Minggu, 03 Januari 2010

JANUARI kemaren aku........


:: Wuah...dah lama juga aku ngga terbangun dari tidur panjangku nih. Ni blog ngga keurus. Tapi walo ngga keurus anehnya ada aja yang ngunjung kesini...Qiqiqiqiqipliqipli **GR sorang**...

Yeah Januari 2010. Walo saya ngga gitu-gitu amat terhadap pergantian tahun. Tapi tetep aja awal dari kalender Masehi pada taun ini memberikan macam-macam rasa yang kusuka dan yang tidak. walau pada kenyataannya tinggi badanku tak bertambah pada tahun yang berbahagia ini, toh,,, ia tak mengurangi pesonaku **halahhh apa, coba*.

Serius dulu ah..



Nah, awal 2010 ini aku cukup terkejut sendiri karena ia dibuka dengan pertengkaranku dengan salah seorang sahabat. Hanya karena masalah yang sepele. Tapi ternyata cukup menyakitkan. Aku juga mengakhiri 2009 dengan pertengkaran di keluarga..ihihihi..gag enak banget deh..Maklumlah si aku ini orangnya pada muasalnya adalah baik. Hanya Syetan saja yang berhasil membujukku untuk jadi pemarah seperti itu. Dan percayalah, kemarahan tuk kemudian berlanjut dengan kemurungan dan DIAM berkelanjutan, tak akan pernah membantu kita dan meletakkan kita pada sebuah jalan bernama kebijaksanaan.

Kemarahanku sempat memuncak mendekati 2010. Dengan akal yang tinggal setengah aku sempat berlari meninggalkan rumah *bukan berlari ding..tapi bermotor tanpa tujuan*. Emang dasar anak baik...yang awalnya mikir yang macem-macem pengen ngelariin diri ke Singkawanglah, ke Sambas lah **macam tau letak Sambas tu dimane..hihihih**. Ujung-ujungnye nyangkut disekitaran Pontianak juga...*Ahahahah* LOL.

Yep! Akhirnya aku malah melarikan diri ke sebuah masjid yang cukup sejuk tuk jiwa dan ragaku. Ngadem sejenak disana sambil membaca buku WANITA 1000 Pesona. Kebetulan lagi ga boleh baca Qur'an. Jadi cukuplah buku itu memberikan inspirasi dan mengisi kekosongan jiwaku....hiks hiks

Yeah belajar dari selembar pengalaman ku tadi, aku mulai berpikir beberapa hal yang sebaiknya kita lakukan jika amarah merajai hati dan pikiran kita :

1) Lebih baik menghindar sejauh-jauhnya dulu dari orang-orang yang kita cintai, daripada kita mengatakan hal-hal yang tidak-tidak pada mereka

2) Lebih baik mendatangi tempat yang kondusif, misal masjid atau majelis ilmu, atau pepustakaan, agar hati lebih adem. Jangan datangi tempat-tempat semacam pusat perbelanjaan ato mall. Nanti uang kita terkuras (mengingat kalo lagi stress akal cuma setengah, jadi bawaannya malah belanja, pula??? hihihihihi). Trus jangan datangi pula tempat-tempat berbahaya semacam jembatan, TOL KAPUAS, misalkan. Ntar malah tergelitik ide gila to bunuh diri (WAPADALAH, WASPADALAH!!!!)

3) Menulis bisa jadi alternatif ampuh sebagai terapi. Tulis aja perasaan kita yang terdalam dan buang semua kedalam tumpukan kertas itu!!

4) Dan ingat, Allah sudah berjajanji, dibalik kesukaran pasti ada kemudahan. Inilah jalan to pendewasaan pribadi dan agama kita..maka lewatilah masalah itu dengan harap hanya kepada Allah SWT.

Nahhh...inilah dia. Sekian tips dari saya...semoga bermanfaatt....

Ya Allah semakin dekatkan kami kepada ketaqwaan. Dan matikan kami dalam khusnul khatimah, dengan sebuah keutamaan..Amiiienn...

3 komentar:

Dedi Irwan'z mengatakan...

tak bole marah2, mending ke tol kapuas 2 bawa bakwan banyak2... heheheh.... Ini serius "ketika kemarahan datang, apa lagi terhadap orang yang kita cintai, lebih baik diam dan pergi sejauh mungkin' aku setuju dengan statemen tu, n itulah yang kulakukan selama ini.....

adi mengatakan...

:) sudah tidak marah2 lagi kan sekarang, mi?

torik mengatakan...

cepet tua teh kalo marah-marah.. nanti ngga nikah2 heheh :)