Minggu, 28 September 2008

Mon, , , , ,


Akhir-akhir ini ada hal yang cukup menggelitikku. Bukan hal besar, namun masalah kecil namun dipikir-pikir sangat berarti untuk dipikirkan (halah, apa coba!).

“Mon,,,,,” ni dia yang sapaan yang akhir-akhir ini kembali menggaung menggema sejagad raya. Pusaran katanya menerobos brutal dan random ke telingaku.

“Mon, , ,” bukan merupakan singkatan ngga jelas dari panggilan soheeb Aa Abdel, Temon. Justru Nick ini sudah pula kuterima sejak masa kecilku,

“Mon Mon, , , “ demikianlah abang semata wayangku kerap memanggilku di era 93-an. Apa susahnya sih memanggil “Mi, mi” gitu. Lebih simpel, toh? Ternyata ide brilian primitifnya itu muncul pada saat membaca majalah Bobo kolom Bona gajah kecil berbelalai panjang yang juga diramaikan oleh tokoh Mak konde. Dari Mak konde inilah dimunculkan juga sosok monyet usil yang tak mudah diatur apatah lagi disuruh-suruh, tersebut bernama Mon Mon.

Inilah pangkal masalah. Abangku berasumsi aku punya kemiripan dengan tokoh monyet tersebut ( Hatsyii!!!). Hingga hari ini panggilan itu masih kerap digunakan pada waktu dan tempat yang katakanlah, wrong time and in a wrong place. Selalu saja dominan pada waktu dan tempat yang salah…………………..

Belasan tahun bergumul dengan nick itu, akhirnya membuat hati, pikiran dan senyuman kembali mengadem dan terbiasa. Biarlah,,, anggap saja itu lovely nick. Ngga masyaa..lah…(,”).

Tapi yang menggelitik sekarang ( balik lagi ke paragraph 1). Ternyata nick rahasia ini ( hanya berlaku di zona keluarga), jebol juga di kalangan komunitas radio tempat aku bernaung. Beberapa orang di pelopori oleh yang berinisial “Rz” berhasil mensosialisasikan nick ini kembali. Diikuti oleh “Dj” yang akhir-akhir ini paling getol melakukan penggunaan nick tersebut untuk waktu dan tempat yang tak terbatas.

“Mon. , . atau Momon, , ,” nama baru yang terkadang ketika aku mendengarnya, muncul nuansa berbeda. Nuansa dramatis yang tak dapat dilukiskan dengan goresan kata per kata disini.

Ada nilai rasa yang berbeda ketika ada yang memanggilku dengan nick itu, , ,

Ini memang Lovely Nick….

Bisa jadi. . . . . .

2 komentar:

Anonim mengatakan...

lelah kadang tak tandai hidup dengan kubur kenangan,sunyi ada kala nya runtuh hanya dengan erangan jangkrik dan bisik rerumputan,

hati biroe mengatakan...

mimi atau momon?
yang jelas bukan bonbon

^_^ nice blog

salam kenal yach ^_^