Selasa, 04 November 2008

Hadiah bunga di pagi hari

Pagi-pagi gini dengan tergesa-gesa jam 7 pagi aku tergopoh-gopoh menaiki tangga radio. Secara tadi malem dapat pesen dari Abu Fazli untuk segera memposting kolom Samudera hidayah untuk Majalah Qalam.....Katanya gak ada..Padahal aku yakin sekali udah kuposting beberapa hari yang lalu.

Tuw khan bener sekalinya saya cek..ade ba!! Hi99x... mang lah.

Iseng sambil ku cek email pribadiku. Jreng..!!

Aku dapet kiriman setangkai bunga mawar. Plus sebuah pesan pendek. Yah pesannya gak perlu kali ya saya pamerin disini..Cukup bunganya aja...

Hari ini dikrimin bunga...Besok dikirimin apa ya?? He256x. Kidding.

Dah ah. Harus segera cao niy.... Ntar di tegor ma Kepsek tempat aku PPL or staf-stafnya...

**Dasar mahasiswi bandel** >> Mr. Hendra Mode On



Senin, 03 November 2008

Cukupkan dengan 1 kata. .

Beberapa hari lalu, saya iseng-iseng ngutak-ngatik saved message di nokia 5300-saya. Ada sebuah pesan tersimpan yang sebenarnya sudah tersimpan cukup lama. Bunyinya kira-kira kayak gini…

gAmBaRkan sY dgn 1 kata. HanYa 1 kaTa! KiRim jaWaBannYa padaKu dan KiRim lagi JawaBan ini ke tEmen2mu yang lain aGar KmU tw sPRti aPa kaMu Bagi mReka!

Pikir punya pikir, tergelitik juga nih tuk mencoba kembali mengirimkan sms tsb pada teman-teman “baru” yang saat ini cukup dekat dengan saya…kalau sobat-sobat yang lama seh udah pernah. Mulai dari jawaban “Lucu, ranting, misterius,” dan entah apalagi sayapun uda lupa saking banyaknya. Nah, jadi pengen tau lagi kali ini. Apa ya jawaban teman-teman tentang saya? Gak yakin juga bakal mereka balas..ternyata responnya positif..

Sms pertama masuk.
“Thumb”.
Ni dari temen di Bandung yang saya temui di komunitas blogger ini..Gak tau pa maksutnya pa artinya jempolan or apa, gitu. Malu juga mau nanya lagi. Ato jangan-jangan saya secantik dan seimut Thumbelina? Ah gak tau juga...

Sms kedua.
“Lucu”.
Ni dari bang sam. Singkat, padat, bikin mengkerut jidat. Lucu? Orang seserius saya di bilang lucu. Ah gak tau juga…

Sms ke3.
1 kata?! Subhanallah…
Wah Black Ustadz dah ngomong gini saya no Comment deh

Sms ke-4.
“Gorgeous”…
Ni dari sapa, ya? Ada deh, pokoknya dari org yang wise lah...hehehe.

Sms ke-5.
“Apa y..scr karakter aq g tlalu mngenalmu,bagaimana dn spt ap!cm bs liat dr pic mu yang mukanya tampak beda2..he6 tp cantik(1 kata yg tepat, mungkin)”
Ni dari Dogol. Cuma minta 1 kata malah nyeloteh, dia.. Tapi gpp deh..khan komen’a positif dan jujur..whehehe..mkasiy ya

Sms ke-6.
“No coment aja”
Basi! Sms ini pastinya datang dari orang yg paling narxis yang pernah saya kenal, dan dia tidak mau mengakui apa yang ada pada sahabatnya. Huh. Tapi gapapa. Biar saja dia nyibukin diri dengan dirinya sendiri...Soalnya dia ini lagi sibuk banting tulang nyari duit.

Sms ke-7.
“Imaginatif”
Tetangga deket rumah. Masi sempet juga dia nge-reply....makasiy..

Sms ke-8.
“1 kata buatmu Mi, “aneh”. Itu hanya 1 dr ribuan kata yang tergambar dr dirimu yang terlintas dpikiranku. Mgkin bahkan 1000 smspun tak kan cukup utk menggambarkan dirimu.”
Gak ngerti …

Sms ke-9
“Cantik”
Terima kasih..jujur amat..nyehehe

Sms ke-10
“Imut”
Dari sohib yang gak putus-putusnya ngedoain saya. Kirain dia mau jawab “Sholehah”..eh ternyata enggak..hi9x

Sms ke-11
“U pintar”
Biasalah temen kampus. Makasi ya…

Sms ke-12
“CANTIK. Bkn dalam artian yang sempit,tp dalam arti yg lebih luas.krn cantik bkn hny untuk tampilan fisik,tp lbh dr itu”
Jadi pengen nraktir yamg ngirim sms ini..hehehe

Sms ke-13
“Ekspresif” (*)
Dari Bintang. Yeah, dapat dimengerti knapa si kutu eh predator buku ini bilang begitu..Makasiy adikku...

Sms ke-14
“Subhanallah”
Nah ni dari orang yang paling jaring muji. Tadinya sempat kepikiran dia akan langsung mengeluarkan hadits-hadits shohih atau tausiyah yang bakal memberatkanku trus aku akan minta map gitu. Ternyata engga.

Sms ke-15
“You Are a strong girl/ CAT WOMAN”
Halah! Gak jelas banget neh dari kpala suku …gak intelek banget jawabannya…

Sms ke-16
“Periang. Mimi seperti seorang yang gak pernah sedih..he he”
Surprise juga ternyata replica kiwil ini dengan bersahaja mau me-reply sms-ku. Makasiy ya..Moga sukses ngelamar kerjaannya di Jakarta.

Sms ke-17
“Beautiful”
Aciiik…ni dari dinie the kupu…moga gak ada to be continued-nya…biasanya ni org ada “tapi”-nya gitu..hihi256x..mkasiy ya bu…..

Sms ke-18
“Gesit”
Wah mbak Tugu neh becanda kali. Kayaknya sindiran deh…

Sms ke-19
“Smart!”
Dari manten baru yang lagi ikut suaminya ke Balai Karangan. Sempet-sempet, lagi cerita tentang durian balai karangan. Bikin ngiler aja. .Makasiy ya ukhtiy..U are The best lah..

Sms ke-20
“Uniq. Kalo aq?”
Dari Ummi sohib masa kecil. Maksiy ya Mi….

Nah sodara-sodara..kira-kira inilah jawaban-jawaban dari temen-temen dan tetangga saya. Sebagian ada yang ngga mau me-reply. Ngga tau apa alasannya. Mungkin gak terlalu penting juga, kali ya. Ato lagi gak ada pulsa…. tapi gapapa .. 

Buat teman-teman yang merasa pernah me-reply sms ini saya ucapkan terima kasih atas perhatian, waktu, pikiran dan pulsanya untuk saya. Ya, hanyalah seorang “saya”.  Saya bahagia sekali atas atensi yang sudah diberikan.

Nah, kawan-kawan nak tau, ape jadi nye after ni? (Upin Ipin Mode On). Sepertinya kita butuh sms sejenis dengan versi yang berbeda.

Kira-kira seperti ini…
Sahabat..berikan padaku 1 kata negative sifatku yang pernah anda temui. 1 aja dulu! SmoGa dengAn beGitu ku kan Bisa meMperbaiki sifat itu. Balas sms ini dan Kirimkan kembali ke teman-temanmu sBg kaca diri. GooD luCk..

Do’a-ku hari ini:

Ya Allah..terima kasih karena telah menganugerahkan kepadaku teman-teman yang baik, Yang bahkan 1 kata tentangku bagi mereka adalah keseluruhannya yang baik-baik saja.

Padahal begitu banyak hal yang belum mereka ketahui tentangku, karena Engkau, ya Allah..senantiasa menutupi aib-aib dan keburukan sifatku…

Teman, bagaimana mungkin Allah sebegitu ketatnya menjaga harga diri kita, kemudian kita harus menyia-nyiakan kepercayaan dari-Nya? Subhanallah, Allah tutup aib kita namun tak jarang diri yang hina ini dengan congkaknya kembali merobek dan menyingkap tabir kita sendiri?

Hanya untuk perenungan diri. Untuk diri yang lemah dan dibanjiri dosa. Semoga bermanfaat…

Kamis, 23 Oktober 2008

Don't do that for your Mom...


Ibumu adalah satu-satunya ibu
Tiada 2 ibu dalam hidupmu

Jika ada
Namanya bukan ibu lagi
Tapi ada tambahan gelar
Ibu Tiri
Ibu Angkat

Ibumu adalah satu-satunya wanita yang paling cantik
Walau dia datang dengan seribu omelan dan ceramah
Tapi ibumu adalah orang yang paling sayang
Karena dia masih berbicara kepadamu
Orang yang tidak berbicara kepadamu
Adalah orang yang tidak mengenalmu
Atau orang yang sudah meninggalkan dunia ini
Atau orang yang sakit jiwa
Dan ibumu masih mengenalmu, dia belum meninggalkan dunia ini dan dia
tidak sakit jiwa

Ibumu adalah orang yang menjadi Syurga dan Nerakamu
Tatkala seorang sahabat pergi berjihad
Dia tidak izin dengan orangtuanya
Keduanya menangis meratapi kepergian anaknya yang tanpa izin
Kejadian ini didengar Nabi
Beliau perintahkan sahabat itu kembali ke rumah
Sebelum pergi Nabi meninggalkan pesan singkat
"Buatlah keduanya tertawa, setelah sebelum ini keduanya menangis"
Tak terhitung berapa banyak anak Palestina yang pamit sebelum
melaksanakan bom syahidnya
Mereka berpamit dengan ibunya
Sang ibu melepasnya dengan ikhlas
Mendoakannya

Dan dirimu........

