Selasa, 04 Maret 2008

Semburat senyum tak abadi



Apakah luka bisa tertawa?
Jika iya, asuhlah canda agar ia bisa tumbuh cerdik tuk menari di sekeliling matahari

Bunda adalah luka di dadanya
Tapi apa yang ditawarkan langit?

Jika bisa menusuk langit dengan belati luka
Inginnya meraih titik-titik air penyejuk lara
Untuk dicurahkan kekedalaman jiwa yang menganga

Panas.
Laksana kilat sudah terjemur tanpa alas kepala
Jika demikian apalagi yang akan diberikan langit?
Seukir senyum apakah sama artinya dengan segurat tawa?
Jika hanya derita dibaliknya!

Tidak ada komentar: