Tampilkan postingan dengan label Dunia Mimi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Mimi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Agustus 2011

The art of my mom..

18 Agustus 2011

Malam ini entah mengapa yah..suasana begitu dingin. Saya tidak mengerti apa dan mengapa. Yang jelas saya langsung meng-sms suami tercinta yang sedang berada di luar kota.

Saya : "Opi lagi apa?"

Suami : "Lagi main game..tadi jam 7 maem. Omi dah maem? Susunya udah diminum kan?"

Dan bla bla seterusnya. Akhirnya saya pun menceritakan keadaan saya ini. Sedang sedih.

Sedih mengingat ibu (padahal masih tinggal serumah dengan Ibu). Tiba-tiba ada perasaan begitu takut kehilangan ibu..ato justru kebalikannya..Kita ngga tau maut kapan menjemput. Apakah saya dulu..ato kah ibu..

Saya teringat beberapa hari lalu saat saya sedang morning sickness, muntah mual dan berbaring lemas, ibu mengelus kepala saya.nangis

Rasanya ngga percaya saya bisa merasakan kepala saya dielus oleh ibu
nangis. Saya enggak ingat lagi kapan terakhir kali kepala saya dielus. Sudah lama, sepertinya. Saya takjub dalam diam. Ini adalah tangan yang sama. Yang belasan tahun lalu pernah mengelus saya. Dia..Ibu..masih bersama saya saat ini. Sama seperti 26 tahun kehidupan saya yang terus berjalan ini. Subhanallah..walhamdulillah. beruntungnya saya. Masih memiliki orang tua lengkap.

Salah seorang teman facebook saya juag sempat share. Dia bilang.. Wah mi..kepala saya terakhir kali dielus dengan sayang oleh seorang ibu 21 tahun yang lalu. Bersyukurlah mi, masih punya orang tua yang lengkap saat ini....nangis


berduka S.A.Y.A T.E.R.H.A.R.U S.E.K.A.L.I


Senin, 11 Juli 2011

Catatan orang mumet

Semangat-semangat-semangaaaat!! spiritspirit

Ya Allah....betapa sesak rasanya hari ini. Sungguh tidak mengenakkan dan memberatkan jiwa, saat ada kewajiban yang belum tuntas. Apalagi jika ia tertunda hingga 2-3 tahun
malu. Betapa meruginya!!

berduka


Saya hanya bisa berharap hari ini menjadi sebuah pil pahit yang menjadi obat yang menyembuhkanku dalam waktu dekat. Saya mencoba sabar...dan tentunya terus berikhtiar walopun........lelah....
phew. Terkadang jika sudah lelah dan mumet, ingin rasanya melarikan diri mengajak Opi jalan-jalan. scooter lagi..dan lagi.....oh oh...

Semoga tulisan ini bisa menjadi sebuah kenangan manis saya saat saya membaca-bacanya kembali. Yang kelak saya akan tersenyum dan terhibur, dengan mengatakan pada hati saya "tuh..lihat...kesulitan toh pada akhirnya menjadi sebuah masa lalu..." yang mana ia akan selesai jika kau menyelesaikannya...bersulang.

Saya ingat sebuah status yang di buat oleh pak Mario Teguh. Ia meyakinkan bahwa sesungguhnya seluruh rencana Allah itu
adalah baik dan berakhir baik. Jika memang kita belum mencicipi "kebaikan" itu, ini pertanda bahwa rencana ini belum kita selesaikan. Kita masih di titik perjalanan menuju penyelesaian yang berakhir itu. Amin...saya harap demikian.
11 Juli 2011 hari senin. Semoga saya bisa mengakhiri ini semua...
cry. Amiiiinn ya Rabb...

Sabtu, 18 Juni 2011

Gara-gara Kucing dan Udang

Pagi tadi, saya dan Opi (suami saya) sarapan berdua sebelum berangkat beraktivitas. Awalnya semua berjalan normal.Hingga...terjadilah sebuah peristiwa kecil yang membuat suasana sedikit berubah.

Awal ceritanya begini. ...


"Alice (kucing) mana,ya Opi..." tanyaku sambil mengunyah udang goreng tepung sarapanku.

"Ittuuww..." kata Opi. Bibirnya berubah jadi telunjuk, mengarah ke Alice yang sedang menjilati badannya di kursi makan. Alice ketutupan meja berikut taplak-taplaknya sehingga aku tak melihat betina putih belang-belang itu.

"Meow..." kataku ke Alice sambil memamerkan seekor udang goreng tepat di hidung pink kehitam-hitaman miliknya.Alice manatap tajam. Aku memberi kode agar dia beranjak dan segera makan.

Kucing remaja hasil adopsianku itupun segera turun dari kursi dan melenggang mengikuti ke dapur kotor di belakang.

"Omi!" Tegur Opi. Wajahnya berubah tak ramah. "Jangan biasakan ngasih makan kucing kalo kita belum selesai makan.." katanya penuh keberatan.

"Gapapa Opi.." kataku sembari melempar udang jatah Alice ke lantai. Alice mengendus-endus pelan. Ternyata hal ini semakin membuat Opi tak suka.

Opi : "Jangan lempar ke lantai Omi. Tunggu kita selesai makan. Jangan biasakan ngasih makan kucing waktu kita lagi makan.."

Aku : "Alice lapar, Opi..kasian"

Opi : "Hewan itu, akan terbiasa kalo kita biasakan. Kita terbiasa melempar makan saat sedang makan, nanti dia akan mengganggu kita makan, dikira mau dikasih makan juga..."

Opi : "Opi kok melarang kucing makan..."

Opi : "Lho? kapan Opi melarang? Opi cuma minta, setelah kita makan baru kasih dia makan.."

Aku : "Tapi Alice kelaparan, Opi...Kasian" (dalam hati mikir..cuma ngasih makan ini to Alice ngemil... Kok sampe segitunya sih...)

Opi : "%%$T33..xZ!@....*!M&^_ZZ..!"

Aku : "%&**L$!~....F+_%$#C..."

akhirnya...

Makan dalam diam.

Selesai makan..........

Opi : "Coba liat dapur. Benar kah Alice kelaparan?"

Aku menengok ke dapur. Ternyata udang tadi tergeletak sehat wal afiat. Tak ada sedikitpun dimakan oleh Alice.Aku menengok ke Alice yang ternyata sudah kembali ke kursi kesayangannya..tidur-tiduran..

"Mungkin Alice hamil, Opi. Jadi dia ndak nafsu makan..." belaku.

Nah..ini kata-kata pamungkas Opi yang bikin aku "ngena" banget.

"Omi..bisa ngga. Sekali aja. Kalo memang salah, mengakui kesalahan....".

Ouch..

Aku peluk Opi.

"Iya Opi. Maaf ya. Opi jangan marah-marah terus. Omi ngeri liat Opi marah-marah..." soalnya emang suamiku aslinya ga suka marah... :)

Insya Allah kedepannya saya berusaha jadi orang yang tidak keras kepala lagi. makasih Opi. Luv U...Oh ya..makasih juga Alice The Cat. Pola makanmu hari ini, memberi pelajaran baru bagiku .. muah :*

Jumat, 17 Juni 2011

Selimut bayi dan Ibuku..

Tadi pagi ibu memanggilku dan menunjukkan selimut bayi bertopi dan bermotif kartun lucu padaku.

Aku.. Sangat sangat mengenal selimut itu. Bahannya masih bagus, licin. Warnanya juga masih terlihat cerah. Masih seperti baru.


"ini selimut bayimu dulu, mi" kata ibu, tertawa haru. "masih bisa dipakai untuk anakmu nanti.." lanjut ibu.


Oh...

Rasanya baru kemarin. Di usia 5 tahun bergulingan diatas selimut itu. Membantu ibu melipat, dan meletakkan dua biji kapur barus putih diatasnya.


20 tahun lebih sudah masa-masa itu terlewat. Kini, aku yang berdiri di hadapan ibu ini, termangu sembari mengingat sudah jadi apa aku sekarang. Anak perempuan dari ibu, yang kini sudah menjadi tanggungan suami. Anak perempuan nya yang dulu cengeng, kurus, dan susah makan. Yang belum banyak meluluskan harapannya. Yang masih sering menjadi kekhawatiran bagi dirinya.


Aku sangat sadar. Seorang ibu tentu akan tergores hatinya. Saat anak wanita terkasihnya telah dimiliki suami-suaminya. Anak yang ia jaga dengan peluh,darah dan air mata sejak menjadi benih. Yang ia biayai ratusan juta. Untuk kemudian di bawa oleh lelaki asing yang belum benar-benar dikenalnya.

Tapi aku juga sangat sadar. Betapa seorang ibu pun akan berdiam bahagia. Melihat anak wanitanya tertawa dan gembira dgn suami mereka.. Kendati dia sendiri masih sangat-sangat ingin. Memanjakan putri-putrinya sebagaimana dulu mereka.

Selimut bayi itu. Menyadarkanku akan 1 hal ; ibu begitu menjaga dengan baik kenangan-kenangannya bersamaku. Jadi, untuk sebuah benda kesayanganku saja ia begitu menjaga? Apatah lagi padaku?

....Hanya saja, kita terkadang seringkali salah menafsirkan bentuk penjagaan mereka pada kita.

Maafkan kami, bu. Dan Terima kasih untukmu..

Selasa, 14 Juni 2011

Sekali lagi tentang Andromeda

Cinta pada pendengaran pertama. Whew. Moga saya tidak sedang ber melow melow ria menuliskan ini. Dan tentunya sudah seizin Opi tersayang. Makasi ya opii :-*

Baru saja siang tadi SHOWBUZZ metro TV menayangkan trailer film remaja paling ditunggu, yakni BREAKIN' DAWN twilight saga.. Film yang juga aku tunggu-tunggu.

Adegan flash Jacob black yang membaca undangan pernikahan Bella dan Edward sungguh menyentuh. Apalagi saat sang ayah, Billy Black memanggil Jacob.

Lantas aku teringat akan seseorang di masa laluku. Yang pernah mengisi hatiku (yeah saya juga dulu manusia biasa yg pernah JATUH cinta...kalo sekarang sich BANGUN cinta kali ya. Hehe). Aku menamainya Andromeda. Dan dia menamaiku little angel. Dikenalkan lewat teman. Hanya melihatnya melalui selembar foto. Dia di Jakarta. Dan aku di Pontianak. Tak pernah bertatap muka dlm hitungan tahun. Hatiku bergetar (saat itu) jika mendengar suaranya. Ya! Aku jatuh cinta pd pendengaran pertama. Kamipun bersilaturahmi via sms, telpon dan imel. Kala itu, jejaring sosial belumlah se-booming sekarang ini.

Singkat cerita, menjelang tahun ke 3 tiba-tiba ia menghilang. Tanpa kabar. No call. No sms. Sediyh, tentu saja...setahun lebih tanpa kepastian darinya. Hummm..bingung? . Jelas. Tapi hidup harus terus berjalan.

Singkat cerita, kami hanya 2x bertemu langsung...diakhir 2008 dia tiba di Pontianak. Namun karena miskomunikasi, aku tak menangkap maksud sebenarnya dari kedatangannya, yg awalnya kukira hanya untuk menghadiri pernikahan sahabatnya. Jauh-jauh hari baru aku ketahui darinya, bahwa ia datang khusus untuk dapat bersilaturahmi dg orang tuaku :-C . Kamipun hanya bertatap muka sebentar, ngobrol sedikit, karena teman-teman kami yg lbh banyak bertanya dan berbincang. Benar-benar kikuk. Dan akhirnya, dia pun kembali pulang ke Jakarta. Hubungan komunikasipun kembali padam dan hilang.

Dan pertemuan ke dua justru terjadi saat pesta pernikahanku . Sungguh aku tak menyangka akan kedatangannya. Bahkan kabar dariku bahwa aku akan menikahpun, baru kusampaikan menjelang 6 hari pernikahanku. Dan hati kecil sempat berbisik, ah, paling baginya ini bukan hal penting. Memangnya siapa aku? Bukan siapa-siapa. Namun karena aku merasa tak elok rasanya hal-hal seperti ini tdk sampai padanya, kuputuskan untuk mengabarinya lewat sms. Kusampaikan juga (karena berkeyakinan ia tak mungkin ke pontianak), undangan diwakilkan teman dekat nya saja.. Dia pun meng iya kan dan mengirim doa untuk ku.

Maka jadilah di hari itu, di hari bahagiaku, dia hadir tanpa memberitau akan kedatangan'a. Dia peluk suamiku erat. Mengucapkan doa dan menjabat tangannya. Dari video wedding ku, tampak jelas nervous di wajahnya. Termasuk saat mengucapkan selamat padaku.

Bagiku, betapa hebat kebesaran hatinya.....kurasa bukan hal yg mudah untuk bisa menjadi seperti dia.. Datang ke pernikahan orang yang pernah spesial dihatinya (kebanyakan lelaki beraninya datang bawa gandengan wanita. Itu justru bukan gentleman).

Salut padanya. Dia bukan Jacob Black tapi dia jauh,jauh,jauh lebih jujur dan lebih hebat di mataku. Semoga Allah berikan ia pendamping sebagaimana sosok Aisyah r.a yg di impikannya . . . . Amien.

Terima Kasih Andromeda. Kau benar, "jangan dengar apa kata orang. Kita punya suara hati, tentang orang yang kita sayangi". Maafkan aku kala itu tak mempercayaimu.



Minggu, 22 Mei 2011

Diary #11

Selepas magrib menjelang isya tadi, kulalui dengan tangisan. Berawal dari masakan perdanaku after married, yang ternyata tidak disentuh oleh suamiku sepulang kerja, dgn mengatakan dia masih kenyang. :bigcry:

Hancurlah hatiku saat itu. Akhirnya, terbawa kebiasaan jadul (lupa sudah ada cincin di jemari manis) akupun berlari menaiki tangga-mem"banting" pintu kamar-mengunci pintu-kemudian terisak-isak. Akh gaya lama jaman masi pake rok merah putih.. :-)



Tak kuhiraukan suara ketukan di pintu..kubiarkan beberapa lama. Namun pada akhirnya kubuka juga. Menyembunyikan wajah dan enggan berkata-kata selain terisak-isak. Suami meminta maaf dan menjelaskan bahwa dia baru saja makan jam 4 sore tadi. Dan dia tetap akan makan sekitar pukul 9 nanti. Aku cuma diam pura-pura tak menghiraukan lalu dgn mata yang masih bengkak, akupun pura-pura tertidur biar berasa dramatis dikit. Wkwkwkwkwkwk

Eeehh.....Ternyata suamiku malah main games =,| . :littlecry:biganger:

Selang beberapa waktu, saat dlm hati masih berasa kesal, akhirnya... Suamiku bersuara, "bun...coba liat..(ke laptop). Pesanan bun..".

Ternyata ada film horor downlot-an nya. "Amityville Horror" yg ingin ku tonton sedari kemarin.
Akhirnya masalahpun selesai. Walau wajah masih belepotan air mata, aku tetap mengangguk saat suamiku meminta maaf. Dan kamipun nonton film horor berdurasi 1 jam 32 menit itu.

* yeah. Hari ini adalah hari ke 11 pernikahan kami. Mengapa aku begitu ingin menuliskannya? Karena hari ini adalah kali pertama aku menangis after married. :-) di depan nanti, tentu akan banyak sekali hal-hal yang jauh lebih kompleks dan lebih berat to kami jalani. Semoga Allah kuatkan pundak-pundak ini. Dan lapangkan hati ini. Terima kasih buat kesabarannya... :-)

#Pontianak, 18 mei 2011. Pukul 21.45

Kamis, 03 Maret 2011

Cerita Part 1

Akhir-akhir ini semangat menulisku lumayan terpantik. Syukur alhamdulilLah, hehehe. Berhubung online hanya lewat hp, untuk sementara tulisan-tulisan ini belum bisa saya posting ke blog. Cukuplah lewat media facebook dalam notenya dulu. Nanti tinggal di copast, dan dipercantik memakai unggah gambar. Hohoho..

Jika kemarin-kemarin, saya yang lagi melow-melow puitis (halah) membuat beberapa puisi "geje" alias ngga jelas alias hanya saya sendiri yang tau pemaknaannya (wkwkwk --> cekikikan bentar). Tumben juga pagi ini saya pengen nulis ala ala diary. Hihihih. Ah gapapa yang penting nulis! Nah kira-kira potongan seri kehidupan yang mana ya yang akan aku tulis?? Hummm banyak hal yang bisa diangkat. Tapiiii?? Berhubung stok jempol cuma 2, saya gak mampu nulisin (alias ngetik dikeypad hape) semua cerita. Hehehehee

Okelah kalau beg beg begitu. Berhubung 2 hari lalu tepatnya 28 februari 2011 adalah hari yang menyenangkan n cukup mengesankan bagi saya, saya akan menuliskannya. Yeah hitung2 sebagai kenang-kenangan hidup di kemudian hari. Hari itu adalah hari pertama saya tampil di Lintas Kalbar, sebuah program berita berdurasi 30 menit di salah satu tv milik pemerintah berbasis lokal kalbar.

Yah dapat dibayangkan perasaan saya saat itu. Senang, gregetan, excited, khawatir. Macem-macem dah! Rasanya amanah ini cukup beratt di pundak saya mengingat baru sebulan saya bergabung di televisi tercinta tsb. Belum lagi perasaan was-was jika penampilan perdana ini buruk. Omegot.... Habislah. Terbayang-bayang sosok pembaca berita Lintas Kalbar sekelas M.Salman Akhyar dan Yunita Prima. Apa kata merekaaa jika ada kesalahan fatal yang kulakukan diperdanaku ini?

Ah. Berhubung aku sangat mencintai dunia broadcast, hal-hal tersebut diatas tidak kuanggap sebagai momok menakutkan, tapi justru kulihat sebagai tantangan yang membangkitkan adrenalin.. ^_^ . I'll do my best, anyway!

Jam 4 sore kutargetkan harus tiba di kantor. Khawatir tukang make up mbak ani, keburu pulang cepat. Habislah aku, yang gaptek masalah make up make up an.. Di depan lampu dan kamera, memang ada tuntutan penting tsb.

Tapi jam 3 aku ada janji ke shafa photography to suatu keperluan. Dipotong waktu shalat, sampailah di rumah bang Ivan Farddyan si bos Shafa, di pukul 4 kurang 20menitan gitu deh. "ah, palingan gak lama" pikirku.

Dugaan meleset. Sebagai seorang fotografer profesional, bang Ivan menjelaskan banyak sekali. Haduwh. Mulai gelisah. Mau melirik jam terus-terusan gak enak juga tar diliat ama beliau. Jam 16.10 akhirnya berhasil juga aku memotong penjelasan beliau (yang sebenarnya sangat sayang dilewatkan). Yeah tapi mau bagaimana lagi. =(

Meluncurlah aku ke kantor dan tiba di pukul setengah lima lewat dikit. Sampai di ruang make up, mba Ani sudah gak ada. Yah kecewanya aku. Diruangan hanya ada Mba Maria presenter Nada Oriental. Kamipun ngobrol-ngobrol ringan sambil aku merapikan riasanku..

(bersambung ke part 2. Capek ngetik di keypad. Rehat dulu ah. Hehe)

Pontianak, 2 maret 2011. Pukul 07.39

Kamis, 21 Oktober 2010

"Seonggok" ibu tua tergeletak di atas pick up

Siang tadi kulalui dengan terik. Arah tak begitu pasti kulalui bersama kuda besiku..Walhasil. Sebuah pasar terlewati jua. Pasar. Ya,pasar. Sarang manusia berbaur dgn dedaunan,dedaging2an,bebuahan dan ragam jenis kelontong dipadu dgn aneka benda-benda kemasyarakatan lainnya.

Untuk seharusnya,aku nyaris bosan dengan bingar yang tertebar. Sebagaimana bosannya debu jalanan yang menempel di aspal jl.Hasanuddin Pontianak ; mereka menempel , entah di jalan, ban2 kendaraan, ataukah kadang terbang ditiup angin. Tak ada yg begitu peduli, selain sang pengatur jagad raya beserta bala tentaranya.

Tapi ternyata engganku terhadap cuaca panas dan suasana sesak, musnah lebur. Sesaat, ketika terhitung 1 scene dalam timing sekitar 20 detik, melintas lewat. Menyapu ekor mataku.. Apa yang terlihat??

Jelas menyala, di mobil bak terbuka tanpa payung, tenda atau apapun -untuk menghalau terik matahari khatulistiwa-, , 4 sosok manusia terlihat disana. 2 anak kecil yang merapat bersandar degan wajah pias. Dan tak kalah pias, seorang bapak,tampak memangku kepala seorang ibu tua yg tampak tengah sakratul maut..disana!! Di mobil pick up tak ber-peneduh itu. Mulut ibu itu menganga, bernafas sepetak-sepetak. Seolah ingin segera mati saja. Sementara bapak yg kuperkirakan sebagai anaknya, terus memegangi kepala ibu tua tsb, dan mendekap tubuhnya dgn galau yg nyata. Otak ku berputar. Mataku bergantian melihat 4 sosok diatas pick up itu.

"mau di bwa ke Rumah Sakit mana?? Sakit apa?? Bpk bwa uang,tidak?? RS mana yg meng-gratiskan pengobatan buat org miskin??". Hatiku hancur. Semoga tadi hanyalah pertanyaan2 bodoh orang yg apatis saja. Semoga!

