Kamis, 14 Februari 2008

Ashley : Somebody help Me! ( teror dari kegelapan)


Novel perdanaku nich...
Silahkan di baca chapter pertamanya.

Pengen liat Chapter berikutnya?

Hunting saja di toko-toko buku kesayangan anda..hehe

CHAPTER I

MIMPI RICK

“Hentikan, Larry! dia bisa mati..” aku buru-buru meraih seekor tupai tanah dari cengkraman tangan Larry.Larry berusaha mengelak sambil tertawa-tawa.Jaket tebalnya dijadikan tempat yang aman untuk menyembunyikan sang tupai yang meronta-ronta dengan ganas. Aku memelas.

“That’s fool! kau seperti Monty saja..”

Monty adalah adik dari Megan ,sahabatku, yang berusia delapan tahun dan senang melakukan hal-hal bodoh di depan orang-orang dewasa yang dikenal maupun yang tak dikenalnya.Seperti dugaanku,Larry tampak marah mendengar ocehanku barusan.
“Bisa kudengar sekali lagi? aku mirip siapa?”
“MONTY ! M-O-N-T-Y..” aku mengulang dengan yakin.
Aku berlari dengan suara tawa keras ketika Larry berusaha mengejarku dengan melemparkan sarung tangannya.Ini adalah kesempatan bagi si tupai untuk kabur.Tapi tampaknya Larry sudah tak begitu peduli dengan tupai malang itu.
“Sudahlah..ayo pulang..sudah hampir gelap.”
Aku menyerah dan mengangkat kedua tanganku tinggi-tinggi ke atas langit.Larry mencibir.Langit memang sudah tampak gelap.

Kamipun menyusuri Norwood street berbelok ke kiri melewati sebuah kantor pos tua.Konon,kantor pos itu angker.Begitulah kisah yang telah lama kudapatkan sejak aku kecil. So,dengan gedung yang suram, - karena sudah tidak digunakan lagi,tentu saja – ditambah lagi dengan rumput yang tinggi disekeliling halaman, kantor pos tua itu semakin meyakinkan orang-orang yang lewat,terutama bagi orang asing,bahwa memang ada ‘sesuatu’ dibalik bangunan tua tapi tetap berdiri kokoh itu.Ah..aku tersentak ketika Larry menepuk bahuku dengan tiba-tiba.
“Tertarik?” Larry mengangkat alisnya sambil tersenyum mengejek.
Aku mendengus.
“Omong kosong.Aku tak percaya hantu.Takkan pernah percaya..!”
Larry terkekeh.
“Kau terlalu yakin. Hantu itu ada. Hanya kau belum beruntung menemukannya.
Mungkin suatu saat aku bisa mempertemukan kalian.”Larry kembali tergelak melihat wajah kesalku.

Hari semakin gelap.Beberapa blok lagi kami akan tiba di rumah.Entah mengapa cuaca jadi terasa semakin dingin.Well..it’s spring..nikmati saja,pikirku menghibur diri.Tapi entah kenapa cuaca terasa berbeda dari biasanya.Atau hanya perasaanku saja yang berbeda? aku merapatkan jaket tebal coklat tuaku dan memasukkan kedua tanganku ke saku.
“Hi Mrs.Vaughn..”sapaku ramah pada Mrs.Vaughn,janda tua yang baik hati. Mrs.Vaughn tersenyum gembira melihatku dan Larry.
Kami berhenti sejenak untuk bercakap-cakap dengan Mrs.Vaughn yang memilih hidup sendirian sejak ditinggalkan oleh suaminya dua tahun yang lalu.Aku dan sahabatku Megan,senang membantu Mrs.Vaughn.Berbelanja untuknya,atau mengurusi keperluan lainnya.Terkadang kami menghabiskan waktu untuk mengobrol dengan wanita yang telah berumur 62 tahun itu.
.Mrs.Vaughn adalah teman yang menyenangkan menurutku.Kasihan,ia lebih senang hidup sendiri kendatipun anak-anaknya memaksanya untuk tinggal bersama-sama mereka.Mrs.Vaughn seorang pekerja keras dan pantang menyerah.Aku suka itu.
“Hi,my dear.Dari mana saja kalian?”
“Sore yang indah untuk jalan-jalan.Aku menemani Ashley.Hei..bagaimana kabarmu,Mrs.Vaughn?Ku dengar kau akan pergi ke Vermont”Larry ikut menimbrung.
“Well..mungkin next weekend.Aku hanya ingin mengunjungi cucuku,Tara”
“Oh ya? Berapa lama?” Larry tampak antusias meskipun dalam hatiku tahu itu hanyalah basa-basi semata.
“Mungkin tidak terlalu lama.Sekitar seminggu..tapi aku tidak yakin”Mrs.Vaughn sedikit menggumam.
“Wah..kalau begitu,selama seminggu aku tidak bisa menemani minum teh
bersamamu lagi,Nek. Tidak ada yang lebih menyenangkan selain bisa duduk-duduk bersama,menikmati kebunmu yang indah sambil minum teh bikinan nenek yang paling enak sedunia..” aku mulai berceloteh.

