Kamis, 31 Januari 2008

eX-Ex-eX (part II)


Jika Duka berbilang..

Tuhan.....
Jika duka berbilang
Jangan dulu kau tiup awan-awan
Karena masih kutatap burung-burung berselimut dedaunan
beriring-iring, berformasi walau dalam diam


Tuhan,
Jika yang kau tetapkan ini adalah sebuah kebaikan
Rapikan lagi, Tuhan....
Asa jiwaku yang telah berderak bergelimpangan
Agar tak luluh peri kecil ini di telan arus keputus asaan

Jika duka berbilang
Tak ingin aku lepas dari janjiMu Tuhan..........


Dec, 5 2006

Yuk lanjut bacanya...

eX-Ex-eX


Buka-buka Diaryku 2 tahun lalu, kutemukan lembaran ini..goresan kecil yang maknanya kembali hadir dan lahir. Menyapa kembali arti keakuan diri...

BIMBANG

Jiwa memang rapuh
Kuasa kutahanpun ia akan terus mengaduh

Bagaimana tak bimbang
Bagaimana tak mungkin jeri
Rupa yang kini tergantikan bimbang,

Tak lagi memoles senyum peri


Kenapa mereka gantikan tangis

Setelah dulunya tawa?


Kuyakin harap sedang bersembunyi

Namun tetap ku tak yakin
dia akan kembali

Duhai Allah

Genggamlah hati di wadah bermandikan cahaya syurga

Agar kudapat menjadi
Bidadari syurga nan jeli itu

Kadang bimbang...

Merayu senang..

Senang datang...

Duka belum tentu hilang..


Dan ternyata kini...

Kumasih..

Bimbang.
..



Yuk lanjut bacanya...

Selasa, 29 Januari 2008

Posisi duduk perempuan cerminkan kepribadiannya

Biasanya kaum lelaki selalu memperhatikan bentuk tubuh dari perempuan tetapi sebenarnya masih banyak hal lain yang perlu diperhatikan pada perempuan. pisss

Salah satunya adalah mempelajari sikap duduknya karena dengan melihat posisi kakinya saat dia duduk maka anda bisa mengetahui kepribadiannya. Lihat posisi kakinya secara samar dan seksama karena biasanya gaya duduk tidak segaja diatur tapi dilakukan secara alamiah atau tidak sadar. Jadi tidak ada salahnya anda simak beberapa rahasia posisi duduknya agar anda bisa melihat prilaku tersembunyi di balik segala sikapnya pada anda selama ini.

Mari kita liat satu-satu ya...... bersulang

Bila dia duduk manis dengan tangan diatas lutut atau diatas kedua paha maka mengindikasikan bahwa perempuan ini memiliki sifat kekanak-kanakan ngacir . Perempuan ini adalah seorang pengkhayal sejati, senang melamun hal-hal yang romantis dan seksi. Karena perempuan ini sangat romantis dan sangat memuja cinta sehingga mudah terbuai dengan anggan-anggannya. Apalagi jika diminta menjadi pasangan dari seorang lelaki tampan yang saat melamar dengan membawa sekotak berlian maka hatinya akan berbunga-bunga dan terbang melawang di awan cinta. malu

Perempuan yang duduk kaki sejajar biasanya duduk dengan seluruh tubuh bersandar ke kursi dan posisi kaki sejajar serta tertata rapi ternyata menunjukkan bahwa dia adalah tipe perempuan yang hangat. Sebuah penolakan saja tidak akan membuatnya malu, apalagi mundur karena dia akan merasa puas, apabila apa yang sudah dalam genggamannya akan dikerjakan dengan tuntas.

Jika perempuan senang duduk dengan posisi kaki terbentang lebar menandakan bahwa dia merupakan tipe perempuan yang selalu ceria, mudah bergaul dan seorang penggoda tulen. Tapi jika dia tahu penampilannya dianggap serius maka dia dapat berubah menjadi perempuan yang jutek dan ketus. Kesannya seperti jinak-jinak merpati saja.I-Luv_indonesia


Untuk perempuan yang senang duduk di pinggiran kursi atau ujung kursi dengan posisi kaki yang tertata rapi maka tergolong perempuan yang bijaksana dan baik hati. Biasanya dia tidak segan membantu orang yang memerlukannya. Dia juga termasuk orang yang mudah percaya dengan janji-janji tanpa perlu pembuktian. Hal ini mengakibatkan perempuan ini sering tertipu dan mudah termakan rayuan gombal para lelaki buaya. Karena cukup dengan kata cinta dan janji pernikahan saja sudah dapat membuatnya lupa daratan karena kasmaran.

Perempuan ini juga termasuk orang yang peka dan mudah bereaksi cepat jika dia tahu ada lelaki yang memberikan perhatian lebih kepadanya. Apalagi perempuan ini tergolong orang yang tidak tega menolak cinta sehingga terkesan perempuan gampangan dan karena itu dia sering terperangkap dalam masalah yang akan disesalinya setelah melihat kehidupan yang nyata.

Sedangkan kaum perempuan yang duduk menyilang dengan kaki saling tumpang tindih dengan lutut dan menjatuhkan tungkainya yang jenjang itu menandakan bahwa dia adalah seorang yang memiliki pendirian teguh, tidak mudah tergoda dan tertipu oleh rayuan-rayuan gombal oleh kaum lelaki mana pun. Dia sangat fasih dalam melihat cinta yang gombal dan cinta mana yang dapat diandalkannya. Biasanya dia juga sangat jeli mengukur ketebalan dompet lelaki yang memujanya, apalagi uang lelaki itu hasil jerih payahnya sendiri atau minta kepada orang tuanya.fuck

Tipe perempuan ini termasuk yang sangat concern atau hati-hati dalam menguji dan mengkalkulasi segala keuntungan yang akan dia dapatkan sebelum membuat keputusan. Apalagi dia termasuk perempuan yang tidak mau menyesal ataupun me-revisi kekurangan-kekurangan pasangannya nanti. Begitu dia yakin pasangannya dapat diandalkan maka dia tidak akan ambil pusing lagi untuk jatuh ke dalam dekapannya.Tapi dia juga merupakan perempuan yang anti diberi nasihatmaho. Karena dia merasa bahwa dirinya paling benar dalam urusan apapun. Sehingga dia tergolong orang yang egois dan sangat mementingkan dirinya sendiri. Tapi jika pasangannya dapat memberikannya kehidupan yang makmur seumur hidupnya maka dia tidak peduli usia pasangannya lebih tua atau muda sehingga dia akan tetap mau dinikahi juga. Tapi bukan berarti dia seorang materialistis sejati tapi sebenarnya dia adalah tipe perempuan yang berpendirian dan tidak mudah goyah dengan godaan-godaan yang akan membuat dirinya tidak percaya diri dengan lelaki pilihannya. Karena dia seorang perempuan yang terkenal sabar dan rajin dalam melakukan kegiatan-kegiatannya.

Jadi memang sulit saat anda ingin memilih pasangan tapi anda tidak bisa melihat sifat dan prilaku perempuan hanya dari sikap duduknya saja. Hal yang lebih utama adalah melihat dari kepribadiannya sehari-hari saat bersama anda. Hal itulah yang seharusnya diperhitungkan dan dijadikan bahan pertimbangan apakah dia pantas dijadikan isteri dan ibu dari anak-anak anda kelak atau hanya sebatas pasangan bersenang-senang saja. hohohoho

www.perempuan.com

Yah….semoga bermanfaat

Yuk lanjut bacanya...

Bias Sang Andromeda



Indah…..

Alunan pertama saat kusibak tirai hati

Gemerisik jingga menyemburat memecah warna pelangi

Pujanggapun menjadi buta

Bila melihat kau sang Andromeda

Aura samudera dan angkasa meraya

Berbinar penuh,

melompati rona-rona waktu yang memasung jiwa

Jika bukan karena Andromeda

Mengapa awan-awan hati kembali membuana

Jika bukan karena sinaran Andromeda

Tak kan bisa kuhidupkan lagi

pelita selaksa aura

Karena ia berbias

Laksana misyqat cinta

jauh….

menerowong ke kedalaman hati

December 2006

Yuk lanjut bacanya...

