung)


Aku ngga mau en bersikeras mencari lagu lain yang lebih heroik.


Aku : “Gak usah! Kita pake lagu Maju Tak gentar aja!”

Anak2 :“Ha?? Ohh,, maju tak gentar..tapi..tapi gak apal bu....”


Finally, sodara-sodara. Jadilah saat itu aku sedikit berceramah pada mereka masalah rasa patriotisme yang mulai memudar dan lapuk digerogoti zaman.


“Masa lagu Maju Tak gentar aja kalian gak hapal..” tutupku dalam pidato singkatku itu. Ada nada penyesalan disana.

Anak-anak manggut-manggut...


“Nah, sekarang coba kalian dengarkan ibu dulu...” akupun bersiap memulai menyanyikan lagu heroik itu dengan penuh penghayatan. Kubayangkan di pelupuk mataku sosok Nagabonar ada disana..


Anak-anak berjejer mendengarkan dengan penuh perhatian.


Dan lagu inipun di mulai..


Maaa ju tak gentaaaar...

Membeee la yang benaaar...

Maaa ju tak gen taaar

Hak kiii ta di seraaang..


Maaju tak gentaaar
..
....... .........
.......
...........
Oh eh...........

Nah lho! Disini udah mulai2 lupa en gelagapan. Apa ya lanjutannya..Aku senewen. Aku lupa!!! Gawat nih.


Anak2 : “Yaaah..ibu aja lupa..” teriak mreka dengan wajah kecewa.


Demi menjaga wibawa, aku tersenyum dan menenangkan anak-anak.


“Tenang..tenang....semua masalah ada solusinya..” kataku.

Dengan gerakan kilat, segera ku es em es Ibnu Shomad (Program Director Radio) to sgera meng-esemes-kan teks Maju Tak Gentar. Dia anak yang baik dan pintar. Aku yakin dia hapal, Insya Allah. Jempolku pun mencetak-cetek keypad hape dengan cepatnya.


Ah..kelamaan. Kutelpon aja dia...raungku.


Aku : “Assalamu’alaikum. Di, apal lagu Maju Tak Gentar gak?”
IS : “Maju Tak Gentar? Owh, insya Allah hapal dong..”

Aku : “Tolong esemes-in ya teks-nya .Penting nih. Ditunggu”

IS : “Iyelah. Insya Allah..”

Akhirnya alhmadulillah, lagu Maju Tak Gentar itu di-sms kan Ibnu Shomad dengan tulisan gede-gede dan jelas. Sampai dua esemes.


MAJU TAK GENTAR/ MEMBELA YANG BENAR/

MAJU TAK GENTAR/ HAK KITA DISERANG/
MAJU SERENTAK/ MENGUSIR PENYERANG/

MAJU SERENTAK/ PASTI KITA MENANG/


BERGERAK, BERGERAK/ SERENTAK, SERENTAK/

MENERKAM, MENERJANG, TERJANG/

TAK GENTAR/TAK GENTAR/

BERGERAK/BERGERAK/


MAJULAH, MAJULAH, MENANG

Aku : "Oke anak-anak!! Sekarang semuanya catat teks ini di kertas ata di hape kalian. Besok pagi udah harus apal.
"

Anak2 : “beres lah bu! Wokeh, wokeh!!”


Mereka dengan semangatnya menuliskan teks Maju tak gentar di kertas. Sebagian cetak-cetek di hape.

Aku tertegun. Ngga yakin nih! Khawatir banget. Bukan apa-apa. Okelah yang 4-5 orang ini hapal. Trus sisa paduan suara yang ngga datang hari ini gimana? Kupastikan mreka juga bisa jadi ngga apal tu lagu.

Aku : “Kalian yakin ngga nih besok bisa nyanyiin Maju tak gentar?! Jangan sampai ternyata satu skolahan pada ngga apal! Jadi yang bisa di arepin ya Cuma dari kalian ini!”

Anak2 : “Wah ibu. Gampanglah itu. Ni udah dicatet di kertas n di hape”


Aku : “Awas lho! Kalo emang ngga bisa, bilang sekarang. Bagus kita nyanyiin garuda Pancasila aja..”

Anak2 : “Gak usahlah bu..apal kok, apal!! Besok kita nyanyiinnya nyaring-nyaring deh..”


Oke kalau begitu. Latiannya udah oke kendatipun anak-anak masih pada nengok2 ke catatan n hape.

“Jangan lupa smua besok udah harus apal” pesanku sekali lagi. Prasaan ku jujur aja ngga enak banget, tw ngga. Kita liat besok deh.

(To be continued).........

Yuk lanjut bacanya...

Maju Tak Gentar_PART 1

Ni critanya dimulai sabtu, tanggal 9 November yang lalu. Aku ditugasin untuk ngedampingin anak-anak didikku rehearsal to upacara bendera hari Senin tanggal 10 November 2008 lalu.

Usut punya usut, karena di akhir pekan kemaren tu anak-anak kelas satu SMP yang masi pada bontot en mungkin blum pengalaman, masih malu-malu beruang to tampil ( level 3 dari malu-malu kucing gitu) mreka masi lum pada bagus latiannya, akhirnya aku ma Tuty, partnerku, menitahkan pada anak-anak itu to kembali latian esok pagi di hari minggu untuk kembali memantapkan penampilan mereka. Hah..sudah diduga, mereka mulai berkotek-kotek membentuk sebuah penolakan.


“Hah,,bu..jam 8 pagi blum bangun..”
“Bu, ada undangan ulang taun jam sgitu..”
“Rumah jauh bu...gimana mo nyampe tepat waktu kalo jam 8. Keawalan, kali bu...”
“Bu, ada latian silat neh. Gimana dong..”
“Yang nugas aja kali bu. Yang bagian nyanyi-nyanyi gak perlu datang..”

“Bu napa gak jam 7 aja bu, lebih adem”

“Ada PR bahasa Inggris, buu..”

