Selasa, 22 April 2008

Mihrab malam



Wahai penghuni langit yang jauh............
Tolong sibakkan tabir putih ini
Ada sapaan lembut yang harus ku rengkuh
Sebagai penepatan ikrar abadi

Manusia malam
Ada yang tak akan pernah mengingkari sumpahnya
Sebagai jawaban tergoresnya takdir
Yang masih aku masuki lorong gelapnya
Hingga terang di balik sayapnya

Berlutut dan sujud
Mengunjungi mihrab malam..................


April 2008

4 komentar:

semrawut mengatakan...

Subhanalloh..

Pekanbaru! Riau mengatakan...

salam juga, semoga juga bisa mempengaruhi yang lain supaya menggunakan jilbab.. amin.

wizurai mengatakan...

ada wajah yang tak kulihat
ada suara yang tak kudengar
ada nama yang tak kuingat
ada kekuasaan yang aku lupakan

datang rindu sebelum fajar
sebelum kembang wizurai mekar
aku bersimpuh
karena rapuh

datang ikhlas ingin berteduh
sebelum adzan memanggil saat shubuh
aku bersimpuh
karena hatiku lumpuh

mohon ampunan
kuketuk pintu semoga engkau berkenan

muthia esfand mengatakan...

halo mi...ehm, logika puisinya ada yang kurang pas, di larik ke tiga:
--Tolong sibakkan tabir putih ini
Ada sapaan lembut yang harus ku rengkuh--
Frase "sapaan lembut" dengan "yang harus kurengkuh" menurutku tidak pas.
Sebenarnya lebih kepada kekurangtepatan pemilihan frase "sapaan lembut". menurutku, cari kata atau frase yang lebih bersosok, sehingga pas disandingkan dengan kata "rengkuh".
Hehe...ini pendapat pribadi Mi...