Selasa, 19 Februari 2008

Dia Wanita...


Dunia tak hanya milik satu orang. Wanita hebat juga tak cuma satu. Maka, yang namanya MASALAH juga memiliki banyak rupa.

Suatu saat, adakalanya setiap dari kita dibenturkan dengan sebuah ruang bernama MASALAH tadi. Kita dikurung dalam sebuah jeruji yang mengkerangkengi psikologis dan juga fisik kita. Sebuah sunatullah. Tiap dari kita akan melewati fase ini. Hidup pasti bermasalah. Apalagi hidup sesudah mati nanti. Bisa jadi juga jadi masalah buat kaum bertitel manusia.

Wanita diidentikkan dengan segala kelemah lembutan dan kehalusan hatinya. Se'galak' apapun wajah yang ia hadirkan, jauh di sudut hati itu, ia adalah makhluk yang paling mudah menangis. Dan paling mudah berkeluh kesah dalam asa.

Sebagai seorang Akhwat, Muslimah dan seorang Ibu yang bercita-cita menjadi salah satu dari penancap tonggak peradaban, kami selaku wanita tentu saja tidak begitu saja 'tunduk' pada sebuah kepasrahan tak bernilai guna ketika kami bermasalah. Terkadang masalah terpotretkan sebagai sebuah keajaiban ; seolah tak mungkin disingkirkan tapi ternyata kemenangan menghadapinya adalah sebuah keniscayaan....Inilah keajaiban...

Namun tak urung ada masa-masa lemah dimana kami para wanita, terlalu berada dalam kondisi kritis ; tak berdaya mengalahkan MASALAH dan akhirnya tenggelam dalam lautan-nya.
Kacamata yang kami pakai seolah senantiasa melihat sebuah taman indah menjadi sebuah hutan belantara menakutkan...atau sebuah kebun buah yang hijau menyegarkan adalah sebuah kerangkeng berdinding tinggi.

Ada diantara mereka yang berwajah laksana kaca....begitu jelas terlihat, kapan gurat-gurat kebahagiaan hadir terpoles dan kapan kesenduan sedang menjajah wajah itu.

Bagiku sendiri, wanita kubayangkn sebagai sebuah kaca kristal yang elegan. Tak sembarang orang bisa memilikinya. Sekalinya dia diambil oleh tangan yang salah, ia pecah begitu saja, dan akhirnya menjadi kepingan yang sudah tak bernyawa, dan hilang kemilaunya.

Maka berhati-hatilah terhadap wanita jika kalian belum terlalu mengenalinya. Karena seberapapun kau merasa telah mengenalnya, sesungguhnya terlalu dini bagimu untuk mengatakan dengan lantang "aku mengenalnya...."

Karena wanita masih belum benar-benar akan kau kenali dan kau mengerti. Bahkan para wanita sendiri, tak sanggup tuk menjabarkan seberapa dalam mereka mengenal diri mereka sendiri...

Wanita....wanita........

Dialah wanita....

Termasuk aku. Titik.

5 komentar:

Dwija Saptahadi mengatakan...

Yupz... AKu tau, Kamu, Dia dan Dirinya adalah wanita :D

Somet mengatakan...

Yahh........

Wanita memang susah dimengerti....

Complicated...

PeLaNgi NuRaNi mengatakan...

perempuan... memang sulit untuk dimengerti ^_^

syabab el-javanese mengatakan...

Seorang Ulama Berkata: "wanita adalah saudara kandung laki-laki". dalam menjalankan amanah di dunia ini laki-laki membutuhkan peran perempuan. karena tanpa peran perempuan dalam menyelesaikan tugas peradaban tidak akan tercapai. bukankan peradaban ini membutuhkan polesan indah para perempuan pilihan?. satu sisi wanita adalah penguat inspirasi para laki-laki untuk merubah wajah dunia..di balik laki-laki besar terdapat wanita tangguh. para lelaki bisa menjadi tokoh besar/ pemimpin dunia karena di dalamnya ada sosok wanita-wanita tangguh (Ibu, Istri). di sisi lain hancurnya peradaban dunia, hilangnya pamor para pemimpin besar dunia juga karena wanita. salah satu godaan dunia adalah wanita, laki-laki bisa terjebak dalam perangkap wanita..kemuidan tenggelam dalam kenistaan..bukankan sudah banyak para pemimpin dunia ini yang harus turun tahta karena skandal wanita?
yah wanita memang unik. tinggal bagaimana bisa mengajak para wanita untuk bekerja sama membentuk sebuah komunitas perubahan? jangan lunak, dan jangan keras..karena wanita terbuat dari tulang rusuk laki-laki. kalau ada kesalahan hati-hatilah dalam meluruskannya.

syabab el-javanese mengatakan...

seorang ulama berkata : "Perempuan adalah saudara kandung laki-laki". dalam menjalankan misi membangun masyarakat madani yang berakarkan nilai-nilai syari'ah, laki-laki tidak bisa mengesampingkan atau malah melupakan peran wanita. tanpa sosok wanita tangguh misi membangun peradaban tidak akan usai. karena wanita yang akan mewarnai bangunan peradaban dengan warna yang indah. untuk menyelesaikan cita-cita tersebut laki-laki harus menggandeng wanita untuk menjadi mitranya. satu sisi wanita adalah sosok yang menjadi pemeran penting dalam melahirkan tokoh dunia atau pemimpin dunia. "di balik orang-orang besar dan hebat ada wanita-wanita tangguh (Ibu, Istri) yang menjadi inspirasinya. dalam hal ini wanita bisa berperan dalam membentuk karakter manusia-manusia hebat (laki-laki) dalam puncak kejayaan. di sisi lain,wanita bisa menjadi petaka peradaban. puncak peradaban bisa declean karena perilaku wanita pula. salah satu ujian berat bagi laki-laki adalah wanita (Harta, Tahta, Wanita). bukankah banyak pemimpin dunia yang akhirnya tumbang karena skandal wanita?. itulah potret wanita, tinggal bagaimana kita bisa mengarahkannya. jangan terlalu lembek dan jangan terlalu kasar, karena wanita terbuat dari tulang rusuk laki-laki. hati-hati dalam meluruskannya. terlalu keras bisa patah, terlalu lembek tidak akan bisa meluruskan kebengkokannya. kalau sudah bengkok ia akan durhaka? maka, potretlah wanita dari sisi kewanitaannya.