Konserto dakwah : Renungan untukmu Selebritis syurga


Ketika hari ini……..
Kamu masih bisa menikmati sarapan dan makan siangmu
Kamu masih bisa menyapa tetangga kanan-kirimu
Bertemu dengan saudara-saudara seperjuanganmu di arena Dakwah
Menghadiri majelis-majelis dan menjalin silaturrahim
Menuntut ilmu dan memiliki pernak-pernik aksesoris duniawi
Menikmati sholat dan tilawah serta hapalan Qur’anmu
Ataupun berkumpul tuk bercerita dan tertawa
Hingga kembali lagi ke pembaringan tuk menerima jatah istirahat di malam harimu……

Ternyata…..
Masih sering terbetik su’udzon di hati terhadap saudara-saudaramu..
Masih menempel ketidak-tsiqohan pada qiyadahmu…
Dzalimnya kamu terhadap jundi-jundimu…….
Masih bertengger riya’yang memenuhi rongga hatimu….
Basah lisanmu dengan kesia-siaan kosakata yang menggelincirkan…
Keluhan-keluhan tak berarti acap kali kautembakkan tuk menutupi ketidakmampuanmu menjaga iltizam…
Pandangan mata yang kerap terhujam pada hal-hal yang membutakan bashiroh…
Inilah aku dan kamu….
Yang bersembunyi di balik kekerdilan hati dan diri….

Sementara itu..
Bocah-bocah kecil tak bersepatu di camp-camp pengungsian…….
Berlari,merunduk dan merayapi tanah-tanah yang terbelah……
Menghindari sniper-sniper yang menyulap tanah mereka menjadi panggung killing field..
Tiket kematianpun menjadi best seller menghiasi hari-hari yang berharga…
Besi putih pengganti kakipun menjadi harga tukar yang dipersembahkan oleh mereka yang memproyekkan “Islamic Cleansing”…
Wanita-wanita muda bercadar melolong menghadapi teror para makar
Pemuda-pemuda dengan Al-Quran ditangan yang berhadapan dengan moncong- moncong senapan dan anjing-anjing lapar milik para Yahudi…..

Maka….
Dimana posisi kami,ya Allah?
Dimana harga dari keberadaan ini di bumi-Mu?

Ku kira kutelah meraup kebajikan sebanyak-banyaknya..
Ku pikir kutelah mampu menutupi keburukan-keburukan dengan segenap amal saleh yang mewarnai hari-hari nan betah menjadi rutinitasku
Tanpa kusadar bahwa semuanya telah menguap hilang …….
di kotori ketidak ikhlasan dan kesombongan………

Ternyata…..
Sungguh tak terhitung hutang-hutangku pada saudara-saudaraku
yang belum terbayarkan…
Hutang hartaku..hutang jihadku..bahkan hutang do’aku!
Untuk mereka yang di Aceh,Moro,Palestina,
Irak,Kosovo,Checnya,Bosnia…..
Dan entah di bumi yang mana lagi,Ya Allah..
Sungguh menggunung PR-PR besar yang belum kuselesaikan….
Betapa tak sebanding yang telah Engkau rizkikan
Dengan secuil ikhtiar yang terkadang berat aku lakukan…….

Sementara di langit sana…
Malaikat-malaikat bersayap acap menunggu
Para selebritis syurga sang Al-akhfiya’……..
Tuk dapat di jemput oleh para penduduk langit
Menjadi selebritis Syurga……………………
Kekal abadi,bersama Rasulullah tercinta
Wajah Rasulullah………
Wajah yang paling dirindu dan dicinta…

Robbi…………
Entah apalagi yang bisa kupersembahkan dan kubuktikan….
Dikala ku berdiri merunduk diperhitungkan…
Di hari dibukanya hijab…
Sementara cahaya diri meredup dan gelap……

MMc—In the End of March 2006
(Ketika dunia tak lagi lebih mahal dari dien-Mu..)

Yuk lanjut bacanya...

Pesankan saya tempat di neraka


ORANG-ORANG Mesir sangat gandrung sama al-Quran. Kemanapun mereka pergi, mereka tidak lupa untuk membawa mushaf. Tidak heran bila hampir semua orang (apapun tugas, karir dan jabatannya) terlihat membaca Quran di sela-sela waktu senggang atau ba’da shalat. Begitu juga pemilik toko, penjaganya, para karyawan, satpam, sopir taksi, bos-bos kantoran, selalu terlihat membaca al-Quran. Kalau tidak dibaca, Al-Quran mereka letakkan dengan rapih di atas mejanya, atau ditenteng dan disimpan dalam tas jika bepergian.

Ayat al-Quran juga sering diperdengarkan dari rumah-rumah sederhana hingga hotel berbintang lima, dari warung-warung kecil hingga shopping center mewah, dari sarana transportasi butut hingga pesawat terbang.

Nyaris di semua tempat selalu ada yang membaca al-Quran. Begitupun di dalam taksi, mikrolet, bus kota, kereta api, tram kota, senantiasa para pemuda, bapak-bapk dan kaum hawa senantiasa khusyu membaca Quran sambil mengusir suara bising obrolan dan deru knalpot.

Secara umum, ayat-ayat al-Quran yang “distel” di dalam kendaraan sangat bempengaruhi “karakteristik” pendengarnya. Normalnya, para penumpang malu untuk berbuat hal-hal yang tidak senonoh.

Kendati begitu, tetap saja ada saja pemandangan yang di luar dugaan. Misalnya, gara-gara ada copet akhirnya copot seluruh isi dompet. Atau ada saja yang berbuat ricuh di dalam bus lantaran rebutan tempat duduk, tak setuju tarif, perempuan disenggol laki-laki nakal, dsb. Sementara pembaca al-Quran tetap anteng dan adem ayem.

Pemandangan lain (yang di luar dugaan) juga terjadi di musim panas tahun 2002, dalam perjalanan menuju Alexandria, kota pantai yang bersejarah itu. Ada seorang gadis yang berpakaian sangat minim, bahkan tipis dan tembus pandang. Semula dia tidak kebagian tempat duduk, akhirnya berdiri, dan “terlihat” oleh semua penumpang. Kebetulan Seorang syekh mencoba mengingatkan, tapi tidak digubris. Selengkapnya ditulis oleh kolumnis majalah Almannar (bukan Almannar yang dulu dikelola syekh Muhammad Rasyid Ridho yang kemudian menulis tafsir Almannar itu, melainkan Almannar Aljadid/neo-Almannar) berikut ini:

***

Musim panas merupakan ujian yang cukup berat. Terutama bagi Muslimah, untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya. Gerah dan panas tak lantas menjadikannya menggadaikan etika. Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa terjaga. Jilbab memang memiliki multifungsi.

Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, dari Kairo ke Alexandria; di sebuah mikrobus, ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layak untuk dideskripsikan sebagai penutup aurat, karena menantang kesopanan. Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar. Tentu saja dengan cara pakaian seperti itu mengundang ‘perhatian’ kalau bisa dibahasakan sebagai keprihatinan sosial.

Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk disampingnya mengingatkan bahwa pakaian yang dikenakannya bisa mengakibatkan sesuatu yang tak baik bagi dirinya sendiri. Disamping itu, pakaian tersebut juga melanggar aturan agama dan norma kesopanan. Orang tua itu bicara agak hati-hati, pelan-pelan, sebagaimana seorang bapak terhadap anaknya.

Apa respon perempuan muda tersebut? Rupanya dia tersinggung, lalu ia ekspresikan kemarahannya karena merasa hak privasinya terusik. Hak berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif seseorang!

“Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong pesankan saya, tempat di neraka Tuhan Anda!”

Sebuah respon yang sangat frontal. Orang tua berjanggut itu hanya beristighfar. Ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah. Penumpang lain yang mendengar kemarahan si wanita ikut kaget, lalu terdiam.

Detik-detik berikutnya, suasana begitu senyap. Beberapa orang terlihat kelelahan dan terlelap dalam mimpi, tak terkecuali perempuan muda itu.

Lalu sampailah perjalanan di penghujung tujuan, di terminal terakhir mikrobus Alexandria. Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun, tapi mereka terhalangi oleh perempuan muda tersebut yang masih terlihat tidur, karena posisi tidurnya berada dekat pintu keluar.