Tak dpt kubayangkan..mungkin saja sebelum ini, keluarga mereka begitu kesulitan mendapatkan tumpangan untuk membawa sang nenek ke Rumah Sakit. Mungkin keluarga ini harus mengiba, atau merogoh sedikit rupiah yg ia punya?? Akh. Smg tidak!!

Dipenghujung malam ini, aku ingin mengucpkan. Dimanapun bapak dan nenek itu berada sekarang. Semoga Allah yang Maha Pemurah. Melapangkan urusan kalian sekeluarga. Dilimpahi rezeki yg tak terduga, dan kesehatan untuk semuanya...cepat sembuh, nek ... :,-)

*O1.29 pagi. 8 september 2010-mimi chatz-

Minggu, 02 Mei 2010

Proklamasi Kemerdekaan Diri

PROKLAMASI KEMERDEKAAN DIRI

Bismillahirrahmaanirrahim

Saya, Harmi Cahyani

dengan ini menyatakan kemerdekaan diri dengan sebenar-benarnya

Hal-hal mengenai kemalasan, ketidakpercayaan diri, dan kelemahan
akan dihapusan dalam tempoe yang sesingkat-singkatnya


Atas nama pimpinan Al-Muezza Islamic Boarding School

Prof.Dr.Hj.Harmi Cahyani,S.pd.ing, M.TESOL



(inspired by Setia Furqon Khalid's book)

Kamis, 15 April 2010

Catatan dari seorang yang tidak cantik :-)


Jangan khawatir membaca judul diatas, itu hanya bentuk sebuah majas "lilotes". Tetap saja, tidak ada wanita yang tidak cantik. Mereka memiliki pesona sendiri, yang tak akan dipunyai wanita lainnya...Semua wanita adalah cantik....(termasuk yang nulis note ini..hihihi cantik dlm kadar terbatas).


Bermula dari sebuah keterkejutan. Saat secara tak sengaja mengomentari sebuah foto di sebuah fesbuk. Aku dan sahabatku Meg, mengatakan, "Cantik ya. manis....". (Tp emang sayang ada seronok sedikit, karena pada beberapa bagian foto, ada gambar "si cantik" sedang memeluk pacarnya yang bertelanjang dada... :-( )

Diluar dugaan, sahabatku yang lain (seorang laki-laki, katakanlah inisialnya J) berujar setelah beberapa saat terdiam,

"Ngga cantik. Ngga menyejukkan..."

Tentu saja kami agak kaget, maksutnya??


Dia melanjutkan,, "Mungkin cantik..tapi wajahnya ngga bikin sejuk hati..." keluhnya.

"Memang wanita cantik banyak. Tapi hanya sedikit yang menyejukkan. Saya lebih mencari wanita yang menyejukkan daripada hanya "sekedar" cantik"

Begitulah kira-kira.

Kalo ni omongan keluar dari seorang Ikhwan yang rajin ngaji, punya banyak binaan, penampilannya soleh, ikut aksi Palestina-Irak, celananya nge-gantung, jenggotnya kentara, dlldsb. Mungkin aku dan meg biasa aja dengan omongannya. Nah ini? keluar dari Lisan si J...sahabat kami yang kami pahami adalah sesosok manusia yang baru belajar. baru mencari jati diri. Yang punya masa lalu, lingkungan, dan lembah yang "abu-abu" (pengen bilang dunia/lembah hitam tar die tersinggung..ixixix..sory sob)..

"menyejukkan!"..wah..aku begitu terpana mendengarnya...

Siapa sih yang bs memungkiri, kalo laki-laki itu senang dengan wanita CANTIK? Apalagi SEKSI? Apalagi MINIM?? hehe.ya emang ga bs pukul rata, ngga semuanya kayak gitu. Saya jadi keingat salah satu iklan yang baru-baru muncul di TV dengan slogan "lelaki lebih senang dengan yang minim" ~sori kalo redaksi katanya ngga tepat...~. Bener ngga, para laki-laki? jawab sendiri aja deh ..:D. PAsti jawabannya beda-beda..kita ambil jawaban mayoritas..XD

Nah mungkin sedikit cerita. Mungkin banyak juga yang ngalami kejadian serupa. Moga Allah ampuni buruk sangka saya, ya..Saya mau berbagi sedikit realita yang ada.

Apa yang bisa saya katakan? Saat melihat sepasang remaja/dewasa. Duduk berkendara diatas motor. Si wanita sudah memeluk pinggang sang lelaki erat dan mesra. Tapi tetap saja..(ckckc) ketika ada yang bening lain lewat, mata si lelakipun jelalatan ke arah sana. Lantas? yang duduk dibelakangnya gimana dong? kurang apa, sampai masih mudahnya "diganggu" pesona yang lain?

Kejadian ini seringkali terlihat dan saya alami. Tidak cm saya tapi mungkin teman-teman sekalian.

Pernah juga saya mengalami sendiri. Pada saat sedang makan siang bersama teman saya, meg. Tak jauh disana,ada sepasang suami istri yang sedang makan. Mereka bukanlah suami istri biasa. Dari penampilan mereka, saya bs tau mereka adalah keluarga Muslim yang taat. Sekali lg, terlihat dr cara mereka berpakaian. Tapi yang bikin saya dan teman saya sedkit jengah adalah, pada saat sang suami matanya tak lepas dari kami. Saya katakan itu "jelalatan". karena cara memandangi dengan spt itu adalah pandangan yang kurang sopan. Setau saya, kami tidak melakukan hal2 yang aneh saat makan. hanya makan, dan mengobrol berdua. Tak ada yang menarik perhatian. Semoga! (smg Allah ampuni su'udzon kami).

Dari sinilah, saya sedikit mengambil benang merah dari maksut "menyejukkan" ala sahabat kami si J.

Saya sendiri masih berusaha memahami makna menyejukkan itu. Ingin tau lebih banyak makna disebaliknya.

Dari 2 kasus diatas : seorang kekasih sekalipun, belum tentu dapat menyejukkan kekasihnya. Sampai-sampai pasangannya mampu "sesaat" berpaling dari dirinya. Jika sesuatu itu adalah menyejukkan/menentramkan, tentulah secara alamiah, naluri, tak akan jeda sedikitpun untuk berpaling ke hal lain.

Bukankah begitu?

Saya yakin kita semua pasti sepakat. Kita menginginkan menjadi orang yang menyejukkan. Sehingga kitapun harus berusaha keras menjadi orang yang mampu meyejukkan bagi orang lain. tak peduli kita tak berpakaian mahal, tak ber-make-up tebal, tak berpendidikan tinggi, tak berdompet tebal. belum tentu orang2 yang memiliki ini mampu mencapai levelitas "menyejukkan tadi.

Teringat dengan salah satu teman halaqah saya. Sederhana, kulitnya gelap, tak pernah terpoles make-up. Kecantikannya "standard", tak memakai aksesoris mahal. Tapi saat saya melihatnya, saya merasa aman! saya merasa nyaman!

Saya tak pernah tersakiti oleh lisannya. Senyumnya tulus ngga di buat-buat/sekedar basa-basi. matanya bersinar cerdas dan mulia. Saya tak pernah terlukai oleh tangannya. Inilah mungkin, yang dimaksud dengan menyejukkan itu....