“Mau jalan-jalan bu jam segitu..mau ngiterin mall...”


Banyak banget alesan tuh bocah-bocah..

Akhirnya dengan bermodalkan absent n nilai plus akhirnya aku n Tuty mengambil sebuah keputusan bijak..


“Oke..di wajibin buat yang nugas to datang latian besok! Dan yang ketiban tugas nyanyi-nyanyi, kalo datang dapet nilai plus, karena akan di edarin absent buat kalian yang hadir…”

Selesai satu perkara. (To be Continued)

Yuk lanjut bacanya...

Minggu, 16 November 2008

Ape jak...

Tadi pas lagi siaran batuk-batuk.. :( :(

Hik hik 33x norak banged deh pokoknya..critanya tadi nekat nyeruput fruit sundae, ditraktir ma temen...!! Nah! sapakah yang tega menolak dunia traktir-mentraktir ini. Mi gak akan pernah menolak..

Akhirnya...tak kukira tak kuduga tak kusangka saat membacakan adlips, gatel-gatel neh tenggorokan. Untung kayae masih bisa ditutup dengan elegan..**halah....bo'ong banget".

Sekian to crita hari ini. Wajah kucing diatas menggambarkan wajah bersalah saya. Tampak bersalah, namun teteup imut dan elegan..**halah..halah**

Dah ah..sekian to hari ini laporan selesay..Bye..



Yuk lanjut bacanya...

For My MG, Don't Be Sad ..

Apa yang sedang terlukis di bola matamu, sahabatku?
Kulihat ada segumpal awan kelabu bergelayut tak menentu disana
Apa itu resah yang selama ini berat membebani dadamu?
Cukupkan ia...
Biar aku menampungnya juga di dadaku




Apa itu luka, sahabatku?

Kurasakan ada pedih tengah mencabik perasaanmu
Menunggu kebahagiaan dengan hanya bertopang dagu bukanlah pilihanmu
Karena ada aku yang kan mengobati jeri
Katakanlah..
Apalagi yang bisa kubantu


Cukupkah semua ini, sahabatku?
Biarkan embun menghapus air matamu
Kutawarkan pada alam untuk menjadi pelindung kebahagiaanmu
Jangan pernah lagi meneriaki malam
Jangan pernah lagi menyalahi gelap

Karena ada aku untukmu
Untukmu, kutemani kau menyusuri belantara rimba
Dengan ribuan do’a dan erat genggaman tangan yang tak pernah terlepas
Lalu kita terjun bebas menyusuri dunia dengan sebuah pengharapan dan mimpi
Hingga Langit angkasa memanggil kita
Hingga dunia bersedih atas kepergian kita

(Ne puisi special bwt Meggie yang lagi sedih...)

Yuk lanjut bacanya...

Sabtu, 08 November 2008

Belahan Jiwa

“Neng..Aa udah nikah alhamdulillah pas lebaran kemarin..Maaf baru ngasi tau”

Kira-kira begitulah sms yang kuterima di akhir Oktober yang lalu. Surprise juga.. Kok baru dapet kabarnya sekarang. Prasaan baruu aja kemarin ni orang curhat tentang dirinya yang belum-belum juga sampai pada impiannya tuk menyegerakan pernikahannya. Biasalah, adaaa aja campur tangan syetan yang menghembus-hembuskan rasa ragu to kembali menunda-nunda sebuah kebaikan. Dasar Syetan. Usil.


Nah. Langsung saja ke-surprise-an dan ke-hepi-anku kutunjukan dengan me-reply A Henda yang menggenapkan separuh dien-nya di usianya yang ke 34 itu.

“What? Ko gax bilang-bilang?? Wah selamet ya A! Akhirnya jadi juga. Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah. Smoga berkah deh idupnya!”


“Makasi. Ya maap. Kemarin sibuk banget ngurusin sgala sesuatunya. Jadinya klupaan deh..hehe. Neng kapan nyusul?”


“May lah A! May be yes May be no. Maka nya…doain..” reply-ku lagi.
Ah jawaban klise yang always dijadiin senjata kalo ada yang nanya-nanya begituan.

“Amien. Semoga Neng segera menyusul dan mendapatkan suami yang sayang ma Neng..”


Amien A. Makasih atas do’a tulusnya. Insya Allah semoga Allah kabulkan dan mudahkan. **sedikit terharu”.


**************************************************************************************************
*********** Sebuah perjalanan panjang anak manusia ketika menemukan titik itu. Mendapatkan jodohnya. Belahan jiwanya. Seolah-olah tengah berputar-putar pada sebuah labirin besar. Berkelok-kelok, kadang memusingkan, bikin grogi dan akhirnya sampai kepada sang pujaan hati.

Hehehe. Sotoy banget ya. Gak tau ah…Belum lagi kapasitas saya untuk berbicara panjang lebar tentang hal ini.

Nah, Sebuah sms pernah saya dapatkan dari seorang Ukhti yang kini sudah dikarunia seorang anak yang tampan. Cukup menginspirasi agar lebih bersabar dan tabah..( halah…).

beLaHan jiWa,,

TaK aDa yaNg peRnah tAu siaPa dia,,

Dia aKan daTang seTelaH saAtnya tiBa

deNgan caRa yaNg beRsih & suCi

taNpa teRkotoRi naFsu dan keMaksiatan,,


Dia aKan meNyentuh suDut teRhalus haTi Qta,,
Tak Kan peRnah teRtuKar,,,


YaKinlah…..


Wuh…Keren khan..


Oiya ada juga sebuah puisi keren yang saya temuin. Tulisan ini kukutip dari sebuah undangan pernikahan. Udah agak lamaan sih, kira-kira 4-5 taun lalu. Jadi maaf lupa siapa mantennya (yang nulis puisi tsb).


Yang jelas begitu indah, begitu puitis, begitu menyentuh…


Ni dia…..

Jika kau percaya takdir dan suratan

Maukah kau menjadi takdirku
dan menuliskan takdir kita bersama

Dan jika kau percaya Allah punya rencana
Inginkah kau berdoa bersamaku
Bahagianya kita adalah
bagian dari rencana terindah-Nya

Dan percayalah…
Bahagia terindahku cuma kamu


Hmm..Hmm..puwitis banget dan indah banget. Buat anda-anda para kaum bujangan dan jojoba-jojoba yang mau melamar calonnya pake aja contekan puisi ini. . . he he he silahkannn!!

Bagi yang suami-suami udah nikah silahkan Try it at home! Syapa tau makin di sayang. Dan buat para istri, syapa tau uang belanjanya dinaikin.


Syapa tau.. Tul ngga??

Pa lagi ya ? Yah kira-kira begitulah..


Bye....

Yuk lanjut bacanya...

Imam 105,8

Jumat siang. Seperti biasa cuasa kota Pontianak panas, menyengat dan berbisa. Semangkok penuh es teler yang saya nikmati di deket kawasan masjid raya Mujahidin tak mampu mengusir suasana panas itu. Biarlah. Udah biasa, juga….

After kenyang menyeruput es teler, kayak biasa saya balik bentar ke kantor Radio Mujahidin yang juga masih terletak di kawasan Masjid raya Mujahidin. Nangkring bentar to nge-net di ruang penyiar mumpung sepi ( hi hi..manfaatin fasilitas). Tak lama terdengar suara nyaring Riza, nyuruhin cepet wudhu. Dy salah satu OP radio. Eh salah ding. Gak Cuma OP, dia juga sebagai Music Director, dan Koordinator Operator plus rangkap tukang cuci-cuci n ngepel-ngepel…Pokoknya keren.

After wudhu bareng-bareng Teteh di Lantai 2, kitapun memasuki studio 105,8. Biasanya emang kita sholat disitu kalo hari Jumat gini. Tempatnya luas, adem lagi. Karena khan ber-AC. Blum lagi ada aroma melon-nya ( melon ato apa, gitu. Pokoknya buah-buahan seger gitu deh) berasa mem-fress kan otak yang lelah.

After sholat sunnah, mulai deh to sholat berjama’ah.

Dan lagi-lagi kejadian ini terulang lagi. Terutama kalo Ukhti Eka dan Rizyana yang biasanya mimpin sholat / meng-imami sholat, lagi gak ada.

Yah..apes. Yang hari ini sholat di studio adalah orang-orang sebangsa aku, Riza dan Teteh. Mangnya napa??

Hah. Liat aja…ni kejadian ud sering terjadi.

Riza : “Teteh Imam!!” (gaya one commando)
Kejadian berikutnya sudah bisa diduga-duga,

(Teteh dengan gerakan cepat, segera menghindar, melompat, berputar dan salto sebanyak 2 x …)  Bo’ongan.

Riza : “Mimi!!!”

(Dengan gesit dan gerakan yang anggun bak spider-woman, segera bersembunyi, empet-empetan, membentuk sebuah formasi bersama Teteh. Sebuah penolakan yang luar biasa cantik).

Nah..jadilah kita bertiga saling tuding, saling tunjuk dan saling dorong-dorongan tuk dirujuk sebagai Imam sholat kita siang itu. Lagi-lagi, lagi-lagi!! Owh…..mengapa semua harus terjadi kembali.

Riza : “Mimi imam!!!”
Aku : “Gak!!! Trauma pernah salah ngimamin. Ku tak mau mengorbankan kalian!”
Riza : “Teteh. Cepatlah...!” ( udah mulai-mulai Bete’).
Teteh : “Gantian ah Teteh terus. Yang lulusan pesantren lah!!” (Membalas. Riza mati kutu)
Mimi : “Terangan alumni ESQ-lah yang jadi Imam..” ( nyaut begitu dapet ide brilian)
Riza : “Hayo yang ikutan KCB pemeran Husna jadi Imam!!” (Membalas tak kalah kejam namun “nyableng” dikit).

Hah. Selaluu aja begitu. Mana alasan-alasannya pada gak syar’i, lagi. Tul nggak! Gak ada yang ngaku sih, syapa yang bacaan dan hapalannya paling bagus. Jadinya ya gitu deh….

Akhirnya siang ini yang terpilih menjadi imam adalah Riza. Dia berkorban! (Emm..or ataukah lebih tepatnya “dikorbankan”? Hukum rimbanya : Yang paling kuat dia yang menang. Dan Riza lah yang memenangkan perdebatan). Bagus. Selamet ya Za!...:)

Moga kedepannya ada perubahan arah yang lebih baik…^_^ (chatz).

Yuk lanjut bacanya...

Kisah cinta menakjubkan dari China


Satu kisah cinta baru-baru ini keluar dari China dan langsung menyentuh seisi dunia.

Kisah ini adalah kisah seorang laki-laki dan seorang wanita yang lebih tua, yang melarikan diri untuk hidup bersama dan saling mengasihi dalam kedamaian selama setengah abad.

Laki-laki China berusia 70 tahun yang telah memahat 6000 anak tangga dengan tangannya (hand carved) untuk isterinya yang berusia 80 tahun itu meninggal dunia di dalam goa yang selama 50 tahun terakhir menjadi tempat tinggalnya.

50 tahun yang lalu, Liu Guojiang, pemuda 19 tahun, jatuh cinta pada seorang janda 29 tahun bernama
Xu Chaoqin .... Seperti pada kisah Romeo dan Juliet karangan Shakespeare, t eman -t eman dan kerabat mereka mencela hubungan mereka karena perbedaan usia di antara mereka dan kenyataan bahwa Xu sudah punya beberapa anak....

Pada waktu itu tidak bisa diterima dan dianggap tidak bermoral bila seorang pemuda mencintai wanita yang lebih tua.....Untuk menghindari gossip murahaan dan celaan dari lingkungannya, pasangan ini memutuskan untuk melarikan diri dan tinggal di sebuah goa di Desa Jiangjin, di sebelah selatan Chong Qing.