Tidaklah dirimu pergi ke medan sekelas jihad di Palestina
Tapi izin dan pamit
Sebagai tanda cintamu pada ibumu
Adalah sesuatu yang tidak boleh engkau abaikan
Ibumu masih hidup
Suatu hari nanti
Jika dia sudah tiada
Engkau takkan bisa lagi mendengar suaranya
Takkan bisa lagi memberikan kepadanya pakaian
Engkau hanya bertemu batu nisan disana
Terpahat nama, tanggal lahir dan wafatnya
Tapi kan terpahat selamanya dihatimu
Penyesalan

Karena mengabaikan sikapmu yang indah pada ibumu
Sebelum segalanya terlambat
Berbuat baiklah kepada ibu, rendahkanlah ucapan dan agungkan sikap
penghormatanmu Kepada ibumu

"Dan kami perintahkan kepada manusia
untuk berbuat baik kepada ibu bapaknya
Ibunya telah mengandung dirinya dalam keadaan payah diatas payah
Berbuat baiklah kepada ibu bapakmu
Dan kepada Kamilah kembalimu"


(Terima kasih, Kakak, atas artikel ini. Selalu merindukan dan menghormatimu....)

Saat harus berpaling lagi...


Jika sebuah pengkhianatan adalah hal keji di muka bumi ini, maka bisa jadi mengkhianati Allah dengan lari dari-Nya ketika sedang bermasalah bisa jadi merupakan sebuah kekejian yang paling bengis.

Hari ini segala semangat kehidupanku menguap. Untuk sejenak saja, kukira ( setidaknya ketika aku menulis ini).

Dengan segenap rasa berat di dada, aku terbang bersama dunia maya. Tanpa tujuan, tanpa keinginan. Semuanya dilakukan tanpa asa.

Gemetar, itu yang aku rasakan sekarang......

Hingga pada akhirnya, laksana sebuah saputan air di bibir pantai,sampailah aku pada kalimat ini...Kutemukan kata-kata indah itu dari sebuah shoutbox.

Andaikan engkau perlu kekasih,maka pilihlah ALLAH. Kiranya engkau perlu teman sejati,maka dampingilah AL-QURAN. Jikalau engkau perlu kekuatan dalam kehidupan,maka bertawakallah pada ALLAH & bersabarlah....


Allah, aku kembali pada-Mu.............

Minggu, 12 Oktober 2008

Legolas


Full name: Legolas Greenleaf
Name meaning: Legolas=Greenleaf (Sindarin Elvish)
Aliases: None
Date of birth: Unknown in the books; TA 87 in the movies
Date of death: Unknown
Race: Elf
Parents: Thranduil (father); mother unknown
Siblings: Unknown
Spouse: None
Children: None
Hair color: Unknown in the books; blond in the movies
Eye color: Unknown in the books; blue in the movies
Played in the movies by: Orlando Bloom

History: Legolas was the son of Thranduil, king of the Elves of Mirkwood Forest. The Elves of Mirkwood were charged with protecting Gollum, but they couldn't bear to keep the creature in prison, and let him climb trees in the forest. One day Gollum refused to come down from his perch, and around June 20th, TA 3018, he was rescued by orcs. All his Elven guards were slain, and Thranduil sent his son to Rivendell to tell Elrond of Gollum's escape. After telling the Council the news (and having a brief argument with Glóin the Dwarf, whom Thranduil had imprisoned long ago), Legolas was chosen to represent the Elves in the Fellowship.

After Gandalf fell in Moria, the Fellowship journeyed to Lothlorien, where Legolas conversed with Haldir and the other guards of the forest. Haldir required that Gimli be blindfolded while walking through the land, which was not at all to the Dwarf's liking. He did say that he would be content if only Legolas would share his blindness, which greatly offended the Elf. But, after staying in Lothlorien for some time, Legolas began to develop a curious friendship with Gimli, taking the Dwarf with him on all his exploits. Before leaving the wood, Queen Galadriel gave Legolas a bow of the Galadhrim. Legolas put the weapon to good use when a Nazgul flew over the heads of the Fellowship: the Elf shot the steed out from under the Ringwraith. After Frodo and Sam fled from Amon Hen, Legolas chose to accompany Aragorn and Gimli in the hunt for Merry and Pippin.

Legolas never tired on the search, and when the Three Hunters came to Fangorn Forest, Legolas was fascinated by the old trees. He at first mistook an old wizard clad in white for Saruman, and tried to shoot an arrow at him, but was the first of the companions to figure out that the wizard was, in fact, Gandalf. The four companions rode to Edoras, and after Gandalf healed King Théoden, they travelled to Helm's Deep. Legolas fought bravely at the fortress, playing an orc-killing game with Gimli. Legolas' final score was 41; Gimli's was 42.

Legolas accompanied Aragorn, Gimli, Gandalf, and a small group of Rohirrim to Orthanc, where he witnessed the downfall of Saruman. Legolas chose to continue to follow Aragorn, even to the Paths of the Dead: the ghosts of Men held no terror for him. He helped man the Corsair ships in which the companions sailed to Minas Tirith, and fought courageously at the Battle of the Pelennor Fields. He journeyed with the Captains of the West to Mordor and fought in the Last Battle before the Gates of Mordor.