“Bangunkan saja!” kata seorang penumpang.
“Iya, bangunkan saja!” teriak yang lainnya.

Gadis itu tetap bungkam, tiada bergeming.

Salah seorang mencoba penumpang lain yang tadi duduk di dekatnya mendekati si wanita, dan menggerak-gerakkan tubuh si gadis agar posisinya berpindah. Namun, astaghfirullah! Apakah yang terjadi? Perempuan muda tersebut benar-benar tidak bangun lagi. Ia menemui ajalnya dalam keadaan memesan neraka!
Kontan seisi mikrobus berucap istighfar, kalimat tauhid serta menggumamkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan bapak tua yang duduk di sampingnya. Ada pula yang histeris meneriakkan Allahu Akbar dengan linangan air mata.

Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan.
Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya….
Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat…
Seandainya tiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam keadaan yang buruk…
Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah…
Sungguh Allah masih menyayangi kita yang masih terus dibimbing-Nya.
Allah akan semakin mendekatkan orang-orang yang dekat dengan-NYA semakin dekat.

Dan mereka yang terlena seharusnya segera sadar…
mumpung kesempatan itu masih ada!

Apakah booking tempatnya terpenuhi di alam sana? Wallahu a’lam.

(Silahkan lihat di www.kebunhikmah.com)

Yuk lanjut bacanya...

Kamis, 24 Januari 2008

CONTOH-CONTOH PEKERJAAN HATI




EMPAT JALAN MENUJU ISTIQOMAH


Syaqiq Al-Bakhi berkata, “Ada empat hal yang termasuk jalan istiqomah. Tidak meninggalkan perintah Allah karena mengalami kesulitan, tidak meninggalkan perintah Allah karena di tangannya ada kekayaan duniawi, tidak beramal berdasarkan keinginan seseorang, dan tidak beramal karena hawa nafsu, karena hawa nafsu itu tercela. Tetapi hendaklah beramal berdasarkan Kitab Suci Al-Qur’an dan Sunnah Nabi SAW”

SEDIKITNYA ORANG YANG MENEMPUH JALAN ISTIQOMAH
Wahab bin Munabbih berkata, ”ada seorang ahli ibadah berjumpa dengan seorang ahli ibadah lainnya. Lalu ia bertanya, ”Ada apa denganmu?”. Ia menjawab, ”Aku heran terhadap si fulan. Ia sudah beribadah sedemikian rupa. Namun masih bisa dikalahkan oleh dunia. Lalu temannya menjawab, ”Jangan heran terhadap orang yang dikalahkan oleh dunia, tetapi heranlah pada orang yang istiqomah.”


MATA HATI
Khalid bin Mi’dan berkata, ”Setiap orang memiliki 4 buah mata, 2 mata di wajahnya untuk melihat urusan dunia dan dua mata di dalam hatinya untuk melihat urusan akhirat. Jika Allah mengkehendaki seseorang menjadi baik, maka Dia membukakan dua matanya yang ada di dalam hatinya, sehingga ia bisa melihat apa yang dijanjikan secara ghaib. Kedua mata itu bisa ghaib sehingga hal-hal yang ghaib.

HAL-HAL YANG MENYEBABKAN BENARNYA FIRASAT
Al-karmani berkata : ”Barangsiapa memalingkan sorot matanya dari hal-hal yang haram, menahan dirinya dari syahwat, mengisi batinnya dengan muroqabah yang terus-menerus, memakmurkan lahirnya dengan mengikuti sunnah Nabi SAW dan membiasakan diri dengan makanan yang halal, maka firasatnya tidak akan meleset.

Yuk lanjut bacanya...

Selasa, 22 Januari 2008

Saatnya bertanya….



Teman, pernahkah engkau merasakan kesendirian?

Kesendirian adalah salah satu hal yang paling aku takuti di dunia ini. Sejak kecil, aku tak pernah ditinggal sendiri. Asuhan nenek selalu menemani masa kecilku. Disaat tak ada ayah dan ibu di rumah, aku bermain-main dengan nenek. Walau ku tak harus bergabung dengan teman-teman tetangga seusiaku, dan hanya berputar-putar di sekeliling rumah atau halaman mungil kami, aku bahagia dan selalu tertawa. Karena ada seseorang disampingku. Seseorang yang kupercaya. Dan membuatku merasa aman.

Ketika memasuki usia 5 tahun, aku mulai memasuki Taman Kanak-Kanak. Aku ditinggal sendiri untuk bersekolah. Ditempatkan disebuah ”ruang” yang baru, dikelelilingi oleh orang-orang asing. Aku merasa jengah sekali. Aku merasa tidak aman. Aku lebih senang menyendiri dan membuang muka setiap teman-teman berlarian menuju ayunan-ayunan mungil yang bergantungan di halaman. Atau berdempet-dempetan tuk sekedar berbaris menuruni prosotan.

Waktu makan, dimana anak-anak melahap kotak makanan mereka sambil becanda ria dengan celotehan-celotehan aneh mereka, aku menekuk wajahku ke kotak makananku. Wajahku muram dalam diam. Tak kuhiraukan bualan-bualan teman satu mejaku yang bercerita (aku masih ingat namanya sampai sekarang, tapi enggan kusebutkan), ia bercerita bahwa dia tadi malam terbang bersama bangau putih. Dan setiap kotoran yang ia sentuh, bisa berubah menjadi emas.Begitulah. Kami duduk sekitar 5-6 orang di sebuah meja segi empat. Tiap-tiap orang menikmati sajian bekal makanan mereka. Dan seingatku, tak pernah aku menghabiskan bekalku yang sudah disiapkan ibu. Aku tak berselera untuk makan. Lagi-lagi aku merasa sendirian. Aku merasa tidak aman.

Ketika aku pindah SD, lagi-lagi aku harus berpisah dengan ibu (Ibu mengajar di Sekolah tempat aku belajar. Jadi aku pulang-pergi dengan ibu..selalu bersama...). Karena aku pindah di SD dekat rumah, waktu itu aku kelas 3 SD dan masuk siang, terkadang ibu hanya bisa mengantar kemudian pulang kerumah. Lagi-lagi aku masuk ke tempat asing yang tak kusuka. Walau masa itu teman-temanku menyambut antusias kehadiranku disana sebagai murid baru (mereka menuliskan besar-besar namaku di papan tulis, dan menambahnya lagi dengan sebuah kalimat : bidadari yang turun dari taksi. Tentu saja itu adalah sebuah pujian). Namun tetap saja aku merasa takut menghadapi mereka. Aku merasa tidak aman.

Mungkin itu adalah sedikit memoriku yang masih terendap dalam alam bawah sadarku. Betapa pemalu dan malasnya aku untuk bergaul di masa kecilku. Karena aku tak ingin mendekat kepada orang-orang yang asing dan tak meyakinkan untuk bisa melindungiku. Tapi bukan berarti aku tak punya teman sama sekali pada masa itu. Tentu ada.......

Yah, hanya ingin sedikit berbagi. Kesendirian memang menjengkelkan. Ia dekat dengan sepi dan kekosongan.

Tapi bukan berarti kesendirian selamanya membunuh kita. Kesendirian juga mampu melahirkan inspirasi-inspirasi positif.....Salah satunya, ya dengan menghasilkan tulisan. Dimana suasana hati kita sedang berada dalam ketenangan standar. Atau biasanya sisi melko (melankolis) kita sedang mencuat ke permukaan.

Seperti saat ini, kesendirian itu menyeruak lagi. Ada rasa sedih memang...tetapi ternyata kesendirian itu adalah teman. Tidak selamanya menjadi ”musuh”. Tergantung lagi cara kita untuk berdamai dengannya....

Terkadang ternyata saat-saat kesendirian adalah saat-saat yang paling indah untuk kita raih momennya...Berkhalwat dengan Allah...bermunajat kepada Allah. Dalam rintihan tahajjud.....sungguh indah...tak ada yang bisa menandingi keindahan ini..

Teringat taujih dari seorang teman : Seorang generasi robbani, tak akan pernah merasa sendirian. Karena ia tau, ada Allah yang menemaninya.