Larry sedikit mencibir.Namun sekaligus bangga.Adiknya memang paling pintar menarik hati orang lain.Ashley memang terkenal hormat dan penuh perhatian terhadap orang yang lebih tua darinya.Kecuali padaku..pikir Larry geli sendiri.

Setelah kami puas mengobrol dengan ‘sahabat tua’ (julukan Larry buat Mrs.Vaughn..dan tentu saja Mrs.Vaughn tak tahu itu),kami kembali meneruskan perjalanan pulang.
“Kasihan Mrs.Vaughn.Aku sering khawatir padanya..kenapa ia bersikeras hidup sebatang kara,ya?” Aku bertanya pada Larry.Namun sepertinya pemuda 23 tahun itu tidak mengacuhkan.Ia sedang memandang kearah langit yang semakin gelap dan gelap.
“Apa besok sore kau ada janji?” tanya Larry padaku.
“Tidak.Kenapa?apa kau mau mengajakku jalan-jalan? tentu saja aku mau!”
Larry menggeleng.Kini kami sudah memasuki pagar rumah.Seekor anjing spaniel membuntuti dan menyalak kecil di belakang Larry.
“Hi Sniffy..”sapaku kepada anjing kecil kesayanganku itu.Sniffy yang bermata coklat menyalak gembira sambil terus mengendus tuannya dengan antusias.
“Bukan..aku ingin mengajakmu bertemu Jeff.Di apartemennya yang baru.”
Aku mengernyitkan dahi. Jeff?
Jeff adalah kakak tertua kami yang sudah sejak tiga tahun terakhir meningggalkan rumah.Aku tidak terlalu dekat dengan Jeff sebagaimana kedekatanku dengan Larry.Dan aku tahu bahwa hubungan Jeff dengan Dad semakin memburuk sejak Jeff ketahuan membawa kokain di dalam tasnya.

Jeff juga sering hilang kabar.Sesekali terdengar berita ia terlibat perkelahian.Dan Dad tahu nama Jeff sudah tidak terdaftar di Universitynya.Sekarang tak ada seorangpun yang menyebut nama Jeff di rumah karena semua tahu,Dad tak suka itu.Aku sendiri sudah lama tidak pernah bertemu lagi dengan Jeff.

Kapan ya terakhir kali aku melihatnya? aku berpikir keras.Sekelebat bayangan melintas di kepalaku.Musim panas!Di bulan Juli aku pernah bertemu dengan Jeff di sekitar kantor pos tua bersama D.J,seorang pemabuk.Jeff hanya menyapaku dengan muram tanpa banyak bicara. Terakhir aku mengetahui dari Larry bahwa Jeff ada di New York.Tapi..bagaimana tiba-tiba ia bisa ada kembali di Brooklyn?
“Jeff?” Aku memandang kearah Larry dengan pandangan tak mengerti.
Belum sempat Larry bicara lebih jauh,kepala Mom dengan rambut coklat tuanya menyembul dari balik pintu.

“Jangan bilang pada Mom..”bisik Larry buru-buru di belakangku.
“Hi mrs.Brunettes..boleh kami masuk?”Larry tertawa dengan ocehannya sendiri.Mrs.Brunettes adalah julukannya buat sang ibu.
“Jangan panggil aku seperti itu.Cepatlah masuk…” Mrs.Griffiths meraih Sniffy dan memasang seuntai kalung perak ke lehernya.Sniffy meronta-ronta.Anjing kecil itu menolak dipasangi kalung.Dan ini adalah kalung ketiga yang harus ia pakai.
“Sudahlah Mom…Sniffy tidak suka kalung..” protesku.Tapi aku tak kuasa bertengkar dengan Mom,karena aku tahu pertengkaran tidak akan menghasilkan apa-apa.
“Siapkan makan malam,sayang.Ada bertumpuk-tumpuk cucian di bawah tempat tidur Rick,Aku harus membereskannya..”Mom berjalan dengan cepat menuju tangga,diikuti Larry.Rick adalah adikku yang berusia 10 tahun.Anak itu terkenal sangat malas membereskan barang-barangnya.Jarang mengurusi dirinya sendiri.Mom sangat kesal akan perangai anak bungsunya itu.
Aku menuju dapur.Salad dan roast untuk makan malam, pikirku.