After the War of the Ring, Legolas stayed at Minas Tirith for Aragorn's coronation and wedding. He accompanied Théoden's funeral procession, and at Helm's Deep fulfilled his bargain with Gimli: if the Elf would visit the Glittering Caves with the Dwarf, then the Dwarf would explore Fangorn Forest with the Elf. After visiting the caves, Legolas could only say that Gimli alone could find words to describe them. Gimli was less willing to fulfill his part of the bargain, but the two took leave of their companions and explored Fangorn.

Legolas led many Wood Elves to Ithilien, where they beautified the war-torn land. Many years later, in FO 120, Legolas built a ship, and he and Gimli passed over the Sea to the Undying Lands.

Kamis, 02 Oktober 2008

Sekali lagi tentang ini....


“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Agama (Allah); (tetaplah atas) Fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan terhadap fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (QS.Ar-Rum:30)

Sms seorang sahabat menggetarkan hatiku. Sungguh, barisan kata itu begitu padu menggaung sampai ke kedalaman hati. Sahabatku berkata.....

“Fitrah Allah, telah memfitrahkan manusia atasnya (Al-Qur’an). Fitrah manusia itu adalah hidup dengan Al-Qur’an. Jika hidupnya jauh dari Al-qur’an berarti ia sudah jauh dari fitrah”

Subhanallah Maha suci Engkau Ya Allah........

Senin, 29 September 2008

"Jangan-jangan nggak bisa masak, Tante?"



Gimana prasaan kita jika H-2, H-1, hari H, H+1 (dan seterusnya) dengan H yang tak terkira, menjelang hari raya idul fitri kita masih tersibukkan dengan kesibukan di luar tanpa "menyentuh" urusan dalam rumah? Padahal yang namanya Idul Fithri begitu eloknya jika anak perempuan (palagi kalo dia semata wayang alias cewek satu-satunya), lebih banyak berdiam diri di rumah, membantu Ibu mempersiapkan segala macam keperluan hari raya secara FOKUS, TERARAH dan PROFESIONAL (halah, apa coba!).

Sore kemarin terjadi percakapan antara dua orang insan yakni Ibu saya dan ***Yang-Tak-Boleh-Disebut-Namanya** atau "KAU-TAHU-SIAPA" (Ih, kayak Lord Voldemort aja). Settingnya adalah halaman rumah saya dan terjadi bertepatan ketika kami akan menghadiri undangan buka puasa bersama keluarga besar Sukadana yang digawangin oleh OSO (Oesman Sapta Oedang)di Grand mahkota Hotel.

Singkat cerita, 2 tokoh dari tulisan ini tadi bercakap-cakap gak tau juga awal mula yang diomongin apa, bertepatan pada saat saya masuk bentar ke rumah dengan terburu-buru untuk mengambil slayer yang tertinggal ( panas banget bo' mataharinya.. Gak boleh keluar tanpa slayer dong..). Samar-samar saat melangkah menuju halaman, suara mereka terbawa oleh angin sore berhawa panas dan mudik di telingaku yang ngga tajem-tajem amat ini.

IBU : "....................." ( Belum kedengaran jelas yang diomongin)

Lord Voldemort : "....zz..mimi.......ZzZ." (Udah mulai samar-samar)

IBU : ".........ZzZ..ya..Mi..Ya...ZzzZZ...."

Lord Voldemort : "ZzZ...Hmm...Itulah....,, ZzZz..."

IBU : "...Ya, zzZZzz......mungkin...ZzzZZ"

Lord Voldemort : "Hmm...jadi ZzzZZ Mimi....ZzZZ..."

Akhirnya........

IBU : "Mimi sibuk sering di luar....."

Lord Voldemort : "Wah wah, jangan-jangan Mimi nggak bisa masak nih, Tante?"

TRINGG!!! Ni hal-hal yang tergolong sensitif bagi saya. Pas minta statement pembicaraan tsb diulang, Yah..ngga ada siaran ulangnya. Yang jelas prasangka saya gini : Lagi ngomongin Mimi yang sering keluar rumah dan ngga bisa masak...Gitu.

Yang jelas melalui tulisan ini, mewakili mereka yang tersibukan di luar rumah (mewakili akhwat Radio juga, sebangsa K nana en Risma). Saya hanya ingin meminta maaf kepada sanak keluarga mulai dari keluarga inti ampe keluarga besar. Bahwasanya saya sangat menghargai stempel Djarum Super (Djarang di Rumah Suka Pergi), namun dengan berbesar hati saya hanya ingin menyentuh sudut terhalus semuanya bahwa apa yang saya lakukan disini semuanya Insya Allah juga mengandung kebaikan dan kemaslahatan (Amien....). Jadi tolong dimaapkan..... >^,^<

Semoga di waktu dekat ini saya bisa memperbaiki siklus hidup saya. Agar tidak ada pihak-pihak yang terdzolimi. Jika hampir setengah dari Ramadhan ini saya habiskan untuk berbuka di luar rumah (hik256x) saya harap jika umur saya sampai tahun depan di ramadhan selanjutnya, Allah akan mudahkan saya untuk lebih sering berada bersama-sama keluarga di rumah. Amien256x.

"Jangan-jangan nggak bisa masak, Tante?"

Duwh....kata-kata ini sungguh membuatku terluka.....( Hiy, apa coba!!).

Dah ah pamit dulu......

Wassalam

Minggu, 28 September 2008

Mon, , , , ,


Akhir-akhir ini ada hal yang cukup menggelitikku. Bukan hal besar, namun masalah kecil namun dipikir-pikir sangat berarti untuk dipikirkan (halah, apa coba!).

“Mon,,,,,” ni dia yang sapaan yang akhir-akhir ini kembali menggaung menggema sejagad raya. Pusaran katanya menerobos brutal dan random ke telingaku.

“Mon, , ,” bukan merupakan singkatan ngga jelas dari panggilan soheeb Aa Abdel, Temon. Justru Nick ini sudah pula kuterima sejak masa kecilku,

“Mon Mon, , , “ demikianlah abang semata wayangku kerap memanggilku di era 93-an. Apa susahnya sih memanggil “Mi, mi” gitu. Lebih simpel, toh? Ternyata ide brilian primitifnya itu muncul pada saat membaca majalah Bobo kolom Bona gajah kecil berbelalai panjang yang juga diramaikan oleh tokoh Mak konde. Dari Mak konde inilah dimunculkan juga sosok monyet usil yang tak mudah diatur apatah lagi disuruh-suruh, tersebut bernama Mon Mon.

Inilah pangkal masalah. Abangku berasumsi aku punya kemiripan dengan tokoh monyet tersebut ( Hatsyii!!!). Hingga hari ini panggilan itu masih kerap digunakan pada waktu dan tempat yang katakanlah, wrong time and in a wrong place. Selalu saja dominan pada waktu dan tempat yang salah…………………..

Belasan tahun bergumul dengan nick itu, akhirnya membuat hati, pikiran dan senyuman kembali mengadem dan terbiasa. Biarlah,,, anggap saja itu lovely nick. Ngga masyaa..lah…(,”).

Tapi yang menggelitik sekarang ( balik lagi ke paragraph 1). Ternyata nick rahasia ini ( hanya berlaku di zona keluarga), jebol juga di kalangan komunitas radio tempat aku bernaung. Beberapa orang di pelopori oleh yang berinisial “Rz” berhasil mensosialisasikan nick ini kembali. Diikuti oleh “Dj” yang akhir-akhir ini paling getol melakukan penggunaan nick tersebut untuk waktu dan tempat yang tak terbatas.

“Mon. , . atau Momon, , ,” nama baru yang terkadang ketika aku mendengarnya, muncul nuansa berbeda. Nuansa dramatis yang tak dapat dilukiskan dengan goresan kata per kata disini.

Ada nilai rasa yang berbeda ketika ada yang memanggilku dengan nick itu, , ,

Ini memang Lovely Nick….

Bisa jadi. . . . . .

Sabtu, 27 September 2008

APOLOGIZE



You…

The one who closed that door 4 me

And built this wall against me,,



You...


Forbidden the floor to be walked by me

And switch on a big rainy wind to me, ,



You…


Who discover that I’m nothing less than a looser

On your mind and thought, ,


No matter what I do

No matter how hard I try
It seems to be so wrong
In that useless stupid selfish freak, ,





Wish you to change

Wish you to erase it all from yours
N then I’ll back to fulfill the missing from yours
And then I’ll back to fulfill the missing part in your soul

Selasa, 09 September 2008

Akhirnya.....


Akhirnya dapet juga karakter-karakter yang akan berperan di film Ketika Cinta Bertasbih yang akan di garap oleh Chaerul Umam. Semangat bwt para Duta KCB!

Pontianak goes to Jakarta...n..Mesir..hehehe























Melalui Blog ini, Mimi secara resmi *halah* ingin mengucapkan selamat dan sukses kepada Nidia AR Alqadrie (Ninid) dan Roshinta Listia (Oshin) atas keberhasilannya mewakili Kalbar untuk menembus Grand final Audisi Cari 5 bintang Film ketika Cinta Bertasbih.

Luruskan niat sempurnakan ikhtiar ! Ingat selalu perjuangan 19 dari kita, pahit asem manis selama di Pontianak, Mess dan karantina Depok.


Di tunggu film-nye. 'En Salamin bwt Dude herlino >^.^<>


Sabtu, 06 September 2008

Renungan 7 Ramadhan


Untuk diriku yang lalai

Dengarlah bisikan ini

Akhir kehidupan kita adalah tercermin dari kebiasaan-kebiasaan kita

Bersiagalah!

Dr.Abdullah Azzam sudah menegaskan bahwasanya kamu sendirilah

Sang arsitek kematianmu sendiri

Maka rancang dan rencanakanlah kematianmu dengan sebaik-baiknya!