Pada mulanya kehidupan mereka sangat menyedihkan karena tidak punya apa-apa, tidak ada listrik atau pun makanan. Mereka harus makan rumput-rumputan dan akar-akaran yang mereka temukan di gunung itu. Dan Liu membuat sebuah lampu minyak tanah untuk menerangi hidup mereka.

Xu selalu merasa bahwa ia telah mengikat Liu dan ia berulang-kali bertanya,"Apakah kau menyesal?" Liu selalu menjawab, "Selama kita rajin, kehidupan ini akan menjadi lebih baik".
Setelah 2 tahun mereka tinggal di gunung itu, Liu mulai memahat anak-anak tangga agar isterimya dapat turun gunung dengan mudah. Dan ini berlangsung terus selama 50 tahun.

Setengah abad kemudian, di tahun 2001, sekelompok pengembara (adventurers) melakukan explorasi ke hutan itu. Mereka terheran-heran menemukan pasangan usia lanjut itu dan juga 6000 anak tangga yang telah dibuat Liu.
Liu Ming Sheng, satu dari 7 orang anak mereka mengatakan, "Orang tuaku sangat saling mengasihi, mereka hidup menyendiri selama lebih dari 50 tahun dan tak pernah berpisah sehari pun. Selama itu ayah telah memahat 6000 anak tangga itu untuk menyukakan hati ibuku, walau pun ia tidak terlalu sering turun gunung.
Pasangan ini hidup dalam damai selama lebih dari 50 tahun. Suatu hari Liu yang sudah berusia 72 tahun pingsan ketika pulang dari ladangnya. Xu duduk dan berdoa bersama suaminya sampai Liu akhirnya meninggal dalam pelukannya. Karena sangat mencintai isterinya, genggaman Liu sangat sukar dilepaskan dari tangan Xu, isterinya.


"Kau telah berjanji akan memeliharakanku dan akan terus bersamaku sampai aku meninggal, sekarang kau telah mendahuluikun, bagaimana akan dapat hidup tanpamu?"
Selama beberapa hari Xu terus-menerus mengulangi kalimat ini sambil meraba peti jenasah suaminya dan dengan air mata yang membasahi pipinya.

Pada tahun 2006 kisah ini menjadi salah satu dari 10 kisah cinta yang terkenal di China, yang dikumpulkan oleh majalah Chinese Women Weekly.

Pemerintah telah memutuskan untuk melestarikan "anak tangga cinta" itu, dan tempat kediaman mereka telah dijadikan musium agar kisah cinta ini dapat hidup terus.

Yuk lanjut bacanya...

Rabu, 05 November 2008

Celengan

(Kisah ini terjadi pada tahun 2007 ketika masih disibukkan dengan kampus).

Alkisah, dua orang sahabat berinisial MM dan MG tengah dilanda euforia angkasa raya untuk memiliki sebuah celengan....(Dilatarbelakangi oleh cerita Weni kRiting kalo dia pernah punya celengan dan ternyata ketika di bongkar, hasilnya kayak harta rampasan...lumayan besar jumlahnya...Dan seru sewaktu menyaksikan gelindingan dan geletakan receh dan kertas sesaat setelah pembongkaran. Sensasi yang sempurna...**terutama bagi yang matre ma recehan...hi99x).

Jadilah malam itu aku dan sohib MG bertekad untuk memiliki sebuah celengan. Dengan semangat yang begitu menggelora, akhirnya dua orang anak ini ngebut keliling kota Pontianak di malam hari demi mencari sebuah celengan sebagai investasi idup dan untuk mencari "sensasi berbeda" sebagaimana yang diceritain Weni Kriting tadi.. Kalo gak salah after isya, en dosen lagi gak ada...Kita berdua menghambur ke parkiran kampus dan langsung menghilang.

"Beli yang kayak gimana seh..pa gak sebaiknya bikin sendiri aja pake kaleng susu!" usul Mega dengan wajah bahagia. Saat itu dia duduk di jok blakang.

"Ogah!! Kita beli yang dari plastik berbentuk kucing atau apa kek..yang lucu lah! Biar semangat masukin duitnya," tolakku kejam.

Kamipun konsentrasi menelusuri jalan ahmad yani dan berputar-putar sampai kawasan kota baru dengan pandangan yang awas dan fokus. Sesekali berhenti di tempat-tempat yang di rasa ada menjual celengan idaman.

Gila! Seingatku waktu itu mulai dari gift shop dan toko2 pinggir jalan kita berdua masuki. Tapi sussah banget ternyata nemu satu aja yang nyantol di hati. Ada seh yang bagus tapi mahal banget...pake kunci segala.

"Gak usah pake kunci....Kita ini orangnya plupa..tar kuncinya ilang malah repot," omelku, sambil melirik harga yang tertera, lalu dengan enteng mengembalikan kepada si penjaga toko. Barang itupun berpindah lagi ke si pemilik toko yang wajahnya berubah jadi asem-asem gak sedap (kayak nano-nano). Mega manut. Dia juga sungkan mengeluarkan uang seharga yang tertera, bagusan cari yang lebih murahan...Hehehehehehehehe. Akhirnya kami kabur dari gift shop tsb dan melanjutkan perjalanan.

Makan waktu yang cukup lama juga untuk mencari-cari celengan idaman. Udah cape, lelah, bosan. Mana udah malem lagi n harus segera balik ke kampus. Tapi entah mengapa, inilah salah satu sifat jelek kita berdua. Kalo udah ada maunya, harus dikabulkan sekarang juga! Ngga bisa engga! Kalo ngga kesampaian bisa stress.

Mega : "Harus ktemu malam ini! Kalo ngga gak bisa tidur...!"
Aku : " Iya...tar kita gak konsen belajarnya. Kan masi ada mata kuliah ketiga..."