Sementara itu,di kamar Rick…
“Bagaimana mungkin kau bisa menumpuk pakaian kotormu seperti ini,honey?” Mom berteriak keras.Rick yang sedang asyik membaca buku petualangannya hanya melirik sebentar kearah Mom.
“Mom,please…ini kan kamarku.Aku punya otoritasku sendiri”kilahnya tanpa mengalihkan pandangannya dari seri petualangannya yang seru itu.
Mom berkacak pinggang.Kembali ia membungkuk dan meraih berhelai-helai pakaian di bawah tempat tidur.Ada dua buah keranjang yang sudah dipenuhi pakaian kotor.Yang lainnya berhamburan di lantai.Di sudut-sudut kamar penuh dengan majalah-majalah yang berserakan.Bola basket,tisu bekas dan sampah-sampah kertas.
“Aku tidak mau tahu..besok pagi kamar ini sudah harus bersih! kau tahu hukuman yang harus kau dapat bila membantah.Pilihlah,membersihkan kamar atau seminggu kau harus mencuci mobil dan gudang..atau hukuman itu masih kurang?mau kutambah lagi?”
“Moom..!” Rick melolong.”Kenapa selalu saja ada hukuman di atas hukuman?” Ia beringsut dari tempat tidurnya.
“Ya..karena ada seorang anak pemalas sepertimu di dunia ini!”Mrs.Griffith keluar kamar dengan penuh kemenangan.
“Turunlah untuk makan malam,”suara Mrs.Griffith masih terdengar ketika ia menuruni tangga.
Rick turun dari tempat tidur.Ditatapnya tumpukan pakaian yang berserakan di lantai.Ugh..menyebalkan.Malam ini adalah malam yang menyenangkan untuk membaca. Tapi ia harus membersihkan seluruh kamarnya sebelum besok pagi.
Rick merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur.Bertepatan dengan itu Sniffy masuk dengan terlebih dahulu menjilat bulu-bulunya yang indah.Kemudian Sniffy menyalak kecil dan manis sembari merapatkan tubuhnya ke kaki Rick.
“Pergi kau anjing jelek!”Rick menendang Sniffy.Ia tidak suka anjing.Sniffy menunduk.Anjing kecil malang itu menatap majikannya dengan tatapan sedih seekor anji ng dan akhirnya berlalu meninggalkan kamar.Ini bukanlah kali pertama ia diperlakukan demikianlah oleh majikannya itu.Ia sudah lama tahu majikannya tidak menyukainya.
Rick kembali menyandarkan kepalanya ke kedua tangannya yang menyilang.Ia memandang kearah langit-langit.Sesaat matanya tertutup dan ia tertidur untuk beberapa lama………….