Untuk diriku yang lalai

Kenapa pernah tersirat dalam hatimu untuk meninggalkan dakwah?

Membutakah mata hati oleh pesona dunia raya?

Padahal Allah tegaskan untukmu untuk pergi berperang

Baik dalam keadaan BERAT maupun RINGAN!

Berteriaklah untuk keluar dari jalan dakwah!

Padahal sesungguhnya di saat itulah

kau sedang menjatuhkan dirimu sendiri ke jurang kehancuran!

Karena Islam akan terus berjaya

Dengan ada atau tidaknya kau disini

Bukan islam yang akan kalah

Namun dirimulah yang akan jauh merugi

Cutilah kau dari dakwah!

Inilah simbol bagi orang-orang yang tidak beriman!

Kembalilah masuk ke barisan mulia ini

Sekarang atau tidak sama sekali

Maju, dan songsonglah Syurga

Hilangkanlah kelalaian

Kembalilah kepada kemuliaan

( Thanks to Ust. Fatahillah Abrar dan panitia Daurah Tarqiyah..)

Minggu, 24 Agustus 2008

13 Sifat Laki-laki Yang Tidak Disukai Perempuan


Oleh: DR. Amir Faishol Fath

Para istri atau kaum wanita adalah manusia yang juga mempunyai hak tidak suka kepada laki-laki karena beberapa sifa-sifatnya. Karena itu kaum lelaki tidak boleh egois, dan merasa benar. Melainkan juga harus memperhatikan dirinya, sehingga ia benar-benar bisa tampil sebagai seorang yang baik. Baik di mata Allah, pun baik di mata manusia, lebih-lebih baik di mata istri. Ingat bahwa istri adalah sahabat terdekat, tidak saja di dunia melainkan sampai di surga. Karena itulah perhatikan sifat-sifat berikut yang secara umum sangat tidak disukai oleh para istri atau kaum wanita. Semoga bermanfaat.


Pertama, Tidak Punya Visi

Setiap kaum wanita merindukan suami yang mempunyai visi hidup yang jelas. Bahwa hidup ini diciptakan bukan semata untuk hidup. Melainkan ada tujuan mulia. Dalam pembukaan surah An Nisa’:1 Allah swt. Berfirman: “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”. Dalam ayat ini Allah dengan tegas menjelaskan bahwa tujuan hidup berumah tangga adalah untuk bertakwa kepada Allah. Takwa dalam arti bersungguh mentaati-Nya. Apa yang Allah haramkan benar-benar dijauhi. Dan apa yang Allah perintahkan benar ditaati.

Namun yang banyak terjadi kini, adalah bahwa banyak kaum lelaki atau para suami yang menutup-nutupi kemaksiatan. Istri tidak dianggap penting. Dosa demi dosa diperbuat di luar rumah dengan tanpa merasa takut kepada Allah. Ingat bahwa setiap dosa pasti ada kompensasinya. Jika tidak di dunia pasti di akhirat. Sungguh tidak sedikit rumah tangga yang hancur karena keberanian para suami berbuat dosa. Padahal dalam masalah pernikahan Nabi saw. bersabda: “Pernikahan adalah separuh agama, maka bertakwalah pada separuh yang tersisa.”


Kedua, Kasar
Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Ini menunjukkan bahwa tabiat wanita tidak sama dengan tabiat laki-laki. Karena itu Nabi saw. menjelaskan bahwa kalau wanita dipaksa untuk menjadi seperti laki-laki tulung rusuk itu akan patah. Dan patahnya berarti talaknya. Dari sini nampak bahwa kaum wanita mempunyai sifat ingin selalui dilindungi. Bukan diperlakukan secara kasar. Karena itu Allah memerintahkan para suami secara khusus agar menyikapi para istri dengan lemah lembut: Wa’aasyiruuhunna bil ma’ruuf (Dan sikapilah para istri itu dengan perlakuan yang baik) An Nisa: 19. Perhatikan ayat ini menggambarkan bahwa sikap seorang suami yang baik bukan yang bersikap kasar, melainkan yang lembut dan melindungi istri.

Banyak para suami yang menganggap istri sebagai sapi perahan. Ia dibantai dan disakiti seenaknya. Tanpa sedikitpun kenal belas kasihan. Mentang-mentang badannya lebih kuat lalu memukul istri seenaknya. Ingat bahwa istri juga manusia. Ciptaan Allah. Kepada binatang saja kita harus belas kasihan, apalagi kepada manusia. Nabi pernah menggambarkan seseorang yang masuk neraka karena menyikas seekor kucing, apa lagi menyiksa seorang manusia yang merdeka.


Ketiga, Sombong

Sombong adalah sifat setan. Allah melaknat Iblis adalah karena kesombongannya. Abaa wastakbara wakaana minal kaafiriin (Al Baqarah:34). Tidak ada seorang mahlukpun yang berhak sombong, karena kesombongan hanyalah hak priogatif Allah. Allah berfirman dalam hadits Qurdsi: “Kesombongan adalah selendangku, siapa yang menandingi aku, akan aku masukkan neraka.” Wanita adalah mahluk yang lembut. Kesombongan sangat bertentangan dengan kelembutan wanita. Karena itu para istri yang baik tidak suka mempunyai suami sombong.

