Sabtu, 08 November 2008

Belahan Jiwa

“Neng..Aa udah nikah alhamdulillah pas lebaran kemarin..Maaf baru ngasi tau”

Kira-kira begitulah sms yang kuterima di akhir Oktober yang lalu. Surprise juga.. Kok baru dapet kabarnya sekarang. Prasaan baruu aja kemarin ni orang curhat tentang dirinya yang belum-belum juga sampai pada impiannya tuk menyegerakan pernikahannya. Biasalah, adaaa aja campur tangan syetan yang menghembus-hembuskan rasa ragu to kembali menunda-nunda sebuah kebaikan. Dasar Syetan. Usil.


Nah. Langsung saja ke-surprise-an dan ke-hepi-anku kutunjukan dengan me-reply A Henda yang menggenapkan separuh dien-nya di usianya yang ke 34 itu.

“What? Ko gax bilang-bilang?? Wah selamet ya A! Akhirnya jadi juga. Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah. Smoga berkah deh idupnya!”


“Makasi. Ya maap. Kemarin sibuk banget ngurusin sgala sesuatunya. Jadinya klupaan deh..hehe. Neng kapan nyusul?”


“May lah A! May be yes May be no. Maka nya…doain..” reply-ku lagi.
Ah jawaban klise yang always dijadiin senjata kalo ada yang nanya-nanya begituan.

“Amien. Semoga Neng segera menyusul dan mendapatkan suami yang sayang ma Neng..”


Amien A. Makasih atas do’a tulusnya. Insya Allah semoga Allah kabulkan dan mudahkan. **sedikit terharu”.


**************************************************************************************************
*********** Sebuah perjalanan panjang anak manusia ketika menemukan titik itu. Mendapatkan jodohnya. Belahan jiwanya. Seolah-olah tengah berputar-putar pada sebuah labirin besar. Berkelok-kelok, kadang memusingkan, bikin grogi dan akhirnya sampai kepada sang pujaan hati.

Hehehe. Sotoy banget ya. Gak tau ah…Belum lagi kapasitas saya untuk berbicara panjang lebar tentang hal ini.

Nah, Sebuah sms pernah saya dapatkan dari seorang Ukhti yang kini sudah dikarunia seorang anak yang tampan. Cukup menginspirasi agar lebih bersabar dan tabah..( halah…).

beLaHan jiWa,,

TaK aDa yaNg peRnah tAu siaPa dia,,

Dia aKan daTang seTelaH saAtnya tiBa

deNgan caRa yaNg beRsih & suCi

taNpa teRkotoRi naFsu dan keMaksiatan,,


Dia aKan meNyentuh suDut teRhalus haTi Qta,,
Tak Kan peRnah teRtuKar,,,


YaKinlah…..


Wuh…Keren khan..


Oiya ada juga sebuah puisi keren yang saya temuin. Tulisan ini kukutip dari sebuah undangan pernikahan. Udah agak lamaan sih, kira-kira 4-5 taun lalu. Jadi maaf lupa siapa mantennya (yang nulis puisi tsb).


Yang jelas begitu indah, begitu puitis, begitu menyentuh…


Ni dia…..

Jika kau percaya takdir dan suratan

Maukah kau menjadi takdirku
dan menuliskan takdir kita bersama

Dan jika kau percaya Allah punya rencana
Inginkah kau berdoa bersamaku
Bahagianya kita adalah
bagian dari rencana terindah-Nya

Dan percayalah…
Bahagia terindahku cuma kamu


Hmm..Hmm..puwitis banget dan indah banget. Buat anda-anda para kaum bujangan dan jojoba-jojoba yang mau melamar calonnya pake aja contekan puisi ini. . . he he he silahkannn!!

Bagi yang suami-suami udah nikah silahkan Try it at home! Syapa tau makin di sayang. Dan buat para istri, syapa tau uang belanjanya dinaikin.


Syapa tau.. Tul ngga??

Pa lagi ya ? Yah kira-kira begitulah..


Bye....

1 komentar:

Anonim mengatakan...

mi nya kapan???