Aha! Pucuk di cinta toko kelontong tiba. Sebuah toko kelontong menarik perhatian kami. Eureka!


Emang siy..waktu ngeliatnya agak-agak ngeri gitu. Soalnya di depannya berjejer para preman yang duduk-duduk sambil mengepul-ngepulkan asap rokoknya. Mana matanya liar n sangar lagi..Dengan segenap kewaspadaan dan langkah di gagah-gagahin en wajah di sangar-sangarin, kugandeng Mega untuk masuk ke toko kelontong harapan kami itu. Toko itu terkesan berantakan dan penuh. Dimana-mana barang-barang ditumpuk-tumpuk sehingga kesannya pengap dan rame. Ada ngga ya jual celengan?


Benar! Disana terdapat bermacam-macam bentuk celengan. Dari yang berbentuk sapi, rumah, kodok, pinguin dan ayam serta yang lainnya. Dengan gegap gempita kami menanyakan harga.

Wow! Finally, terjadilah kesepakatan harga dengan si pemilik toko.



Sebuah celengan ayam berwarna pink menjadi milikku. Dan sebuah celengan lumba-lumba berwarna biru, jatuh ke tangan Mega. Ekor lumba-lumba itu memanjang ke atas, dan hanya ada sedikit garis sebagai lubang untuk memasukan uang. Aku sempat protes..

"Ambil yang rumah aja, ato yang ayam. Ni lubang duitnya gak jelas tar susah masukinnya..."

"Gak ah..biarin aja niy bentuknya lebih bagus..." Mega tak peduli.

Yang jelas saat keluar toko, dengan dua plastik item kresek di tangan, kami berdua senang. Dan segera kembali ke kampus dengan prasaan lega.


Di dalam hati berikrar, akan rajin menabung di celengan dan gak akan "membiarkan" uang logam tergeletak sia-sia begitu saja. Walau hanya bernilai seratusan. Kami berjanji!!

************************************************************************************

Dua bulanan kemudian. Setting : Rumahku.

Papa : "De'....ni celengan napa dianggurin gini di atas tipi..."
Aku : "Biarin aja pa...taro aja disitu..."
Papa : "Isinya cuma segini???" (sambil ngegoncang celengan). Bunyinya cuma krecek-krecek gak meyakinkan.
Aku : "Iya....isi in lah"...(jawabku tak bergairah).

Nah akhirnya sodara-sodara. Hingga detik ini celengan tsb jadi milik Papa n Papa yang rajin mengisinya. Hilang sudah keinginan hebat dulu to punya celengan dan rajin mengisinya.

Bagaimana dengan Mega??

Suatu hari kutanya dia..

Aku : "Ga..gimana celengan lumba-lumbanya?"

Ternyata dia lebih parah dibanding aku.

Mega : "Lum ada isinya sama sekali...."

Hehehehehehehe......udah ampir setaun tuw celengan gak ada isinya sama sekali.....

Yuk lanjut bacanya...

Selasa, 04 November 2008

Hadiah bunga di pagi hari

Pagi-pagi gini dengan tergesa-gesa jam 7 pagi aku tergopoh-gopoh menaiki tangga radio. Secara tadi malem dapat pesen dari Abu Fazli untuk segera memposting kolom Samudera hidayah untuk Majalah Qalam.....Katanya gak ada..Padahal aku yakin sekali udah kuposting beberapa hari yang lalu.

Tuw khan bener sekalinya saya cek..ade ba!! Hi99x... mang lah.

Iseng sambil ku cek email pribadiku. Jreng..!!

Aku dapet kiriman setangkai bunga mawar. Plus sebuah pesan pendek. Yah pesannya gak perlu kali ya saya pamerin disini..Cukup bunganya aja...

Hari ini dikrimin bunga...Besok dikirimin apa ya?? He256x. Kidding.

Dah ah. Harus segera cao niy.... Ntar di tegor ma Kepsek tempat aku PPL or staf-stafnya...

**Dasar mahasiswi bandel** >> Mr. Hendra Mode On



Yuk lanjut bacanya...

Senin, 03 November 2008

Cukupkan dengan 1 kata. .

Beberapa hari lalu, saya iseng-iseng ngutak-ngatik saved message di nokia 5300-saya. Ada sebuah pesan tersimpan yang sebenarnya sudah tersimpan cukup lama. Bunyinya kira-kira kayak gini…

gAmBaRkan sY dgn 1 kata. HanYa 1 kaTa! KiRim jaWaBannYa padaKu dan KiRim lagi JawaBan ini ke tEmen2mu yang lain aGar KmU tw sPRti aPa kaMu Bagi mReka!

Pikir punya pikir, tergelitik juga nih tuk mencoba kembali mengirimkan sms tsb pada teman-teman “baru” yang saat ini cukup dekat dengan saya…kalau sobat-sobat yang lama seh udah pernah. Mulai dari jawaban “Lucu, ranting, misterius,” dan entah apalagi sayapun uda lupa saking banyaknya. Nah, jadi pengen tau lagi kali ini. Apa ya jawaban teman-teman tentang saya? Gak yakin juga bakal mereka balas..ternyata responnya positif..

Sms pertama masuk.
“Thumb”.
Ni dari temen di Bandung yang saya temui di komunitas blogger ini..Gak tau pa maksutnya pa artinya jempolan or apa, gitu. Malu juga mau nanya lagi. Ato jangan-jangan saya secantik dan seimut Thumbelina? Ah gak tau juga...

Sms kedua.
“Lucu”.
Ni dari bang sam. Singkat, padat, bikin mengkerut jidat. Lucu? Orang seserius saya di bilang lucu. Ah gak tau juga…

Sms ke3.
1 kata?! Subhanallah…
Wah Black Ustadz dah ngomong gini saya no Comment deh

Sms ke-4.
“Gorgeous”…
Ni dari sapa, ya? Ada deh, pokoknya dari org yang wise lah...hehehe.

Sms ke-5.
“Apa y..scr karakter aq g tlalu mngenalmu,bagaimana dn spt ap!cm bs liat dr pic mu yang mukanya tampak beda2..he6 tp cantik(1 kata yg tepat, mungkin)”
Ni dari Dogol. Cuma minta 1 kata malah nyeloteh, dia.. Tapi gpp deh..khan komen’a positif dan jujur..whehehe..mkasiy ya

Sms ke-6.
“No coment aja”
Basi! Sms ini pastinya datang dari orang yg paling narxis yang pernah saya kenal, dan dia tidak mau mengakui apa yang ada pada sahabatnya. Huh. Tapi gapapa. Biar saja dia nyibukin diri dengan dirinya sendiri...Soalnya dia ini lagi sibuk banting tulang nyari duit.

Sms ke-7.
“Imaginatif”
Tetangga deket rumah. Masi sempet juga dia nge-reply....makasiy..

Sms ke-8.
“1 kata buatmu Mi, “aneh”. Itu hanya 1 dr ribuan kata yang tergambar dr dirimu yang terlintas dpikiranku. Mgkin bahkan 1000 smspun tak kan cukup utk menggambarkan dirimu.”
Gak ngerti …

Sms ke-9
“Cantik”
Terima kasih..jujur amat..nyehehe

Sms ke-10
“Imut”
Dari sohib yang gak putus-putusnya ngedoain saya. Kirain dia mau jawab “Sholehah”..eh ternyata enggak..hi9x

Sms ke-11
“U pintar”
Biasalah temen kampus. Makasi ya…

Sms ke-12
“CANTIK. Bkn dalam artian yang sempit,tp dalam arti yg lebih luas.krn cantik bkn hny untuk tampilan fisik,tp lbh dr itu”
Jadi pengen nraktir yamg ngirim sms ini..hehehe

Sms ke-13
“Ekspresif” (*)
Dari Bintang. Yeah, dapat dimengerti knapa si kutu eh predator buku ini bilang begitu..Makasiy adikku...

Sms ke-14
“Subhanallah”
Nah ni dari orang yang paling jaring muji. Tadinya sempat kepikiran dia akan langsung mengeluarkan hadits-hadits shohih atau tausiyah yang bakal memberatkanku trus aku akan minta map gitu. Ternyata engga.

Sms ke-15
“You Are a strong girl/ CAT WOMAN”
Halah! Gak jelas banget neh dari kpala suku …gak intelek banget jawabannya…

Sms ke-16
“Periang. Mimi seperti seorang yang gak pernah sedih..he he”
Surprise juga ternyata replica kiwil ini dengan bersahaja mau me-reply sms-ku. Makasiy ya..Moga sukses ngelamar kerjaannya di Jakarta.

Sms ke-17
“Beautiful”
Aciiik…ni dari dinie the kupu…moga gak ada to be continued-nya…biasanya ni org ada “tapi”-nya gitu..hihi256x..mkasiy ya bu…..

Sms ke-18
“Gesit”
Wah mbak Tugu neh becanda kali. Kayaknya sindiran deh…

Sms ke-19
“Smart!”
Dari manten baru yang lagi ikut suaminya ke Balai Karangan. Sempet-sempet, lagi cerita tentang durian balai karangan. Bikin ngiler aja. .Makasiy ya ukhtiy..U are The best lah..

Sms ke-20
“Uniq. Kalo aq?”
Dari Ummi sohib masa kecil. Maksiy ya Mi….

Nah sodara-sodara..kira-kira inilah jawaban-jawaban dari temen-temen dan tetangga saya. Sebagian ada yang ngga mau me-reply. Ngga tau apa alasannya. Mungkin gak terlalu penting juga, kali ya. Ato lagi gak ada pulsa…. tapi gapapa .. 

Buat teman-teman yang merasa pernah me-reply sms ini saya ucapkan terima kasih atas perhatian, waktu, pikiran dan pulsanya untuk saya. Ya, hanyalah seorang “saya”.  Saya bahagia sekali atas atensi yang sudah diberikan.

Nah, kawan-kawan nak tau, ape jadi nye after ni? (Upin Ipin Mode On). Sepertinya kita butuh sms sejenis dengan versi yang berbeda.

Kira-kira seperti ini…
Sahabat..berikan padaku 1 kata negative sifatku yang pernah anda temui. 1 aja dulu! SmoGa dengAn beGitu ku kan Bisa meMperbaiki sifat itu. Balas sms ini dan Kirimkan kembali ke teman-temanmu sBg kaca diri. GooD luCk..

Do’a-ku hari ini:

Ya Allah..terima kasih karena telah menganugerahkan kepadaku teman-teman yang baik, Yang bahkan 1 kata tentangku bagi mereka adalah keseluruhannya yang baik-baik saja.

Padahal begitu banyak hal yang belum mereka ketahui tentangku, karena Engkau, ya Allah..senantiasa menutupi aib-aib dan keburukan sifatku…

Teman, bagaimana mungkin Allah sebegitu ketatnya menjaga harga diri kita, kemudian kita harus menyia-nyiakan kepercayaan dari-Nya? Subhanallah, Allah tutup aib kita namun tak jarang diri yang hina ini dengan congkaknya kembali merobek dan menyingkap tabir kita sendiri?

Hanya untuk perenungan diri. Untuk diri yang lemah dan dibanjiri dosa. Semoga bermanfaat…

Yuk lanjut bacanya...

Kamis, 23 Oktober 2008

Don't do that for your Mom...


Ibumu adalah satu-satunya ibu
Tiada 2 ibu dalam hidupmu

Jika ada
Namanya bukan ibu lagi
Tapi ada tambahan gelar
Ibu Tiri
Ibu Angkat

Ibumu adalah satu-satunya wanita yang paling cantik
Walau dia datang dengan seribu omelan dan ceramah
Tapi ibumu adalah orang yang paling sayang
Karena dia masih berbicara kepadamu
Orang yang tidak berbicara kepadamu
Adalah orang yang tidak mengenalmu
Atau orang yang sudah meninggalkan dunia ini
Atau orang yang sakit jiwa
Dan ibumu masih mengenalmu, dia belum meninggalkan dunia ini dan dia
tidak sakit jiwa

Ibumu adalah orang yang menjadi Syurga dan Nerakamu
Tatkala seorang sahabat pergi berjihad
Dia tidak izin dengan orangtuanya
Keduanya menangis meratapi kepergian anaknya yang tanpa izin
Kejadian ini didengar Nabi
Beliau perintahkan sahabat itu kembali ke rumah
Sebelum pergi Nabi meninggalkan pesan singkat
"Buatlah keduanya tertawa, setelah sebelum ini keduanya menangis"
Tak terhitung berapa banyak anak Palestina yang pamit sebelum
melaksanakan bom syahidnya
Mereka berpamit dengan ibunya
Sang ibu melepasnya dengan ikhlas
Mendoakannya

Dan dirimu........

Tidaklah dirimu pergi ke medan sekelas jihad di Palestina
Tapi izin dan pamit
Sebagai tanda cintamu pada ibumu
Adalah sesuatu yang tidak boleh engkau abaikan
Ibumu masih hidup
Suatu hari nanti
Jika dia sudah tiada
Engkau takkan bisa lagi mendengar suaranya
Takkan bisa lagi memberikan kepadanya pakaian
Engkau hanya bertemu batu nisan disana
Terpahat nama, tanggal lahir dan wafatnya
Tapi kan terpahat selamanya dihatimu
Penyesalan

Karena mengabaikan sikapmu yang indah pada ibumu
Sebelum segalanya terlambat
Berbuat baiklah kepada ibu, rendahkanlah ucapan dan agungkan sikap
penghormatanmu Kepada ibumu

"Dan kami perintahkan kepada manusia
untuk berbuat baik kepada ibu bapaknya
Ibunya telah mengandung dirinya dalam keadaan payah diatas payah
Berbuat baiklah kepada ibu bapakmu
Dan kepada Kamilah kembalimu"


(Terima kasih, Kakak, atas artikel ini. Selalu merindukan dan menghormatimu....)

Yuk lanjut bacanya...

Saat harus berpaling lagi...


Jika sebuah pengkhianatan adalah hal keji di muka bumi ini, maka bisa jadi mengkhianati Allah dengan lari dari-Nya ketika sedang bermasalah bisa jadi merupakan sebuah kekejian yang paling bengis.

Hari ini segala semangat kehidupanku menguap. Untuk sejenak saja, kukira ( setidaknya ketika aku menulis ini).

Dengan segenap rasa berat di dada, aku terbang bersama dunia maya. Tanpa tujuan, tanpa keinginan. Semuanya dilakukan tanpa asa.

Gemetar, itu yang aku rasakan sekarang......

Hingga pada akhirnya, laksana sebuah saputan air di bibir pantai,sampailah aku pada kalimat ini...Kutemukan kata-kata indah itu dari sebuah shoutbox.

Andaikan engkau perlu kekasih,maka pilihlah ALLAH. Kiranya engkau perlu teman sejati,maka dampingilah AL-QURAN. Jikalau engkau perlu kekuatan dalam kehidupan,maka bertawakallah pada ALLAH & bersabarlah....


Allah, aku kembali pada-Mu.............

Yuk lanjut bacanya...

Minggu, 12 Oktober 2008

Legolas


Full name: Legolas Greenleaf
Name meaning: Legolas=Greenleaf (Sindarin Elvish)
Aliases: None
Date of birth: Unknown in the books; TA 87 in the movies
Date of death: Unknown
Race: Elf
Parents: Thranduil (father); mother unknown
Siblings: Unknown
Spouse: None
Children: None
Hair color: Unknown in the books; blond in the movies
Eye color: Unknown in the books; blue in the movies
Played in the movies by: Orlando Bloom

History: Legolas was the son of Thranduil, king of the Elves of Mirkwood Forest. The Elves of Mirkwood were charged with protecting Gollum, but they couldn't bear to keep the creature in prison, and let him climb trees in the forest. One day Gollum refused to come down from his perch, and around June 20th, TA 3018, he was rescued by orcs. All his Elven guards were slain, and Thranduil sent his son to Rivendell to tell Elrond of Gollum's escape. After telling the Council the news (and having a brief argument with Glóin the Dwarf, whom Thranduil had imprisoned long ago), Legolas was chosen to represent the Elves in the Fellowship.

After Gandalf fell in Moria, the Fellowship journeyed to Lothlorien, where Legolas conversed with Haldir and the other guards of the forest. Haldir required that Gimli be blindfolded while walking through the land, which was not at all to the Dwarf's liking. He did say that he would be content if only Legolas would share his blindness, which greatly offended the Elf. But, after staying in Lothlorien for some time, Legolas began to develop a curious friendship with Gimli, taking the Dwarf with him on all his exploits. Before leaving the wood, Queen Galadriel gave Legolas a bow of the Galadhrim. Legolas put the weapon to good use when a Nazgul flew over the heads of the Fellowship: the Elf shot the steed out from under the Ringwraith. After Frodo and Sam fled from Amon Hen, Legolas chose to accompany Aragorn and Gimli in the hunt for Merry and Pippin.

Legolas never tired on the search, and when the Three Hunters came to Fangorn Forest, Legolas was fascinated by the old trees. He at first mistook an old wizard clad in white for Saruman, and tried to shoot an arrow at him, but was the first of the companions to figure out that the wizard was, in fact, Gandalf. The four companions rode to Edoras, and after Gandalf healed King Théoden, they travelled to Helm's Deep. Legolas fought bravely at the fortress, playing an orc-killing game with Gimli. Legolas' final score was 41; Gimli's was 42.