Sayangnya dalam keseharian sering terjadi banyak suami merasa bisa segalanya. Sehingga ia tidak mau menganggap dan tidak mau mengingat jasa istri sama sekali. Bahkan ia tidak mau mendengarkan ucapan sang istri. Ingat bahwa sang anak lahir karena jasa kesebaran para istri. Sabar dalam mengandung selama sembilan bulan dan sabar dalam menyusui selama dua tahun. Sungguh banyak para istri yang menderita karena prilaku sombong seorang suami.


Keempat, Tertutup

Nabi saw. adalah contoh suami yang baik. Tidak ada dari sikap-sikapnya yang tidak diketahui istrinya. Nabi sangat terbuka kepada istri-istrinya. Bila hendak bepergian dengan salah seorang istrinya, nabi melakukan undian, agar tidak menimbulkan kecemburuan dari yang lain. Bila nabi ingin mendatangi salah seorang istrinya, ia izin terlebih dahulu kepada yang lain. Perhatikan betapa nabi sangat terbuka dalam menyikapi para istri. Tidak seorangpun dari mereka yang merasa didzalimi. Tidak ada seorang dari para istri yang merasa dikesampingkan.

Kini banyak kejadian para suami menutup-nutupi perbuatannya di luar rumah. Ia tidak mau berterus terang kepada istrinya. Bila ditanya selalu jawabannya ngambang. Entah ada rapat, atau pertemuan bisnis dan lain sebagainya. Padahal tidak demikian kejadiannya. Atau ia tidak mau berterus terang mengenai penghasilannya, atau tidak mau menjelaskan untuk apa saja pengeluaran uangnya. Sikap semacam ini sungguh sangat tidak disukai kaum wanita. Banyak para istri yang tersiksa karena sikap suami yang begitu tertutup ini.


Kelima, Plinplan

Setiap wanita sangat mendambakan seorang suami yang mempunyai pendirian. Bukan suami yang plinplan. Tetapi bukan diktator. Tegas dalam arti punya sikap dan alasan yang jelas dalam mengambil keputusan. Tetapi di saat yang sama ia bermusyawarah, lalu menentukan tindakan yang harus dilakukan dengan penuh keyakinan. Inilah salah satu makna qawwam dalam firman Allah: arrijaalu qawwamuun alan nisaa’ (An Nisa’:34).


Keenam, pembohong

Banyak kejadian para istri tersiksa karena sang suami suka berbohong. Tidak mau jujur atas perbuatannya. Ingat sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh ke tanah. Kebohongan adalah sikap yang paling Allah benci. Bahkan Nabi menganggap kebohongan adalah sikap orang-orang yang tidak beriman. Dalam sebuah hadits Nabi pernah ditanya: hal yakdzibul mukmin (apakah ada seorang mukmin berdusta?) Nabi menjawab: Laa (tidak). Ini menunjukkan bahwa berbuat bohong adalah sikap yang bertentangan dengan iman itu sendiri.

Sungguh tidak sedikit rumah tangga yang bubar karena kebohongan para suami. Ingat bahwa para istri tidak hanya butuh uang dan kemewahan dunia. Melainkan lenbih dari itu ia ingin dihargai. Kebohongan telah menghancurkan harga diri seorang istri. Karena banyak para istri yang siap dicerai karena tidak sanggup hidup dengan para sumai pembohong.


Ketujuh, Cengeng

Para istri ingin suami yang tegar, bukan suami yang cengeng. Benar Abu Bakar Ash Shiddiq adalah contoh suami yang selalu menangis. Tetapi ia menangis bukan karena cengeng melainkan karena sentuhan ayat-ayat Al Qur’an. Namun dalam sikap keseharian Abu Bakar jauh dari sikap cengeng. Abu Bakar sangat tegar dan penuh keberanian. Lihat sikapnya ketika menghadapi para pembangkang (murtaddin), Abu Bakar sangat tegar dan tidak sedikitpun gentar.

Suami yang cenging cendrung nampak di depan istri serba tidak meyakinkan. Para istri suka suami yang selalu gagah tetapi tidak sombong. Gagah dalam arti penuh semangat dan tidak kenal lelah. Lebih dari itu tabah dalam menghadapi berbagai cobaan hidup.


Kedelapan, Pengecut
Dalam sebuah doa, Nabi saw. minta perlindungan dari sikap pengecut (a’uudzubika minal jubn), mengapa? Sebab sikap pengecut banyak menghalangi sumber-sumber kebaikan. Banyak para istri yang tertahan keinginannya karena sikap pengecut suaminya. Banyak para istri yang tersiksa karena suaminya tidak berani menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Nabi saw. terkenal pemberani. Setiap ada pertempuran Nabi selalu dibarisan paling depan. Katika terdengar suara yang menakutkan di kota Madinah, Nabi saw. adalah yang pertama kaluar dan mendatangi suara tersebut.

Para istri sangat tidak suka suami pengecut. Mereka suka pada suami yang pemberani. Sebab tantangan hidup sangat menuntut keberanian. Tetapi bukan nekad, melainkan berani dengan penuh pertimbangan yang matang.

Kesembilan, Pemalas

Di antara doa Nabi saw. adalah minta perlindingan kepada Allah dari sikap malas: allahumma inni a’uudzubika minal ‘ajizi wal kasal , kata kasal artinya malas. Malas telah membuat seseorang tidak produktif. Banyak sumber-sumber rejeki yang tertutup karena kemalasan seorang suami. Malas sering kali membuat rumah tangga menjadi sempit dan terjepit. Para istri sangat tidak suka kepada seorang suami pemalas. Sebab keberadaanya di rumah bukan memecahkan masalah melainkan menambah permasalah. Seringkali sebuah rumah tangga diwarnai kericuhan karena malasnya seorang suami.

Kesepuluh, Cuek Pada Anak

Mendidik anak tidak saja tanggung jawab seorang istri melainkan lebih dari itu tanggung jawab seorang suami. Perhatikan surat Luqman, di sana kita menemukan pesan seorang ayah bernama Luqman, kepada anaknya. Ini menunjukkan bahwa seorang ayah harus menentukan kompas jalan hidup sang anak. Nabi saw. Adalah contoh seorang ayah sejati. Perhatiannya kepada sang cucu Hasan Husain adalah contoh nyata, betapa beliau sangat sayang kepada anaknya. Bahkan pernah berlama-lama dalam sujudnya, karena sang cucu sedang bermain-main di atas punggungnya.

Kini banyak kita saksikan seorang ayah sangat cuek pada anak. Ia beranggapan bahwa mengurus anak adalah pekerjaan istri. Sikap seperti inilah yang sangat tidak disukai para wanita.

Kesebelas, Menang Sendiri

Setiap manusia mempunyai perasaan ingin dihargai pendapatnya. Begitu juga seorang istri. Banyak para istri tersiksa karena sikap suami yang selalu merasa benar sendiri. Karena itu Umar bin Khaththab lebih bersikap diam ketika sang istri berbicara. Ini adalah contoh yang patut ditiru. Umar beranggapan bahwa adalah hak istri mengungkapkan uneg-unegnya sang suami. Sebab hanya kepada suamilah ia menemukan tempat mencurahkan isi hatinya. Karena itu seorang suami hendaklah selalu lapang dadanya. Tidak ada artinya merasa menang di depan istri. Karena itu sebaik-baik sikap adalah mengalah dan bersikap perhatian dengan penuh kebapakan. Sebab ketika sang istri ngomel ia sangat membutuhkan sikap kebapakan seorang suami. Ada pepetah mengatakan: jadilah air ketika salah satunya menjadi api.


Keduabelas, Jarang Komunikasi

Banyak para istri merasa kesepian ketika sang suami pergi atau di luar rumah. Sebaik-baik suami adalah yang selalu mengontak sang istri. Entah denga cara mengirim sms atau menelponnya. Ingat bahwa banyak masalah kecil menjadi besar hanya karena miskomunikasi. Karena itu sering berkomukasi adalah sangat menentukan dalam kebahagiaan rumah tangga.

Banyak para istri yang merasa jengkel karena tidak pernah dikontak oleh suaminya ketika di luar rumah. Sehingga ia merasa disepelekan atau tidak dibutuhkan. Para istri sangat suka kepada para suami yang selalu mengontak sekalipun hanya sekedar menanyakan apa kabarnya.


Ketigabelas, Tidak Rapi dan Tidak Harum

Para istri sangat suka ketika suaminya selalu berpenampilan rapi. Nabi adalah contoh suami yang selalu rapi dan harum. Karena itu para istrinya selalu suka dan bangga dengan Nabi. Ingat bahwa Allah Maha indah dan sangat menyukai keindahan. Maka kerapian bagian dari keimanan. Ketika seorang suami rapi istri bangga karena orang-orang pasti akan berkesan bahwa sang istri mengurusnya. Sebaliknya ketika sang suami tidak rapi dan tidak harum, orang-orang akan berkesan bahwa ia tidak diurus oleh istrinya. Karena itu bagi para istri kerapian dan kaharuman adalah cermin pribadi istri. Sungguh sangat tersinggung dan tersiksa seorang istri, ketika melihat suaminya sembarangan dalam penampilannya dan menyebarkan bahu yang tidak enak. Allahu a’lam







Dakwatuna.com

Minggu, 17 Agustus 2008

Merdeka


Jika kemerdekaan ini teranalogikan sebagai setumpuk kayu bakar

Ia baru akan berguna ketika sudah diterjang api yang membara

Walau hangus terbakar menjelma abu

Telah ia memberikan hangat dan terang yang benderang kepada para belantara


Pontianak, 17 Agustus 2008

(Untuk sebuah kemerdekaan yang dijanjikan)