Teman........

Aku sadar sekarang..ternyata yang paling menakutkan di dunia ini bukanlah kesendirian yang seperti selama ini kutakutkan ; aku merasa tak aman karena tak ada orang lain disisiku.

Tapi... kesendirian yang paling menakutkan itu adalah...ketika Allah meninggalkan kita. Tak menyisakan sedikitpun cinta-Nya pada diri kita. Itulah musibah dunia kita. Musibah akhirat pula.

Akhirnya, saatnya bertanya. Pernahkah kau merasakan kesendirian?

Kau punya jawabannya...

Yuk lanjut bacanya...

Nama nya ‘Ilmi....





Bahagia rasanya ketika bisa berkunjung ke tempat seseorang yang sangat berarti di hidupmu..seperti kisah ku ini. Setelah cukup lama tak bersua secara langsung, aku bisa bertemu lagi dengan Sahabat sekaligus kakak kepercayaanku. Dalam sebuah momen yang sangat indah ; kelahiran putera pertamanya.

Erlita Dewi. Aku biasa memanggilnya KD panggilan singkat dari ’Kak Dewi’. Berita bahagia kudapat dari salah seorang temanku bahwa beliau sudah melahirkan anak pertamanya. Laki-laki. Jadi tak kusia-siakan kesempatan untuk berkunjung ke rumahnya, di temani Yessy, sahabatku di Radio Mujahidin FM.

Si kecilpun muncul. Saat itu usianya 8 hari. Wuahh...guanteng banget..jadi naksir..hehehehe. Dilihat dari gerak-geriknya, ni anak kayaknya akan memiliki sifat pemikir yang mendalam dan kalem (sebagaimana kedua orang tuanya gitu..). Tak kusia-siakan kesempatan, ku jepret si kecil. Lumayan, buat kenang-kenangan..

Nama si kecil yang baru melek ke dunia itu adalah Raffi Izuddin ’Ilmi. Wow! Aku suka dengan nama tengahnya..mengingatkanku pada sosok Izuddin al-Qossam, seorang syuhada Palestina tersohor__seorang komandan brigade yang luar biasa dan sangat ditakuti Israel. Tak alang-alang orang ini menjadi target buruan mereka. Padahal ternyata, Izuddin Al-Qossam adalah seorang tuna netra!

Raffi Izuddin ’Ilmi...’Ilmi panggilannya. Selamat datang ke dunia, ’Ilmi. Moga pemikiranmu kelak bisa jadi hujjah yang nyata bagi kaum Muslimin....Dan jangan lupakan tantemu ini...Tante Mimi..hehehehehe...

Yuk lanjut bacanya...

Sebingkai Negeri



Cek media massa! Semuanya ngomongin masalah kenaikan harga. Dampaknya luar biasa. Bikin para ibu berteriak-teriak tak percaya. Mereka tentu saja merasa teraniaya
( weitz..dramatizir banget g siy?? Hehe)...

Mungkin kita sudah bosan, mendengar masalah kenaikan harga. Hal ini sudah terjadi sejak lama, dan sering terjadi. Akhir-akhirnya kalo dulu-dulu seingatku, begitu masalah kenaikan harga muncul di permukaan, demo besar-besaran pun terjadi...rakyat, mahasiswa, semua yang berkepentingan turun ke jalan untuk menuntut keadilan. Maklum, ni masalah perut 200 juta rakyat Indonesia. Yang bisa jadi setengah dari jumlah itu adalah orang-orang miskin.

Aku memang bukan dari keluarga yang benar-benar berkecukupan. Tapi Alhamdulillah, kami juga tidak berkekurangan. Dampak kenaikan harga juga tidak terlalu berasa di keluargaku ( hanya di ibu aja kali yaa? Hehehe....). Maklum di rumah kami hanya bertiga, aku, ayah dan ibu. Tapi melihat di layar kaca bagaimana rakyat indonesia menjadi sengasara stadium 4, ini benar-benar situasi siaga yang luar biasa. Mungkin banyak diantara kita yang tidak terlalu ambil pusing dengan masalah ini. Buktinya masih banyak diantara rakyat indonesia itu sendiri yang hilir-mudik ke mall, pusat-pusat perbelanjaan besar dengan tentengan yang banyak begitu keluar dari sana.

Kita tidak ambil pusing, mungkin karena kita jauh dari jutaan rakyat Indonesia yang lain, yang mungkin tidak seberuntung kita si ’orang-orang kaya’..Sudah sampaikah kepada anda, berita bunuh dirinya seorang pedagang tempe di Kal-Bar karena merasa kenaikan kedelai baginya tidak adil?? Pemerintah tidak adil kepada dia, yang memang sudah hidup terhimpit dan sulit.

Istighfar kepada Allah. Saya bukannya ingin membenarkan sikapnya mengambil jalan yang salah untuk bunuh diri! Tidak. Allah sangat memurkai jalan itu. Tapi yang perlu kita sikapi disini adalah : sadarkah kita bahwa bisa jadi, kita-kita jualah yang turut andil dalam peristiwa tersebut? Bisa jadi karena tampilan-tampilan dan gaya hidup kita yang membuat banyak orang di luar sana yang merasa mereka tidak diperlakukan secara adil. Kita terlalu banyak berakting palsu dengan menampilkan segala bentuk ”keberadaan” kita sebagai orang-orang yang berada dan mampu. Sedang di pojok-pojok sana orang-orang miskin dengan perut kosong sedang menghitung hari untuk menyongsong kematian mereka. Karena jangankan untuk membeli baju bagus, untuk menyuap mulut mereka dengan sesuap nasi putihpun mungkin mereka tidak mampu. Kemiskinan sudah menjadi sahabat.

Kalau sudah begini. Jujur, saya jadi malu jika memakai pakaian bagus. Malu punya sepatu baru. Malu masih bisa punya kendaraan, yang bisa saya isi bensinnya setiap saat...

Sedangkan sekali lagi, di sudut-sudut sana banyak orang miskin yang sedang menunggu ajal mereka karena tidak makan...

Penguasa jangan ditanya lagi (walo mungkin tidak semuanya). Bosan juga mendengar mereka terlalu banyak rapat ini itu, tapi uang tetap mengalir ke kocek mereka. Hasilnya bagaimana? Biasa saja menurut kacamata awam saya. Ah sudahlah....Allah tak akan lalai terhadap mereka.

Jadi kangen ma khalifah Umar bin Abdul Aziz.....

Yuk lanjut bacanya...

Senin, 21 Januari 2008

Sebuah refleksi tak berkaki


Rutinitas terkadang menenggelamkan aku ke dalam lautan dunia yang terlalu indah warna-warnanya. Aku masuk kedalam ruang biru, dan asyik bermain dengan keindahannya. Sehingga bila aku kehilangan biru, maka aku menyesalinya dan bertanya pada-Nya ; mengapa??

Aku masuk kedalam ruang merah, dan dihentak-hentakkan oleh berbagai macam persoalan yang menjadikanku tak berdaya dan mudah putus asa karena tak sanggup menggapai obsesi-obsesi manusiawiku. Lagi-lagi kutanya pada-Nya ; mengapa??

Jingga ikut mewarnai lautan duniaku dan aku asyik tertawa, bercanda, berkata-kata yang mengubah hatiku terlalu gembira dibuatnya. Hati inipun menjadi mati. Dan akhirnya aku kembali menangis mengadu ketika menghadap-Nya.

Kolam kehidupanku adakalanya menjadi jernih dan memantulkan semburat cahaya yang sedap di pandang mata. Namun tak jarang ia juga berubah keruh dengan mengaburkan segala macam isi keindahan kolam yang tadinya penuh dengan warna.

Aku ini semacam apa? Berpaling dengan mudah ketika terjebak dalam kebahagiaan yang kukira akan abadi selamanya. Padahal ia tak lebih dari pergantian duka yang belum terbuka.

Jika menatap langit, aku iri dengan formasi burung-burung yang terbang dengan kepak sayap lebarnya...
Menatap ke arah bumi aku tersentak kagum dengan rombongan semut yang penuh kesetiakawanan patuh dan rapi menuju tujuan dengan beban yang dipikulm rata.
Air memanggilku dan menunjukkan betapa penghuni setianya, para ikan berseliweran dalam diam, tanpa banyak kata-kata sia-sia yang harus mereka ucapkan.