Ternyata Rick bermimpi.
Rick melihat Jeff diantara kerumunan orang-orang.
“Jeff..!”Rick memanggil-manggil.Tapi Jeff terus melangkah membelakangi Rick.
“Jeff…!!”Rick berteriak lebih keras.Tapi usahanya sia-sia.Kerumunan orang-orang yang sangat ramai membuat Rick seolah-olah tak bisa bernafas.Sementara itu Jeff tampak semakin jauh meninggalkannya.Dan tiba-tiba pandangan Rick kabur.Ia hanya bisa memandang samar-samar.Ada kabut tipis di hadapannya dan ia merasa takut sekali.
Rick mengigau.Sebuah sentuhan lembut ia rasakan mendarat di pipinya.
“Hey Rick..what’s up?”Larry telah berada disampingnya.
Larry memandang dengan heran wajah adiknya yang ketakutan.Tubuh Rick berkeringat dan wajahnya tampak memerah.
“Larry!Oh my godness..aku bermimpi tadi..”Rick mengerjap-ngerjapkan kedua mata coklatnya.Rambutnya tampak acak-acakan dan basah.
“Mimpi yang seram,eh?”Larry menggeleng-gelengkan kepala.Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar adik bungsunya itu.Acak-acakan sekali.Itulah sebabnya,aku tak pernah mau berbagi kamar dengannya,pikir Larry.
“Bangunlah..Mom menunggumu untuk makan malam.Dad sebentar lagi pulang..”
Rick sudah bisa mengatur napasnya kembaliBerapa lama aku tertidur? tanyanya pada dirinya sendiri.Dengan sigap ia turun dari tempat tidur menuju kamar mandi yang berada di sebelah kamarnya.Rick masih membayangkan mimpinya tadi. Ada Jeff dimimpinya.
Di antara orang di keluarganya,Ricklah yang paling dekat dengan Jeff. Menurut Rick,Jeff sangat luar biasa.Jeff keren..tidak banyak bicara dan tidak pernah melarang atau memarahi apa yang ia lakukan.Jeff selalu mendengarkan keluh-kesahnya sebagai seorang anak laki-laki yang masih bocah (saat itu,sebelum Jeff meninggalkan rumah),menemaninya bermain kendatipun abangnya itu jarang bersuara dan kelihatan lebih banyak berpikir dan merenung dengan matanya yang gelap dan tajam.
“Aku tidak tahu dimana dia sekarang..”keluh Rick sedih.Ia membasuh wajahnya kembali.Air berhasil mendinginkan kepala dan wajahnya.
“Rick..kami menunggumu di ruang makan.Jangan berlama-lama..”
Kembali terdengar suara Larry dari luar kamar mandi.Sesaat suasana hening setelah ia mendengar langkah-langkah kaki Larry menuruni tangga menuju ruang makan.Rumah mereka memang tergolong besar dan luas.Terkadang,Rick yang selalu terlambat di ruang makan selalu berkelakar,
“Aku terlambat karena tersesat..terlalu banyak lorong di rumah ini.Seperti labirin..”
Dan tak ada satu orangpun yang tertawa mendengar ocehannya itu.
Rick mencuci kedua tangannya dan bercermin.Ia sengaja berlambat-lambat karena ia memang merasa tidak nafsu makan.
Sementara di meja makan,
“Mom..besok aku dan Ashley akan pergi jalan-jalan.Mungkin pulangnya agak larut malam.”
“Mau kemana?”tanya Mom sambil mengeluarkan daging panggang dari oven.
“Tenanglah..dia aman bersamaku.Kami hanya ingin rileks di luar..kasihan Ashley..dia tampak sedikit lebih tua sejak sering begadang larut malam.”Larry melirikku
ke arahku.Sebaiknya aku pura-pura tidak mendengar saja.
Tak lama,Dad bergabung untuk makan malam bersama.Dad adalah seorang branch manager dari sebuah bank swasta di Brooklyn.
“Mana Rick?”tanyanya.Saat itulah Rick muncul dan langsung bergabung. Wajahnya suram.
“Dia tadi mengigau,Dad..”Larry memberitahu.
“Mengigau?kau bermimpi,Nak?” Mom mengernyitkan dahinya.
“Ya Mom.”jawab Rick lirih.Rick ingin sekali membicarakan perkara mimpinya tentang Jeff.Tapi dengan cepat ia urungkan niatnya karena ia tahu itu akan merusak makan malam mereka jika ia menyebut-nyebut nama Jeff di depan Dad.
“Sudahlah.Jangan membicarakan mimpi buruk di meja makan..”selaku.
Kami menikmati makan malam dengan ditemani Sniffy yang meringkuk di pojok ruang makan menunggu jatah makan malamnya.Tak banyak yang kami bicarakan malam itu.Mengapa? karena tampak wajah mendung Rick menghiasi meja makan.Pasti dia benar-benar mengalami mimpi buruk,pikir kami.

Judul novel : Ashley : “Somebody Help me!” (Teror dari Kegelapan)

SINOPSIS

Ashley Mcgriffith memerlukan seseorang untuk membantunya menguak misteri hilangnya sang kakak,Jeff. Mengapa begitu banyak kejadian aneh memenuhi hari-harinya sesaat setelah ia bertemu dengan sang kakak? Saat terakhir kali bertemu setelah sekian lama berpisah ternyata adalah saat-saat ia harus menjalani hari-hari yang berbeda dari harinya. Kemana Jeff? Mengapa ia selalu di hantui mimpi-mimpi yang berantai sepanjang malam? Siapa gadis muda bernama Deborah yang selalu menjadi peran utama dalam mimpinya itu?
Dan..siapa penelepon misterius itu?
Tak disangka-sangka pertemuannya dengan Suziela dan surat Al-jinn yang telah mempesonanya berhasil membantunya menguak misteri itu.Dan kekuatan Al-Qur’an dan cahaya Islam ternyata jauh melebihi dari apa yang ia prediksikan selama ini……



Tidak ada komentar: