Sabtu, 05 April 2008

"RIMBA TEMPAT AKU BERNAFAS"


Aku tergeletak kaku diantara akar-akar pohon tajam
Meronta-ronta mengharap belas kasihan pertolongan sang kehidupan
Kenapa tak ada yang balas teriak?

Kenapa tak ada yang lepaskan kesakitan?

Inilah rimba tempat aku bernafas….

Saat halilintar menyambar pohon pinus yang kini kering kerontang kehitaman
Aku tertawa tuk kemudian menjerit ketakutan
Inilah episode baru saat aku yakin nyatanya sebuah kematian
Yakin akan nyatanya sebuah keabadian


Ku masih disini
Rimba tempat aku bernafas

Saat hujan menderas dan memekik seantero hutan

Bunga-bunga yang kemarin indah kini mematung dan mati
Kehidupan tinggallah maya
Dan bayangan gelap kan menggantikannya

Ternyata kumasih disini


Rimba tempat aku bernafas



“Sebuah sajak goresan hati, tuk semakin memaknai indahnya arti sebuah kehidupan…..”

1 komentar:

semrawut mengatakan...

hidup hanya sementara, tgl menunggu kematian tuk menuju hidup yg kekal..