Arti apa yang akan aku buka jika aku ini ada?

Ataukah maknanya akan ku kubur sendiri dalamkeputus asaan yang sama-sama sulit kumengerti??

Aku tak mengerti, dan masih belum mengerti

Karena ini pun, hanyalah sebuah refleksi tanpa kaki................

Yuk lanjut bacanya...

Minggu, 20 Januari 2008

Indahnya kerjasama



Ahad pagi, lantunan adagio in c minor mengalun dari ponselku. hup! Aku mengernyit....sebuah sms cukup panjang masuk dalam inbox-ku pagi itu.

Owh....produksi radio mujahidn FM ; Mahmutt yang sms.Kalo ni orang yang sms, ngga jauh-jauh dari penugasan program "samudera Hidayah"..hehe...

Salam! Udah rekaman Samudera Hidayah kemarin, mbak? lali aku check-nya! lantaran malam ini hendak aku edit biar mengudara besok! kalau belum aku tak perlu ke kantor..besok sore k nana sedia tuk rekaman samudera hidayah! bahannye udah ade keh mbak? Mksdnya ud sama k nana? Asli aq butuh lbh banyak karakter @ Sam.hidayah sampe hasil diskusi sm sisil nanti! Apakah kita hanya butuh suara org tertentu saja. Thx!

Akupun me reply rekan kerjaku yang juga ex-temen satu kelas waktu di SMA 1 ini..

"Insya Allah bahannya dah ada..tinggal rekaman"...kira-kira begitulah..

Indahnya kerjasama dengan sistem pendelegasian dengan komunikasi yang lancar dan nyaman....

Karena terkadang ada, sebuah kerjasama yang terbentur dengan masalah komunikasi yang sulit..pernah ngga sih, bertemu dengan orang-orang tertentu yang ketika melihatnya saja, kita enggan untuk berbicara, apalagi meminta?? tentu pernah, dan orang-orang semacam ini ada! hehe..

Yang paling menyenangkan adalah ketika ada orang-orang yang dapat kita tsiqohi (percayai) dalam menjalankan janji dan amanahnya dan mereka selalu menunaikannya dengan baik. Kita tidak perlu khawatir dengan tertundanya dan terbengkalainya suatu pekerjaan karena orang-orang semacam ini senantiasa membuat kita tenang dan nyaman. Sekali lagi karena mereka terpercaya......

Dan beberapa dari mereka aku temui dan ada disekelilingku...**bahagianya...**

Kerjasama membutuhkan kepercayaan, kepatuhan dan sebuah kerja nyata yang saling menguntungkan...apalagi jika ia disandarkan atas rasa takut kepada Allah SWT yang tak akan pernah lalai memonitori janji-janji yang keluar dari lisan kita.....

Subhanallah....indahnya kerja sama...........

Yuk lanjut bacanya...

idup-mati-idup


Walah...judul diatas bukannya ber-relasi dengan yang namanya "kehidupan sesudah mati"..tapi lebih kepada suasana kantor ku tepatnya di Mujahidin FM, sebuah radio dakwah pertama di kalimantan barat...

Hari Ahad ini aku berada di ruang penyiar tempat para penyiar berkumpul dan berjoget bersama...eh..salah ding..maksutnya tempat para penyiar bekerja..agak lenggang sore itu...Hanya ada aku, Nia operator, rizyana penyiar, dwija teknisi, dan hanafi super (super karena dy kerja rangkap penyiar, operator, bahkan kadang tukang sapu kantor...hahaha..bcanda ding..).

Yang pada saat itu gunain komputer di ruang penyiar aku dan Hanafi...aku di kompi penyiar, hana di kompi news department...

Wah..sore yang cukup mendebarkan dimana listrik mulai sangsut lagi....setiap beberapa waktu terjadilah pekikan-pekikan kecil antara aku dan hana karena konsentrasi di depan layar segiempat itu buyar seketika ketia ia mulai padam..........menghitam...dan hilang.*halah*. dan tak terperikan lagi lolongan dan lengkingan swara Hanafi mulai memenuhi sudut-sudut kantor kami karena ia lupa meng-save data-datanya..

tapi walo idup-mati-idup-mati, setidaknya matinya ngga lama .. jadi kerja kita jadi ngga terlalu terganggu deeh...he. Alhamdulillah...............

yah..moga aja after aku pulang ke rumah, kehidupan yang di penuhi dengan kegelapan (mati lampi maksutnya!) tidak mengenai perumahan ku lagi..(kemarin khan udah! jadi-jadi lah, PLN!....)......soalnya kalo mati lampu, ngga bisa ngapa-ngapain...istilahnya Drs.erlis Alnur, "You can't do nothing!" betul pak! setuju...!!!

Yuk lanjut bacanya...

Abu Hanifah dan Ilmuwan Atheis


Pada Zaman Imam Abu Hanifah hiduplah seorang ilmuwan besar, atheis dari kalangan bangsa Romawi.
Pada suatu hari, Ilmuwan Atheis tersebut berniat untuk mengadu kemampuan berfikir dan keluasan ilmu dengan ulama-ulama Islam. Dia hendak menjatuhkan ulama Islam dengan beradu argumentasi. Setelah melihat sudah banyak manusia yang berkumpul di dalam masjid, orang kafir itu naik ke atas mimbar. Dia menantang siapa saja yang mau berdebat dengannya.

Dan diantara shaf-shaf masjid bangunlah seorang laki-laki muda, dialah Abu Hanifah dan ketika sudah berada dekat di depan mimbar, dia berkata : "Inilah saya, hendak bertukar fikiran dengan tuan".
Mata Abu Hanifah berusaha untuk menguasai suasana, namun dia tetap merendahkan diri karena usianya yang masih muda.
Abu Hanifah berkata, "sekarang apa yang akan kita perdebatkan!".

Ilmuwan kafir itu heran akan keberanian Abu Hanifah, dia lalu memulai pertanyaannya :

Atheis : Pada tahun berapakah Tuhan-mu dilahirkan?
Abu Hanifah : Allah berfirman "Dia (Allah) tidak dilahirkan dan tidak pula melahirkan".

Atheis : Masuk akalkah bila dikatakan bahwa Allah adalah yang pertama dan tidak ada sesuatu sebelum-Nya?, pada tahun berapa Dia ada?
Abu Hanifah : Dia (Allah) ada sebelum adanya sesuatu.

Atheis : Kami mohon diberikan contoh yang lebih jelas dari kenyataan!
Abu Hanifah : Tahukah tuan tentang perhitungan?

Atheis : Ya.
Abu Hanifah : Angka berapa sebelum angka satu?

Atheis : Tidak ada angka (nol).
Abu Hanifah : Kalau sebelum angka satu tidak ada angka lain yang mendahuluinya, kenapa tuan heran kalau sebelum Allah Yang Maha satu yang hakiki tidak ada yang mendahului-Nya?

Atheis : Dimanakah Tuhan-mu berada sekarang?, sesuatu yang ada pasti ada tempatnya.
Abu Hanifah : Tahukah tuan bagaimana bentuk susu?, apakah di dalam susu itu keju?

Atheis : Ya, sudah tentu.
Abu Hanifah : Tolong perlihatkan kepadaku di mana, di bagian mana tempatnya keju itu sekarang?

Atheis : Tak ada tempat yang khusus. Keju itu menyeluruh meliputi dan bercampur dengan susu di seluruh bagian.
Abu Hanifah : Kalau keju makhluk itu tidak ada tempat khusus dalam susu tersebut, apakah layak tuan meminta kepadaku untuk menetapkan tempat Allah Ta'ala?, Dia tidak bertempat dan tidak ditempatkan!

Atheis :Tunjukkan kepada kami zat Tuhan-mu, apakah ia benda padat seperti besi, atau benda cair seperti air, atau menguap seperti gas?
Abu Hanifah : Pernahkan tuan mendampingi orang sakit yang akan meninggal?

Atheis :Ya, pernah.
Abu Hanifah : Sebelum ia meninggal, sebelumnya dia bisa berbicara dengan tuan dan menggerak-gerakan anggota tubuhnya. Lalu tiba-tiba diam tak bergerak, apa yang menimbulkan perubahan itu?

Atheis : Karena rohnya telah meninggalkan tubuhnya.
Abu Hanifah : Apakah waktu keluarnya roh itu tuan masih ada disana?

Atheis : Ya, masih ada.
Abu Hanifah: Ceritakanlah kepadaku, apakah rohnya itu benda padat seperti besi, atau cair seperti air atau menguap seperti gas?

Atheis : Entahlah, kami tidak tahu.
Abu Hanifah : Kalau tuan tidak boleh mengetahui bagaimana zat maupun bentuk roh yang hanya sebuah makhluk, bagaimana tuan boleh memaksaku untuk mengutarakan zat Allah Ta'ala?!!

Atheis : Ke arah manakah Allah sekarang menghadapkan wajahnya? Sebab segala sesuatu pasti mempunyai arah?
Abu Hanifah : Jika tuan menyalakan lampu di dalam gelap malam, ke arah manakah sinar lampu itu menghadap?

Atheis : Sinarnya menghadap ke seluruh arah dan penjuru.
Abu Hanifah : Kalau demikian halnya dengan lampu yang cuma buatan itu, bagaimana dengan Allah Ta'ala Pencipta langit dan bumi, sebab Dia nur cahaya langit dan bumi.

Atheis : Kalau ada orang masuk ke syurga itu ada awalnya, kenapa tidak ada akhirnya? Kenapa di syurga kekal selamanya?
Abu Hanifah : Perhitungan angka pun ada awalnya tetapi tidak ada akhirnya.

Atheis : Bagaimana kita boleh makan dan minum di syurga tanpa buang air kecil dan besar?
Abu Hanifah : Tuan sudah mempraktekkanya ketika tuan ada di perut ibu tuan. Hidup dan makan minum selama sembilan bulan, akan tetapi tidak pernah buang air kecil dan besar disana. Baru kita melakukan dua hajat tersebut setelah keluar beberapa saat ke dunia.

Atheis : Bagaimana kebaikan syurga akan bertambah dan tidak akan habis-habisnya jika dinafkahkan?
Abu Hanifah : Allah juga menciptakan sesuatu di dunia, yang bila dinafkahkan malah bertambah banyak, seperti ilmu. Semakin diberikan (disebarkan) ilmu kita semakin berkembang (bertambah) dan tidak berkurang.

"Ya! kalau segala sesuatu sudah ditakdirkan sebelum diciptakan, apa yang sedang Allah kerjakan sekarang?" tanya Atheis.
"Tuan menjawab pertanyaan-pertanyaan saya dari atas mimbar, sedangkan saya menjawabnya dari atas lantai. Maka untuk menjawab pertanyaan tuan, saya mohon tuan turun dari atas mimbar dan saya akan menjawabnya di tempat tuan", pinta Abu Hanifah.

Ilmuwan kafir itu turun dari mimbarnya, dan Abu Hanifah naik di atas.

"Baiklah, sekarang saya akan menjawab pertanyaan tuan. Tuan bertanya apa pekerjaan Allah sekarang?".
Ilmuwan kafir mengangguk.
"Ada pekerjaan-Nya yang dijelaskan dan ada pula yang tidak dijelaskan. Pekerjaan-Nya sekarang ialah bahwa apabila di atas mimbar sedang berdiri seorang kafir yang tidak hak seperti tuan, Dia akan menurunkannya seperti sekarang, sedangkan apabila ada seorang mukmin di lantai yang berhak, dengan segera itu pula Dia akan mengangkatnya ke atas mimbar, demikian pekerjaan Allah setiap waktu".

Para hadirin puas dengan jawapan yang diberikan oleh Abu Hanifah dan begitu pula dengan ilmuwan besar atheis tersebut dia mengakui kecerdikan dan keluasan ilmu yang dimiliki Abu Hanifah.

www.kebunhikmah.com

Yuk lanjut bacanya...

Jumat, 18 Januari 2008

A Red Rose




O, my love is like a red, red rose

That’s newly sprung in June

O, my love is like the melodie

That’s sweetly played in tune



As fair art thou, my bonny lass

So deep in love am I

Ad I will love thee still my clear

Till all the seas gang dry



Till all the seas gang dry, my dear

And the rocks melt with the sun

And I will love thee still, my dear

While the sands of life shall run



And fare thee well, my love only !

And fare thee well a while!

And I will come again my love

Tho’ it were ten thousands mile (s)



By : Robert Burns ( 1759-1796)

Yuk lanjut bacanya...

Kamis, 17 Januari 2008

Terbang Malam


Terawal terayun aku terbelai-belai malam yang menyapa
Angin bersemilir putih dan dingin lembut berkata-kata
Lantas hendakkah aku tinggalkan mereka untuk keluar peraduan?
Siapa yang hendak rela , akupun jelas tak rela

Dalam helaan mimpi aku melihat bintang
Dalam hembusan nafas mata yang terpejam kusaksikan langit malam yang terhampar menghitam
Bulan menggores sebuah garis melengkung
Bulan tersenyum dengan cahaya kemilau emas
Ranting-ranting coklat dan basah tegar menyoroti sinar malam
Daun-daun hijau gerimis menepi kedinginan
Alam menari menarik perhatian tanpa mata-mata yang mampu memandang dalam
Tak hendak aku beranjak
Tidak

Namun ternyata bisikan Illahi meringankan tubuh yang terkulai
Seolah hadir sebuah jentikan menggerakkan badan yang terhampar
Kelopak mata mulai bernyanyi
Ia hadir untuk membuncahkan kesadaran akan dunia

Tiba waktunya terbang malam
Ku gemericikkan air dingin dengan hentakan menggembira
Buncahan-buncahan bahagia menelusur hati yang tak kering lagi
Kukalahkan buaian hari ini!
Kukalahkan belenggu setan!

Terbang malam.....
Justru aku nyata melihat keindahan malam
Dengan bintang-bintang yang jauh lebih bersinar kedip-kedip menawan
Bulanpun lebih menghangat jatuh menghela pipi merahku
Menghadirkan letupan maya pada yang tak terkira indahnya
Hanya jiwa..
Hanya jiwa yang mampu bermain dengannya.
Bahagia..


Terbang malam.....................
Terbang malam bersama sajadah..............
Terbang malam menuju cintanya Allah.....................


Friday, 21 december 2007
12 dzulhijjah 1428 H

Yuk lanjut bacanya...

Selasa, 15 Januari 2008

OPERATOR TELEPON

Kisah yang membuat aku terenyuh..
Bahwa semua orang adalah PENTING!

Waktu saya masih amat kecil, ayah sudah memiliki telepon di rumah kami.
Inilah telepon masa awal, warnanya hitam, di tempelkan di dinding, dan kalau
mau menghubungi operator, kita harus memutar sebuah putaran dan minta
disambungkan dengan nomor telepon lain. Sang operator akan menghubungkansecara manual.

Dalam waktu singkat, saya menemukan bahwa , kalau putaran di putar , sebuah
suara yang ramah, manis, akan berkata : "Operator " Dan si operator ini maha
tahu.

Ia tahu semua nomor telepon orang lain.!
Ia tahu nomor telepon restoran, rumah sakit, bahkan nomor telepon toko kue
di ujung kota.

Pengalaman pertama dengan sang operator terjadi waktu tidak ada seorangpun
dirumah, dan jempol kiri saya terjepit pintu. Saya berputar putar kesakitan
dan memasukkan jempol ini kedalam mulut tatakala saya ingat ....operator!!

Segera saya putar bidai pemutar dan menanti suaranya.
" Disini operator..."
" Jempol saya kejepit pintu..." kata saya sambil menangis . Kini emosi bisa
meluap, karena ada yang mendengarkan.
" Apakah ibumu ada di rumah ? " tanyanya.
" Tidak ada orang "
" Apakah jempolmu berdarah ?"
" Tidak , cuma warnanya merah, dan sakiiit sekali "
" Bisakah kamu membuka lemari es ?" tanyanya.
" Bisa, naik di bangku "
" Ambillah sepotong es dan tempelkan pada jempolmu..."

Sejak saat itu saya selalu menelpon operator kalau perlu sesuatu.

Waktu tidak bisa menjawab pertanyaan ilmu bumi, apa nama ibu kota sebuah
Negara, tanya tentang matematik. Ia juga menjelaskan bahwa tupai yang saya
tangkap untuk dijadikan binatang peliharaan , makannya kacang atau buah.

Suatu hari, burung peliharaan saya mati.
Saya telpon sang operator dan melaporkan berita duka cita ini.

Ia mendengarkan semua keluhan, kemudian mengutarakan kata kata hiburan yang
biasa diutarakan orang dewasa untuk anak kecil yang sedang sedih. Tapi rasa
belasungkawa saya terlalu besar. Saya tanya : " Kenapa burung yang pintar
menyanyi dan menimbulkan sukacita sekarang tergeletak tidak bergerak di
kandangnya ?"

Ia berkata pelan : " Karena ia sekarang menyanyi di dunia lain..." Kata -
kata ini - ngga tau bagaimana - menenangkan saya.

Lain kali saya telpon dia lagi.
" Disini operator "
" Bagaimana mengeja kata kukuruyuk?"

Kejadian ini berlangsung sampai saya berusia 9 tahun. Kami sekeluarga
kemudian pindah kota lain. Saya sangat kehilangan " Disini operator "

Saya tumbuh jadi remaja, kemudian anak muda, dan kenangan masa kecil selalu
saya nikmati. Betapa sabarnya wanita ini. Betapa penuh pengertian dan mau
meladeni anak kecil.

Beberapa tahun kemudian, saat jadi mahasiswa, saya studi trip ke kota asal.
Segera sesudah saya tiba, saya menelpon kantor telepon, dan minta bagian "
operator "
" Disini operator "
Suara yang sama. Ramah tamah yang sama.
Saya tanya : " Bisa ngga eja kata kukuruyuk "
Hening sebentar. Kemudian ada pertanyaan : "Jempolmu yang kejepit pintu
sudah sembuh kan ?"
Saya tertawa. " Itu Anda.... Wah waktu berlalu begitu cepat ya "
Saya terangkan juga betapa saya berterima kasih untuk semua pembicaraan
waktu masih kecil. Saya selalu menikmatinya. Ia berkata serius : " Saya yang
menikmati pembicaraan dengan mu. Saya selalu menunggu nunggu kau menelpon "

Saya ceritakan bahwa , ia menempati tempat khusus di hati saya. Saya
bertanya apa lain kali boleh menelponnya lagi. " Tentu, nama saya Saly "

Tiga bulan kemudian saya balik ke kota asal. Telpon operator. Suara yang
sangat beda dan asing. Saya minta bicara dengan operator yang namanya Saly.
Suara itu bertanya " Apa Anda temannya ?"
" Ya teman sangat lama "
" Maaf untuk kabarkan hal ini, Saly beberapa tahun terakhir bekerja paruh
waktu karena sakit sakitan. Ia meninggal lima minggu yang lalu..."

Sebelum saya meletakkan telepon, tiba tiba suara itu bertanya : "Maaf,
apakah Anda bernama Paul ?"
"Ya "
" Saly meninggalkan sebuah pesan buat Anda. Dia menulisnya di atas sepotong
kertas, sebentar ya....."
Ia kemudian membacakan pesan Saly :
" Bilang pada Paul, bahwa IA SEKARANG MENYANYI DI DUNIA LAIN... Paul akan
mengerti kata kata ini...."

Saya meletakkan gagang telepon. Saya tahu apa yang Saly maksudkan.

Jangan sekali sekali mengabaikan, bagaimana Anda menyentuh hidup orang lain!!

Yuk lanjut bacanya...

Aku makin cantik hari ini

Buat yang lagi bad mood, merasa ngga cantik, dan ngga bahagia menjalani hari-harinya..bacalah artikel di bawah ini. Semoga kita lebih menghargai "kecantikan" kita...Amieen...

Tahukah engkau, aku makin cantik hari ini! Sungguh, aku makin
cantik! Lebih cantik dari kemarin, dari kemarinnya lagi, dan dari
kemarin-kemarinnya lagi. Coba lihat, dahiku tidak berkerut-kerut oleh
pikiran dan kepedihan seperti beberapa hari yang lalu. Bibirku tidak
mengerucut oleh kejengkelan dan kemarahan seperti kemarin. Mukaku tidak
lagi tertekuk penuh beban dan beBeTean seperti waktu-waktu yang lewat.
Tubuhku tidak lagi lesu karena keputus asaan dan kehilangan harapan.

Sungguh, aku makin cantik hari ini! Coba perhatikan, mataku bersinar-sinar
oleh kegembiraan. Bibirku merekah lebar oleh senyum ketulusan. Pipiku
merona merah oleh semangat pengharapan. Urat-urat wajahku santai
memancarkan aura kepasrahan. Dan semuanya menjadikan wajahku berseri-seri.
Sungguh, cantiknya aku hari ini!

Sudah sepekan aku banyak tertawa, menari dan menyanyi, menikmati hidup ini
dan tidak membiarkan permasalahan mempengaruhi suasana hati. Ah, cantiknya
diriku karenanya. Sudah sepekan aku berusaha banyak menyapa dan memaafkan
semua saudara. Dan itu telah membuatku lebih cantik hari ini. Sudah
seminggu aku berusaha lebih banyak berderma pada sesama. Kini aku merasakan
cantik sebagai balasannya. Sudah seperempat bulan aku berusaha lebih
mensyukuri setiap karunia Tuhan. Dan kini kurasakan Tuhan menambahi nikmat
itu dengan menjadikanku cantik sekali.

Bahagianya aku karenanya! Dan bahagia itu, kurasakan kian membuatku cantik saja.

***

Ada kalanya kita membenci diri kita sendiri. Ada kalanya kita tidak
menyukai apa yang kita lakukan. Ada kalanya kita melakukan kesalahan. Ada
kalanya kita terpuruk dalam kepedihan. Ada kalanya kita tenggelam dalam
kesedihan. Ada kalanya kita tak mengerti mengapa hidup berjalan tidak
seperti yang kita bayangkan. Ada kalanya perjalanan menjadi demikian berat
kita rasakan. Hingga sikap kita pun terbawa oleh perasaan.
Hingga kita mengambil langkah tanpa pertimbangan. Tindakan yang dilakukan
pun merupakan reaksi spontan. Akibatnya yang tertinggal kemudian hanya
penyesalan dan keterpurukan yang semakin dalam. Dan tahukah dikau? Semua
itu akan menyebabkan penampilan dan tampang kita menjadi makin buruk saja.

Maka berbahagialah ketika kita bisa melewati masa-masa seperti itu dengan
elegan. Saat kita bisa menahan diri terhadap sesuatu yang sangat kita
inginkan. Saat kita bisa menghadapi segala permasalahan dengan tenang.
Saat kita berhasil menaklukkan musibah dan hambatan penyebab kesedihan.
Hidup tidaklah berjalan seperti yang kita inginkan, karena itu melewati
saat-saat yang tidak menyenangkan adalah sebuah hal yang membahagiakan.
Misalnya, sesungguhnya aku adalah seorang yang sangat emosional. Adalah
membahagiakan bagiku ketika dalam banyak hal akhir-akhir ini aku dapat
meredam emosiku.

Dan itu membuat aku merasa cantik sekali. Aku adalah seorang yang sangat
ekspresif, sehingga perasaan apapun yang tersimpan di hati akan nampak
dengan jelas pada bahasa tubuh. Maka sungguh membahagiakan ketika dalam
banyak hal kemudian aku dapat menyembunyikan perasaan yang sesungguhnya dan
dapat tetap tampil stabil.

Dan sungguh, aku merasa makin cantik karenanya. Adalah hal yang
menyenangkan ketika aku tidak panik, padahal aslinya aku adalah seorang
yang gampang panik. Maka sungguh menyenangkan, ketika aku dapat mengontrol
semua emosi, pikiran dan perasaan sehingga berhasil mengatasi diri sendiri.
Betapa membahagiakan tatkala kita berhasil mengalahkan diri sendiri. Ketika
aku dapat melakukannya, maka ini adalah pencapaian terbesar dalam hidupku.