~Rabbana hab lana min azwajina wa zurriyatina qurrata a’ayun, wajaalna lill mutaqiina imama.” Maksudnya: “Ya Tuhan kami berikanlah kepada kami pasangan dan anak-anak (zuriat) yang menjadi penyejuk mata dan jadikanlah kami pemimpin kepada orang yang bertakwa.”~

Sebuah doa yang bermakna besar seperti gulungan ombak! Semoga kita mampu menjadi orang-orang yang menyejukkan buat ummat, ayah dan ibu, keluarga, pasangan, sahabat, dan anak-anak kita..Amiiiin ya rabbal'alamiin..........







Minggu, 03 Januari 2010

JANUARI kemaren aku........


:: Wuah...dah lama juga aku ngga terbangun dari tidur panjangku nih. Ni blog ngga keurus. Tapi walo ngga keurus anehnya ada aja yang ngunjung kesini...Qiqiqiqiqipliqipli **GR sorang**...

Yeah Januari 2010. Walo saya ngga gitu-gitu amat terhadap pergantian tahun. Tapi tetep aja awal dari kalender Masehi pada taun ini memberikan macam-macam rasa yang kusuka dan yang tidak. walau pada kenyataannya tinggi badanku tak bertambah pada tahun yang berbahagia ini, toh,,, ia tak mengurangi pesonaku **halahhh apa, coba*.

Serius dulu ah..



Nah, awal 2010 ini aku cukup terkejut sendiri karena ia dibuka dengan pertengkaranku dengan salah seorang sahabat. Hanya karena masalah yang sepele. Tapi ternyata cukup menyakitkan. Aku juga mengakhiri 2009 dengan pertengkaran di keluarga..ihihihi..gag enak banget deh..Maklumlah si aku ini orangnya pada muasalnya adalah baik. Hanya Syetan saja yang berhasil membujukku untuk jadi pemarah seperti itu. Dan percayalah, kemarahan tuk kemudian berlanjut dengan kemurungan dan DIAM berkelanjutan, tak akan pernah membantu kita dan meletakkan kita pada sebuah jalan bernama kebijaksanaan.

Kemarahanku sempat memuncak mendekati 2010. Dengan akal yang tinggal setengah aku sempat berlari meninggalkan rumah *bukan berlari ding..tapi bermotor tanpa tujuan*. Emang dasar anak baik...yang awalnya mikir yang macem-macem pengen ngelariin diri ke Singkawanglah, ke Sambas lah **macam tau letak Sambas tu dimane..hihihih**. Ujung-ujungnye nyangkut disekitaran Pontianak juga...*Ahahahah* LOL.

Yep! Akhirnya aku malah melarikan diri ke sebuah masjid yang cukup sejuk tuk jiwa dan ragaku. Ngadem sejenak disana sambil membaca buku WANITA 1000 Pesona. Kebetulan lagi ga boleh baca Qur'an. Jadi cukuplah buku itu memberikan inspirasi dan mengisi kekosongan jiwaku....hiks hiks

Yeah belajar dari selembar pengalaman ku tadi, aku mulai berpikir beberapa hal yang sebaiknya kita lakukan jika amarah merajai hati dan pikiran kita :

1) Lebih baik menghindar sejauh-jauhnya dulu dari orang-orang yang kita cintai, daripada kita mengatakan hal-hal yang tidak-tidak pada mereka

2) Lebih baik mendatangi tempat yang kondusif, misal masjid atau majelis ilmu, atau pepustakaan, agar hati lebih adem. Jangan datangi tempat-tempat semacam pusat perbelanjaan ato mall. Nanti uang kita terkuras (mengingat kalo lagi stress akal cuma setengah, jadi bawaannya malah belanja, pula??? hihihihihi). Trus jangan datangi pula tempat-tempat berbahaya semacam jembatan, TOL KAPUAS, misalkan. Ntar malah tergelitik ide gila to bunuh diri (WAPADALAH, WASPADALAH!!!!)

3) Menulis bisa jadi alternatif ampuh sebagai terapi. Tulis aja perasaan kita yang terdalam dan buang semua kedalam tumpukan kertas itu!!

4) Dan ingat, Allah sudah berjajanji, dibalik kesukaran pasti ada kemudahan. Inilah jalan to pendewasaan pribadi dan agama kita..maka lewatilah masalah itu dengan harap hanya kepada Allah SWT.

Nahhh...inilah dia. Sekian tips dari saya...semoga bermanfaatt....

Ya Allah semakin dekatkan kami kepada ketaqwaan. Dan matikan kami dalam khusnul khatimah, dengan sebuah keutamaan..Amiiienn...

Senin, 02 Maret 2009

Huruf-Huruf Yang Cemas

Mohon doa dari teman-teman semuanya, untuk kesembuhan dari abang saya tercinta. Bang Fery yang saat ini tengah terbaring sakit di RS Yogya International Hospital. Yang mau jenguk silahkan aja ke Lantai 2 kamar 2206 Bougenville.

Jazzakumullah Khairan Katsiiraa..

Jumat, 20 Februari 2009

Ingatkan aku, kawan!

Anak itu berseragam pramuka. Lengkap. Tak lupa dengan topi hitamnya yang bertengger di kepala. He is a boy, isn't he?, pikirku. Dia berdiri di depan pintu kelas dengan tangan di saku celana. Menatap kakak-kakak kelasnya di bangku kelas 5 yang masih asyik reading. Sementara dia yang kudapati bernama Wahyu (bukan nama sebenarnya), masih menunggu beberapa menit ke depan untuk dapat masuk kelas sebagai kelas 3.

Tak lama momen itu terjadi. Beberapa anak menghampirinya. Entah apa yang mereka ributkan, akhirnya sampai juga ke telingaku. Sayup kudapati sebuah pengertian. Wahyu ternyata diledekin oleh temannya, karena gaya nya yang cukup girly ketika ia bicara. Tampak pada saat ia memainkan gesture tubuhnya, ataupun saat ia berkomunikasi secara verbal. Dia juga lebih memilih duduk sebangku dengan teman wanita.

Selang beberapa waktu. Saat pergantian jam. Ia mendekatiku.

"Miss...liat lah tu..." katanya mengadu. Tentu dengan gaya girly-nya yang memukau. Anak-anak lain terkekeh. Aku sempat terpana dengan gayanya di hadapanku barusan. Lantas,

"Wahyu, gayanya yang tegap dong..Masa' gayanya kaya temen-temen yang perempuan"

Dia diam menunduk. Tanda tak suka. Wajahnya yang tadi cukup cerah meriah, berganti mendung yang nyata.

Sudah pergantian jam. Maka aku harus meninggalkan kelas.

***
Terkadang kita perlu untuk mendapatkan shock teraphy sejak dini. Untuk sebuah kebiasaan yang bisa memahatkan sebuah persepsi negatif dan tentunya mengancam kepribadian positif kita. Mungkin saja, prilaku dari Wahyu tadi terbentuk, karena tak ada dari orang-orang terdekatnya yang memberikan sebuah teguran dan pendekatan berarti agar dia berubah.

Aku bukannya tanpa alasan menuliskan ini. Kejadian serupa namun dalam konsep yang berbeda juga sempat terjadi padaku.

Beberapa waktu lalu, sahabatku 'menyerangku". Dia menggugat TIGA HAL yang tak ia sukai dariku. Dan aku kaget! Karena selama ini tak seorangpun mempermasalahkan hal itu padaku! Bahkan sebagai pembelajaran bagiku, ia katakan sementara waktu ia akan stop berkomunikasi denganku jika aku belum pelan-pelan mengubah kebiasaan jelekku itu!

3 hal mengejutkan bagiku itu adalah :
1) Stop bilang : "Biarin..khan aku anak bungsu.."
2) Stop : memukul-mukul dan mencubit-cubit Meggie/orla jika sedang ngobrol
3) Stop : nyuruh-nyuruh orang, nge-bossy. Sertakan "Tolong dong.." stiap ingin minta bantuan

Aku pias. Mulai akan berceloteh,

"Knapa siy emangnya? Apa salahnya? Meggie aja ngga pernah komplain..gak pernah ada yang komplain. Dan aku tidak melakukannya pada semua orang" kataku. Walau bibir menolak, tapi pikiranku terapung-apung, campur aduk dan menggeliat kaget.

Apa iya sih? Sebegitunyakah??

"Kamu mungkin gak sadar.." katanya.

Ia memprotes beberapa kesalahanku yang ia dapati padaku.

"Serem tau gak, ngeliat Mega yang kurus begitu ,kamu pukul-pukul bahunya. Kamu cubit lah, lempar pake bantal lah...Dia emang ngga masalah. Tapi tetep saja prilaku begitu ngga baik.."

"Hentikan sifatmu yang suka ngeles 'Biarin begini..aku kan bungsu..bebas mo ngapain.." tiap ngelakuin keteledoran. Gak dewasa banget, tau ngga! Tolong ubah.."

"Trus biasain ngerjain sgala sesuatunya sendiri. Masa suka banget nyuruh-nyuruh temennya 'Colokkin dong charger lap top, ambilin dong buku yang itu. Lipatin mukena dong, sekalian..'. Apa ngga kasian ma temennya (terutama Meggie). Mandirilah, jangan ngandelin orang untuk hal-hal kecil dan ringan kayak gitu"

Aku menggigit bibir. Memang benar, aku ingat jika di kampus, aku slalu meminta Meggie yang memegang kunci motorku karena aku takut ninggalinnya dimana-mana. Lebih aman. Meggie juga yang slalu mengingatkanku jika aku ketinggalan tas jinjing, dompet dan hape. Slalu dia yang "care" untuk menjagakannya untukku. Kadang jika sholat bareng di masjid kampus, aku dengan entengnya minta meggie yang ngelipetin mukena sementara aku sibuk memasang kaos kaki atau ngutak-ngatik hape. Heuleuh! Benar! Jelek banget!!

Mega bilang "Halah..biasa aja kalii...ndak ngaruh ah" katanya saat aku "mengadukan" gugatan sahabatku yang lain.

Tapi sungguh. Aku mulai berpikir. Bisa jadi sahabatku benar. Aku saja yang tak sadar.

Finally,

Maafkan aku, kawan! Kuharap shock terapy dari siapa saja bisa kembali mengarahkan aku ke belokan negatif mengarah kembali kepada perjalanan positifku. Sehingga hal-hal yang terlihat kecil dan tak terdeteksi mata batinku, dapat kupahami dan kumengerti untuk sadar!

Ingatkan aku, ingatkan aku, ingatkan aku!



Rabu, 18 Februari 2009

Fase apa? Fase itu lohh!!

Udah memasuki hari ke-4 diriku menjelma jadi nenek-nenek cantik (heuheuheu gak mau rugi..)..

Critanya sebuah keajaiban terjadi, sebuah penggambaran akan kekuasaan sang Pencipta yang Maha sempurna. Aku memasuki salah satu fase paling mendebarkan dalam kehidupan ini. Begitu banyak manusia bumi yang mungkin turut pernah merasakan sebuah penderitaan yang tentunya berhujung kebahagiaan. Ngga tau juga kamu yang baca pernah pa engga ..hihihihih.. tapi kurasakan saat ini. Cukup mengganggu aktivitas, namun makin menjadikan aku terselami rasa syukur yang amat sangat atas hari-hariku sebelumnya! Sebelum fase ini terjadi, tentunya! Pffuhh...

Dan tentunya fase baru menciptakan sebuah kebiasaan baru pula (biasanya!)



Hih..fase apa siy yang dibicarain..kayaknya repot banget ..mungkin itu yang kalian pikirin.

Fase itu be!

Tumbuh gigi bungsu! (heuleuh deudeuh kiraiiin..)


Nah jadilah selama 4 harian ini ku hanya ditemani semangkok bubur, baik itu bubur original (yang cuman diceprekin ma ikan teri doang plus plus kecap dan kuah), ampe bubur ayam yang isinye macem-macemm..ih ih nenek-nenek banget!
Biarin deh! Palingan seminggu juga udahan...bettul tidak..

Heuheuheuu

nenek-nenek cantik ..(Tring)

Senin, 02 Februari 2009

Hepy Bufdey Bang I....

Esok ulang teon Abang semata wayangku yang ke 26...(eh..bener gak ya yang ke 26 ko prasaan tua banget!!)...whuhuhu...3 februari 1983-3 februari2009. Eh iya bener ud 26...hihihihihihih


Yeah walo dia nun jauh di Jogja sana, dengan motor honda grand sederhananya..selimut tipisnya... dan sedang menunggu toga S2 nya yang Insya Allah April nanti, (hikz terharu...tak sia-sia aku mendoakanmu naaakkk dan banting tulang tuks keberhasilanmu..whihihi boong banget gak siy), tpi disini betapa ayah dan ibu kita ..begitu merindukan kehadiranmu..(whuhuhu)...Kamarmu sudah di rapi in dan sprei nya juga uda di ganti....(Yang Hello Kitty kan??)..hihihh


Tapi kalo ade rencane pulang ke pontianak, bilang2 yeh! Coale biar kubisa langsung ngeboyong tipi di kamarmu ke kamarku..sebelum tu tipi dirimu Claim sebagai milikmu....ho ho ho)


Owh iya....Mr.Pus kucing semate wayang kite juga masi idup!! Gak tau pa dy masi bertahan sampai kepulanganmu nanti. Tapi dy titip salam..Happy Birthday Buat Mas Fery, katanya.


Ape agik ye...(Pontianak *mode on)....


Besok Ultah mu..baiklah..niy ada puisi....selamat menyimak. Tapi ni ndak gratis yeh! Coale ku harus mengeluarkan beberapa rupiah tuk ngenet di rumah Oma sebelah. Okeh!!


Taklukkan Semesta

Dengan umur yang tersisa kan ku arungi gemerlap angkasa
Ku berputar-putar meninggalkan dunia di bawah sana
Kubertanya pada makhluk asing di ruang maya,

apa yang kupunya tuk bisa menaklukkan angkasa raya?

Mereka tertawa. Tertawa menggigil melihat bekal yang kubawa


Nah! smoga kau mengerti dengan puisi tak puitisku ini....


Akhirul kalam, Bertepatan dengan momen ke-26 mu...doaku padamu..

Semoga Ilmu mu (Ilmu akademikmu dan ilmu Capoeira-mu dll) bisa semakin mendekatkan dirimu pada Allah SWT dan mempertebal imanmu...


Itu saja dulu do'aku...


Oke!!!

Sudah dulu kuharap kau senang membacanya!!!



Wassalamu'alaikum Wr Wb



(Ps: jangan lupa tar kalo pulang bawain oleh-oleh...buku kek apa kek. Ne cuman dibawain bakpia doang...ku tak doyan bakpia...wokeh..huhuhuh)

Minggu, 18 Januari 2009

Sapa Cinta dari Negeri Sakura

Nah, ahad 18 Januari 2008 studio 105,8 kehadiran Abu Aufa. Penulis “Sapa Cinta dari Negeri Sakura” dan “Diary Kehidupan 2”. Penulis yang bernama asli Dr।Ferry Hadari S.t, M.Eng ini hadir pada program Pena Muda. Hadir dengan si Cantik Syifa. Yang ngga sengaja kompakan ma aku nge-pink..!

Selama lebih kurang 40 menit kita berbagi kisah seputar proses kreatif Pak Ferry dalam menulis. Pengalamannya luar biasa bo! Segala apa yang beliau lihat, dengar, rasakan, beliau potretkan kembali dalam bahasa tulisan. Beberapa tulisannya di dapat melalaui judul lagu, seperti "ajari aku menjadi pejantan tangguh", "kala cinta menggoda" dll. Namun tentunya dalam persepktif yang positif. Bukan menjual cinta-cinta yang terlarang.

Kebanyakan yang ku baca sih setting-annya ketika Pak Ferry ada di Jepang। Beliau memang memperoleh gelar master dan doktornya di Tokyo of Institute Technology Japan।

Ada yang judulnya "morning" dan "b
eautiful"। Si morning adalah panggilan Pak Ferry kepada seorang anak Jepang yang ia jumpai tatkala sedang jalan-jalan pagi di Iizuka।Anak itu tidaklah sesempurna anak-anak lain karena ia menderita cacat. Namun anak itu begitu membekas dalam bagi si penulis. Mungkin si "morning" memang cacat. Tapi keramahannya kepada setiap orang menunjukkan kebeningan hatinya.

Berikut kutipan dari tulisan beliau,

"Hati yang lembut itu pula yang pernah kulihat membelai-belai seekor kucing liar dengan binar mata penuh kasih sayang, walaupun dengan koordinasi gerakan tangan yang sangat lemah"

"Dengan cacat tubuhnya, mungkin ia tak aka pernah bisa membuat origami yang indah dan beraneka ragam bentuknya। Ia mungkin harus melupakan ramainya sorak sorai tepukan dan cucuran eringat saat undoukai (pesta olahraga yang biasa dilakukan di sekolah-sekolah)। Bahkan, harus dikuburkannya impian untk menjadi pemain baseball terkenal sebagaimana sang idola, ichiro suzuki"

"Ia juga tak pernah mengenal indahnya ajaran Islam, bahkan aku yakin ia pasti tak percaya dengan adanya Tuhan। Namun, dengan melihatnya,ia bisa membuatku tersenyum karena keramahan tegur sapa dan tingkah lakunya। Bukankah banyak yang terlahir normal, namun belum tentu mau bertegur sapa dan bersikap ramah pada sesama?"

Masih banyak lagi tulisan-tulisan beliau yang begitu mencerminkan motto beliau dalam menulis " merengkuh cinta dalam buaian pena". Memang benar, menyentuh. Tanpa harus menggurui pembaca. Salut buat Pak Ferry!

Berikut beberapa foto yang sempat kita ambil selesai siaran. Ada Gilang (Penyiar cilik), dan Zafirah Asy-Syifa serta Pak Ferry. Serta wajah kucelku juga sempet nampang foto ber-dua Syifa (awalnya dia nolak..malu-malu. Akhirnya berhasil juga ngebujuk dan Tante Nia (*) yang ngambil gambar)...




Minggu, 11 Januari 2009

Si Biru Jadul


“Aq khawatir buku jadulku tak berkesan buat di baca, berbanding terbalik dgn aq yang tengah nikmati karya Andrea Hirata! Insya Allah sabtu aku balikin”

Tadi malam seorang teman mengirimkan sms ini padaku. Sebutlah ia si M. Critanya, kita tukeran bacaan (jadi book-partnership sekarang..hehehe). Dia menawariku buku ”Proses Kreatif Mengapa dan Bagaimana Saya mengarang” yang ditulis oleh para pengarang nasional, mulai dari Sutan takdir Alisjahbana sampai Putu Wijaya. Sebagai balas jasa, kutawari juga temanku itu buku Maryamah Karpov ku yang juga baru dibalikin oleh Nia bintang (*) dan di taruh di ruang kerja M.

Sori kawan, sebelum sms mu kuterima, aku bener-bener lupa jika buku mu itu sudah 2 hari tersimpan manis di tas backpack ku. Secara aku kadang gonta-ganti tas. Alhamdulillah begitu smsmu kudapat, langsung ku cek buku biru itu. Memang saat kuambil di radio, kutak terlalu memperhatikan jasadiahnya. Sempat tak kumengerti juga definisi ”jadul” yang kau utarakan. Saat kuteliti lagi ternyata memang buku itu secara kelahirannya lebih tua dari usiaku. Foto-foto pengarang disitu juga sempat membuatku tersenyum simetris barang 10 detikan, karena masih bergambarkan N.H dini dan Arswendo ”tempoe doeleo”.

Tampilan jadul ternyata tak memudarkan eksotika isi dari buku tersebut. Saat kubaca secara acak, mataku tertancap ke tulisan Trisnoyuwono. Menarik! Teriakku. Beberapa hal yang kuanggap menarik nantinya akan kukutip di blogku ini. Namun ada juga yang cukup menggelitik, yakni catatan kaki si editor, pamusuk Eneste. Dia menuliskan di bawah judul ”Mengapa Aku Mengarang” milik Trisnoyuwono dengan 2 baris kalimat, ”Karangan ini ditulis oleh Trisnoyuwono tahun 1960 khusus untuk kaum remaja; bukan atas keinginannya sendiri, melainkan karena ”dipaksa’”. Hehe

Sesaat lagi akan kuselami buku jadul biru ini. Maap Mudt...kau sudah kukirimkan sms kan, kawan?. Mungkin buku ni cukup lama untuk bersarang di tanganku.

Sabtu, 03 Januari 2009

Potret kala hujan

Jam 07.00. Ahad pagi. Hujan lebat mengguyur kota Pontianak. Deras. Dingin. Hujan tak memandang sebaris anak kecil yang kutemukan di pinggir jalan, berbalut mantel seadanya, menyembunyikan koran-koran yang mereka jual agar tidak basah oleh air. Mereka menggigil namun tetap optimis ada yang akan membeli koran-koran itu.

Yah, sepagi ini. Pagi yang begitu membuta karena kota terasa gelap ditutupi awan yang ditemani hujan. Ternyata masih begitu banyak orang Indonesia yang tak kalah oleh rasa malasnya.

Lihatlah, didepanku yang sedang berkendara, tampak seorang Ibu, hangat memeluk pinggang suaminya. Sementara tangannya yang lain kokoh melingkar di sebuah keranjang untuk dia berjualan. Rizkinya tetap harus ia jemput sepagi dan sedingin ini.

Melewati jalanan yang basah. Disepanjang trotoar tampak pula wanita muda yang bersedekap menunggu kendaran umum yang lewat. Walau tanpa senyum. Cukup menginspirasi tuk memaknai arti coretan kehidupan. Tak lama berselang, kutemukan pula sesosok bangkai kucing yang telah hancur jasadnya, terlindas oleh kendaraan yang mungkin tak melihat si malang itu.

Para polisi juga tak kalah gagah menyibak hujan. Dengan mobil pick up terbukanya, seorang polisi dengan mantel putih dan topi kebanggaannya berdiri tegak disana. Siap untuk memandu para pengguna jalan.

Aku kagum. Kagum pada pemandangan di sekelilingku. Jika tadi di rumah, ku tak begitu menikmati suasana hujan ini ; bosan, malas, dan tak bercahaya. Kini ketika ku berada disini, menikmati dunia sepagi dan sedingin ini. Kutemukan begitu banyak keindahan. Dari manusia-manusia yang Allah ciptakan.

Melalui Hujan...Kutemukan begitu banyak potret kehidupan...........

Kamis, 25 Desember 2008

Zalan-Zalan...

Psst!! Psst!
Ni bukan launching "Ada Apa dengan Cinta" versi ke-2 lho! Hihihih..

Tapi ni merupakan aksi dari Tim Radio Mujahidin untuk mengadakan kunjungan pendengar pada 22 Desember 2008 lalu...


Ada 7 orang..
Kesian yang ngambil poto mukanya gak masuk..Tapi tar dia nongol koq di gambar berikutnya...

Intinya saat itu bahagia ban
get bisa rame-rame berangkat ke Peniraman, tempat pendengar setia kami, bernama Laila Safira..seru banget deh...


Tapi pas lagi asyik-asyiknya menikmati perjalanan sembari di guyur ujan lebat. ..Ternyata ban mobil bo..bocor..huhuhuhu. Jadinya kurang lebih 30 menitan kita-kita nangkring deh di warung kopi untuk...........................Numpang duduk doank..hehehe. Sambil reportase.

Dan sambil foto-foto tentunya....karena kita bekel 2 buah kamera digital..

Udah masuk waktu Asar, en kita belum lagi nyampe ke Peniraman. heulueh deuduh..tar pulang ke Pontianaknya bakalan malem dong..Huhuhu





Gambar Program Director MFM, akh ibnu shomad lagi ngangkutin Banner Radio Mujahidin dan Banner majalah Qalam. Kesian...coale rupanya 6 orang yang laen gak ada satupun inget to ngebawa tu banner..Jadinya ketinggalan di mobil yang di parkir di tepi jalan..hehehe..Padahal tu senjata kita to kunjungan loo...
Gak boleh dilupain gitu aja..













Nah..ni gambar Abu fazli lagi maen brantem-branteman ma Ibnu shomad...wuhuuu..hantamannya telak mengenai ulu hati Ibnu shomad. Tapi jangan khawatir..after that Ibnu shomad di kasi buah-buahan...Jadi ngga ada yang di rugi in disini. Lagian tinjunya Abu fazli juga bo'ongan kok. yang beneran adalah, ada saringgan di matanya Abu Fazli..cuma ngga keliatan...hi9x








Puas "menghabisi" Ibnu shomad, Abu fazli alias bang Muis kembali normal. Jiwa kedamaiannya kembali hadir tatkala ia melihat hijaunya dedaunan dan pepohonan dan dinginnya air kolam..












"Haaai......."



(Di cuek-in)








"Ndak noleh ke saye!??

Awas!! Ndak saye supirkan kitak2 sampay ke pontianak!!"






(Hehehehehe akhirnya ketauan juga perannye Abu Fazli..selain tukang poto die supir kite....whihihi..)

Sabtu, 08 November 2008

Imam 105,8

Jumat siang. Seperti biasa cuasa kota Pontianak panas, menyengat dan berbisa. Semangkok penuh es teler yang saya nikmati di deket kawasan masjid raya Mujahidin tak mampu mengusir suasana panas itu. Biarlah. Udah biasa, juga….

After kenyang menyeruput es teler, kayak biasa saya balik bentar ke kantor Radio Mujahidin yang juga masih terletak di kawasan Masjid raya Mujahidin. Nangkring bentar to nge-net di ruang penyiar mumpung sepi ( hi hi..manfaatin fasilitas). Tak lama terdengar suara nyaring Riza, nyuruhin cepet wudhu. Dy salah satu OP radio. Eh salah ding. Gak Cuma OP, dia juga sebagai Music Director, dan Koordinator Operator plus rangkap tukang cuci-cuci n ngepel-ngepel…Pokoknya keren.

After wudhu bareng-bareng Teteh di Lantai 2, kitapun memasuki studio 105,8. Biasanya emang kita sholat disitu kalo hari Jumat gini. Tempatnya luas, adem lagi. Karena khan ber-AC. Blum lagi ada aroma melon-nya ( melon ato apa, gitu. Pokoknya buah-buahan seger gitu deh) berasa mem-fress kan otak yang lelah.

After sholat sunnah, mulai deh to sholat berjama’ah.

Dan lagi-lagi kejadian ini terulang lagi. Terutama kalo Ukhti Eka dan Rizyana yang biasanya mimpin sholat / meng-imami sholat, lagi gak ada.

Yah..apes. Yang hari ini sholat di studio adalah orang-orang sebangsa aku, Riza dan Teteh. Mangnya napa??

Hah. Liat aja…ni kejadian ud sering terjadi.

Riza : “Teteh Imam!!” (gaya one commando)
Kejadian berikutnya sudah bisa diduga-duga,

(Teteh dengan gerakan cepat, segera menghindar, melompat, berputar dan salto sebanyak 2 x …)  Bo’ongan.

Riza : “Mimi!!!”

(Dengan gesit dan gerakan yang anggun bak spider-woman, segera bersembunyi, empet-empetan, membentuk sebuah formasi bersama Teteh. Sebuah penolakan yang luar biasa cantik).

Nah..jadilah kita bertiga saling tuding, saling tunjuk dan saling dorong-dorongan tuk dirujuk sebagai Imam sholat kita siang itu. Lagi-lagi, lagi-lagi!! Owh…..mengapa semua harus terjadi kembali.

Riza : “Mimi imam!!!”
Aku : “Gak!!! Trauma pernah salah ngimamin. Ku tak mau mengorbankan kalian!”
Riza : “Teteh. Cepatlah...!” ( udah mulai-mulai Bete’).
Teteh : “Gantian ah Teteh terus. Yang lulusan pesantren lah!!” (Membalas. Riza mati kutu)
Mimi : “Terangan alumni ESQ-lah yang jadi Imam..” ( nyaut begitu dapet ide brilian)
Riza : “Hayo yang ikutan KCB pemeran Husna jadi Imam!!” (Membalas tak kalah kejam namun “nyableng” dikit).

Hah. Selaluu aja begitu. Mana alasan-alasannya pada gak syar’i, lagi. Tul nggak! Gak ada yang ngaku sih, syapa yang bacaan dan hapalannya paling bagus. Jadinya ya gitu deh….

Akhirnya siang ini yang terpilih menjadi imam adalah Riza. Dia berkorban! (Emm..or ataukah lebih tepatnya “dikorbankan”? Hukum rimbanya : Yang paling kuat dia yang menang. Dan Riza lah yang memenangkan perdebatan). Bagus. Selamet ya Za!...:)

Moga kedepannya ada perubahan arah yang lebih baik…^_^ (chatz).