Legolas accompanied Aragorn, Gimli, Gandalf, and a small group of Rohirrim to Orthanc, where he witnessed the downfall of Saruman. Legolas chose to continue to follow Aragorn, even to the Paths of the Dead: the ghosts of Men held no terror for him. He helped man the Corsair ships in which the companions sailed to Minas Tirith, and fought courageously at the Battle of the Pelennor Fields. He journeyed with the Captains of the West to Mordor and fought in the Last Battle before the Gates of Mordor.

After the War of the Ring, Legolas stayed at Minas Tirith for Aragorn's coronation and wedding. He accompanied Théoden's funeral procession, and at Helm's Deep fulfilled his bargain with Gimli: if the Elf would visit the Glittering Caves with the Dwarf, then the Dwarf would explore Fangorn Forest with the Elf. After visiting the caves, Legolas could only say that Gimli alone could find words to describe them. Gimli was less willing to fulfill his part of the bargain, but the two took leave of their companions and explored Fangorn.

Legolas led many Wood Elves to Ithilien, where they beautified the war-torn land. Many years later, in FO 120, Legolas built a ship, and he and Gimli passed over the Sea to the Undying Lands.

Yuk lanjut bacanya...

Kamis, 02 Oktober 2008

Sekali lagi tentang ini....


“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Agama (Allah); (tetaplah atas) Fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan terhadap fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (QS.Ar-Rum:30)

Sms seorang sahabat menggetarkan hatiku. Sungguh, barisan kata itu begitu padu menggaung sampai ke kedalaman hati. Sahabatku berkata.....

“Fitrah Allah, telah memfitrahkan manusia atasnya (Al-Qur’an). Fitrah manusia itu adalah hidup dengan Al-Qur’an. Jika hidupnya jauh dari Al-qur’an berarti ia sudah jauh dari fitrah”

Subhanallah Maha suci Engkau Ya Allah........

Yuk lanjut bacanya...

Rabu, 01 Oktober 2008

Senin, 29 September 2008

"Jangan-jangan nggak bisa masak, Tante?"



Gimana prasaan kita jika H-2, H-1, hari H, H+1 (dan seterusnya) dengan H yang tak terkira, menjelang hari raya idul fitri kita masih tersibukkan dengan kesibukan di luar tanpa "menyentuh" urusan dalam rumah? Padahal yang namanya Idul Fithri begitu eloknya jika anak perempuan (palagi kalo dia semata wayang alias cewek satu-satunya), lebih banyak berdiam diri di rumah, membantu Ibu mempersiapkan segala macam keperluan hari raya secara FOKUS, TERARAH dan PROFESIONAL (halah, apa coba!).

Sore kemarin terjadi percakapan antara dua orang insan yakni Ibu saya dan ***Yang-Tak-Boleh-Disebut-Namanya** atau "KAU-TAHU-SIAPA" (Ih, kayak Lord Voldemort aja). Settingnya adalah halaman rumah saya dan terjadi bertepatan ketika kami akan menghadiri undangan buka puasa bersama keluarga besar Sukadana yang digawangin oleh OSO (Oesman Sapta Oedang)di Grand mahkota Hotel.

Singkat cerita, 2 tokoh dari tulisan ini tadi bercakap-cakap gak tau juga awal mula yang diomongin apa, bertepatan pada saat saya masuk bentar ke rumah dengan terburu-buru untuk mengambil slayer yang tertinggal ( panas banget bo' mataharinya.. Gak boleh keluar tanpa slayer dong..). Samar-samar saat melangkah menuju halaman, suara mereka terbawa oleh angin sore berhawa panas dan mudik di telingaku yang ngga tajem-tajem amat ini.

IBU : "....................." ( Belum kedengaran jelas yang diomongin)

Lord Voldemort : "....zz..mimi.......ZzZ." (Udah mulai samar-samar)

IBU : ".........ZzZ..ya..Mi..Ya...ZzzZZ...."

Lord Voldemort : "ZzZ...Hmm...Itulah....,, ZzZz..."

IBU : "...Ya, zzZZzz......mungkin...ZzzZZ"

Lord Voldemort : "Hmm...jadi ZzzZZ Mimi....ZzZZ..."

Akhirnya........

IBU : "Mimi sibuk sering di luar....."

Lord Voldemort : "Wah wah, jangan-jangan Mimi nggak bisa masak nih, Tante?"

TRINGG!!! Ni hal-hal yang tergolong sensitif bagi saya. Pas minta statement pembicaraan tsb diulang, Yah..ngga ada siaran ulangnya. Yang jelas prasangka saya gini : Lagi ngomongin Mimi yang sering keluar rumah dan ngga bisa masak...Gitu.

Yang jelas melalui tulisan ini, mewakili mereka yang tersibukan di luar rumah (mewakili akhwat Radio juga, sebangsa K nana en Risma). Saya hanya ingin meminta maaf kepada sanak keluarga mulai dari keluarga inti ampe keluarga besar. Bahwasanya saya sangat menghargai stempel Djarum Super (Djarang di Rumah Suka Pergi), namun dengan berbesar hati saya hanya ingin menyentuh sudut terhalus semuanya bahwa apa yang saya lakukan disini semuanya Insya Allah juga mengandung kebaikan dan kemaslahatan (Amien....). Jadi tolong dimaapkan..... >^,^<

Semoga di waktu dekat ini saya bisa memperbaiki siklus hidup saya. Agar tidak ada pihak-pihak yang terdzolimi. Jika hampir setengah dari Ramadhan ini saya habiskan untuk berbuka di luar rumah (hik256x) saya harap jika umur saya sampai tahun depan di ramadhan selanjutnya, Allah akan mudahkan saya untuk lebih sering berada bersama-sama keluarga di rumah. Amien256x.

"Jangan-jangan nggak bisa masak, Tante?"

Duwh....kata-kata ini sungguh membuatku terluka.....( Hiy, apa coba!!).

Dah ah pamit dulu......

Wassalam

Yuk lanjut bacanya...