Hingga kemudian kegagalan-kegalan yang telah kita lalui bukanlah sesuatu
yang sia-sia. Selama kita tak kehilangan pelajaran dari kegagalan yang kita
alami, semua itu akan menjadi bukti sejarah atas pembelajaran hidup.

Karena itu, dengan bangga kunyatakan, aku makin cantik hari ini. Apakah
engkau juga? Hei, jangan lupa, ingatkan daku jika engkau melihatku lebih
jelek esok hari!

Aku Makin Cantik Hari Ini,..

Yuk lanjut bacanya...

Senin, 14 Januari 2008

Mata penamu : Don't be out of order!




Pernah dengar bait nasyid berikut ?

“Kami adalah mata pena yang tajam..
Yang siap menuliskan kebenaran…
Tanpa ragu ungkapkan keadilan…”

Hmm….terdengar idealis memang.

Berbicara masalah media, maka tak berlebihan jika saya membuka lembaran ini dengan sebuah lantunan bait diatas. Karena media berelasi sangat dekat dengan pena.
Bacaan. Tulisan.


Di sebuah pelatihan kehumasan mengenai teknik propaganda saya terperangah, ketika pemateri memberikan sebuah pencerahan baru. Tentunya kita sudah tahu, surat yang pertama di turunkan Allah kepada Baginda Muhammad adalah Surat Al-‘alaq, dengan ayat pembuka dimana Allah memberikan sebuah komando : ”Iqra’…..Bacalah..”. Berikutnya? Tahukan anda surat apa yang Allah turunkan setelah perintah membaca tadi ? Surat Al-Qalam. Menulis! Yup…betapa indah dan rapinya perintah tersebut.

Membacalah..kemudian menulislah! Ternyata dua aktivitas ini merupakan kunci ganda yang mampu memajukan sebuah peradaban! SubhanalLah….Pantas saja peradaban kita belum menyemburatkan sebuah cahaya yang benar-benar menerangi jagad raya. Peradaban Islam belum lagi menampakkan pesonanya dengan sebenar-benarnya “penampakan”, karena kita selaku umat Islam masih menomor sekiankan media! Padahal bisa jadi media merupakan sarana paling efektif (cepat terakses) dan efisien (murah) untuk kita jadikan samurai dakwah.
Berkaca dari sejarah,hanya dalam waktu 22 tahun 2 bulan 22 hari sebuah komunitas jahiliyyah yang keji di semenanjung Arabia, mampu menjelma menjadi sebuah masyarakat yang mengusung peradaban manusia baru dibawah naungan Islam. Tentu saja perubahan akbar ini dimulai dengan perintah membaca (QS.Al-‘Alaq [95] : 1-5) tadi.


Sahabatku sekalian,
Ada baiknya kita juga menengok dan merenung sejenak kepada media barat. Tidak dapat dipungkiri, Barat dengan segala fasilitas dan kekuatannya, telah mampu menancapkan kuku-kuku kekuasaanya melalui media pers.
Mereka mampu mengglobalkan nilai-nilai dan institusinya ke seluruh pelosok-pelosok dunia. Jadi jangan heran jika gaung superioritas mereka menggema dimana-mana. Bahkan kekuatan bahasa—dalam hal ini bahasa Inggris—berhasil dilegalkan sebagai bahasa internasional. Bayangkan! Dari 3.000 bahasa yang ada di bumi Allah ini,
bahasa Inggris lah yang menjadi bahasa kehormatan untuk di jadikan bahasa dunia. Tanya kenapa! Apakah karena ia merupakan bahasa yang paling banyak di gunakan di dunia? Nope! Tidak juga. Seorang professor dari Universitas Onomichi, Hiroshima ; Toshiyuki Takagaki, melakukan serangkaian riset pada TESOL dan billingualistik di Jepang,
Amerika dan kanada dengan membuat daftar “The Top Ten Most Commonly Spoken Languages”.

Hasilnya? Bahasa Mandarinlah yang menempati urutan pertama sebagai bahasa yang paling banyak dipakai di dunia dengan jumlah 1 Milyar number of speaker. Sedangkan bahasa Inggris sendiri menempati urutan kedua,dengan number of speaker : 508 juta orang di susul dengan bahasa Hindustan 497 juta.

Lalu…Mengapa bahasa inggris menjadi bahasa dunia?
Padahal bukan merupakan bahasa yang paling banyak dipakai?

Jawabannya adalah,bukan karena ia sebagai bahasa yang lebih hebat secara linguistik dibanding bahasa-bahasa yang lain, akan tetapi karena : Kerajaan Inggris dan Amerika Serikat secara politik,militer dan ekonomi memiliki kekuatan yang sangat dahsyat selama 200 tahun terakhir di jagad ini! (Crystal :1997).

Dan mereka adalah dua negara adidaya yang menjadi native speaker dari bahasa Inggris.
Jadi dengan kekuatan-kekuatan itulah,Barat mampu memainkan perang tanpa peluru. Cukup bermain di media.Dunia digenggamnya.

Mungkin sebuah solusi walaupun hanya secara implisit dapat saya paparkan disini.Terinspirasi oleh tulisan seorang al-akh,staf HUMAS KAMMI daerah Purwokerto. Beliau mengajak kita semua, menghadirkan dan memasarkan dakwah secara lebih professional, cerdas dan modern!

Bayangkan..orang-orang di luar wilayah dakwah saja senatiasa melakukan inovasi-inovasi baru yang strategis dan canggih dalam pekerjaannya yang berorientasi dan bervisi keduniaan. Nah! bagaimana dengan ane dan antum,yang sudah faham akan makna ‘tijarah’/perniagaan yang kita semua yakini sebagai bisnis yang elit, prestisius dan profitable dengan Allah? Kenapa harus kalah canggih dengan mereka ?

Bahasa yang pernah ane pakai ketika DM2 kemarin adalah : “Jangan pernah lagi mau menjadi da’i-da’i tradisional…”.Buat sesuatu yang baru dan fenomenal..!
Sekali lagi,ada masanya kelak kita akan benar-benar harus memberikan perhatian penuh kepada media sebagai sarana dakwah. Bahkan kalo boleh usul, ayo kita sediakan budget yang layak untuk media! (Sayalah orang yang pertama kali akan bertakbir jika usul ini diterima!). Baik itu media sejenis Iqro’, Hamasah, Ruhul Jahid, atau dalam bentuk yang lain. Karena bukan tidak mungkin,keberadaan media-media ini nantinya tidak hanya sebagai konsumsi ‘kalangan sendiri’,tapi ke depannya mampu menjadi media yang strategis bermain di lini-lini di luar lingkungan internal KAMMI.
Mungkin, tulisan dari Hernowo, yang mengutip pernyataan heinrich Bowl berikut ini dapat memotivasi kita kembali untuk berkomitmen menjadi jundi yang mampu menjelma menjadi penggenggam mata pena dakwah :
“Di belakang tiap kata berdiri suatu dunia,tiap orang yang menggunakan kata harus menyadari bahwa ia menggoyang dunia..”
Sahabatku..


Revolusi-revolusi besar di dunia, senantiasa di mulai oleh jejak pena dari seorang penulis.

Revolusi Prancis bergerak di bawah cahaya pemikiran dan pandangan yang dirintiskan oleh J.J.Rousseu dan Montesquieu.Revolusi Rusia dan perjuangan kaum Komunis di seluruh dunia di pimpin oleh “Comunistisch Manifest” karya Marx dan Engels.Nazi jerman bergerak di bawah petunjuk buku mein Kampf buah tangan Hitler.Revolusi Tiongkok berpedoman kepada San Min Chu I karangan Sun Yat Sen.
Jadi…mungkin ngga yaa shohwah islamiyah ( kebangkitan islam ) hadir kembali menyemburatkan fajar yang menghangatkan kaum muslimin melalui media pena?
Jawabannya,
Kenapa tidak ?

Wallahu’alam bi showab…….

*Out of Order : Rusak/sudah tidak terpakai lagi.

Yuk lanjut bacanya...